6 Teori Kabut (Nebula) - Pengertian dan Proses Terbentuknya Bumi Lengkap

6 Teori Kabut (Nebula) – Pengertian dan Proses Terbentuknya Bumi Lengkap

6 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli Paling Lengkap

PROSES TERJADINYA BUMI

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Akan tetapi, bentuk permukaan bumi selalu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut akan terus terjadi sepanjang masa, baik secara perlahan maupun secara cepat. Proses perubahan bentuk permukaan bumi disebabkan oleh tenaga geologi, yaitu tenaga yang. berasal dan dalam bumi (endogen) dan tenaga yang berasal dan luar bumi (eksogen). Kekuatan tenaga endogen dapat menyebabkan terjadinya gunung api dan gempa bumi yang sangat dahsyat, sedangkan tenaga eksogen merupakan tenaga yang merusak bentuk-bentuk permukaan bumi dan luar.

PROSES TERJADINYA BUMI

Sejalan dengan kemajuan berpikir manusia, pengetahuan tentang bumi dimulai dan bentuk luar bumi. Kondisi fisik bumi, seperti bentuk permukaan, jari-jari, relief, dan gejala-gejala fisik lainnya telah banyak diketahui terlebih dahulu daripada kondisi dalam bumi. Berdasarkan beberapa pengamatan diketahui bahwa bumi berbentuk bulat bola yang memepat di bagian kutubnya. Garis tengah di khatulistiwa adalah 12.756,32 km dan jarak antara kutub utara dan kutub selatan adalah 12.7 13,54 km.

Bentuk bumi yang bulat telah dibuktikan dengan cara sebagai berikut.

  • Mengamati gerak benda dalam suatu wilayah yang luas. Contohnya gerak kapal laut di samudra. Dan jarak jauh yang tampak hanya cerobong asap, kemudian secara perlahan badan kapal akan tampak di permukaan laut.
  • Melihat bumi dan ruang angkasa. Bumi diketahui berbentuk bulat dengan melihat foto-foto yang dihasilkan dan satelit ataupun pesawat ruang angkasa.
Baca Juga :  Sumber Daya Alam - Pengertian dan Pembagian Jenisnya Lengkap

Bumi dengan segala isi dan bentuknya merupakan salah saw planet anggotatata surya yang beredar mengelilingi Matahari. Karena bumi merupakan bagian dan tata surya, sejarah terbentuk dan perkembangannya berhubungan dengan sejarah terbentuknya tata surya.

Teori Kabut (Nebula)

Immanuel Kant

Immanuel Kant merupakan seorang filsuf dan ilmuwan Jerman. Pada tahun 1755, ia membuat hipotesis yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan kabut (nebula) yang terdiri atas bermacam-macam gas. Nebula tersebut berpilin lambat. Gas—gas yang berukuran besar menarik gas-gas yang berukuran kecil sehingga membentuk gumpalan gas yang mirip dengan cakram. Ketika cakram tersebut memepat, sebagian besar gas berada di pusat cakram. Pusat cakram membentuk gumpalan kabut bermassa besar yang kemudian menjadi Matahari. Adapun gas-gas di bagian tepi mengalami penurunan suhu dan menyusut membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari.

Piere Simon de Laplace

Piere Simon de Laplace merupakan seorang ahli fisika Prancis. Pada tahun 1796 ia menyatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena kabut selalu memancarkan panas di alam semesta yang dingin, kabut tersebut mengalami penyusutan dan membentuk bola gas. Penyusutan itu menyebabkan pilinan bola gas makin cepat. Akibatnya terjadi pemepatan di kedua kutubnya dan melebar di bagian ekuator menyerupai gelang-gelang karena penumpukan gas.

PiIinan bola gas yang makin cepat menyebabkan sebagian massa gas di ekuator makin menjauh dan bola gas, kemudian membentuk bola-bola gas yang lebih kecil dan mengelilingi bola gas awal. Bola-bola gas kecil tersebut kemudian mendingin menjadi planet, sedangkan bola gas awal menjadi Matahari.

Teori Planetesimal

Teori planetesimal dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton pada tahun 1905. Teori planetesimal menyatakan bahwa tata surya berasal dan gumpalan kabut yang berbentuk spiral atau pilinan sehingga disebut kabut pilin. Di dalam kabut itu terdapat material -material padat yang disebut planetesimal. Tiap-tiap planetesimal mempunyai orbit behas sehingga terjadi tabrakan- tabrakan. Dengan adanya gaya gravitasi, terbentuklah gumpalan- gumpalan yang besar dan lebih pampat. Gumpalan terbesar terletak di tengah (pusat) kabut dan menjadi pusat peredaran yang kemudian disebut Matahari. Adapun gumpalan-gumpalan yang lebih kecil menjadi planet-planet yang secara bersama-sama berevolusi terhadap Matahari.

Baca Juga :  3 Pola Curah Hujan di indonesia Beserta Penjelesannya

Teori Pasang Surut

Teori pasang surut pertama kali disampaikan oleh Buffon (1707— 1788). Buffon rnenyatakan bahwa tata surya berasal dari adanya materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. Teori pasang surut yang dikemukakan Buffon kemudian diperbaiki oleh dua orang ilmuwan Inggris, yaitu Sir James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.

Jeans dan Jeffreys menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas pada Matahari. Efek pasang itu disebabkan oleh gaya gravitasi sebuah bintang besar yang melintasi Matahari. Gas-gas panas tersebut kemudian terlepas dan Matahari dan mulai mengelilingi Matahari. Selanjutnya, gas-gas panas berubah menjadi bola-bola cair. Tiap-tiap bola secara perlahan mendingin dan membentuk lapisan keras di sekelilingnya menjadi planet-planet dan satelit- satelit.

Teori Awan Debu (Proto Planet)

Teori proto planet dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Jerman, Carl von Weizsaecker pada tahun 1940. Teori proto planet kemudian disempurnakan antara lain oleh Gerard P. Kuiper pada tahun 1950. Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan debu yang jumlahnya sangat banyak. Lebih dan 15.000 juta tahun yang lalu salah satu gumpalan mengalami pemanpatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan.

Dengan adanya pilinan, gumpalan bola mnjadi pipih menyerupai cakram, yaitu tebal di bagian tengah dan pipih di bagian tepinya. Bagian tengah yang tebal berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan cahaya. Bagian tengah itu kemudian menjadi Matahari.

Partikel-partikel di bagian tepi yang berpilin lebih cepat menyebabkan gumpalan—gumpalan awan gas dan debu terpecah-pecah menjadi gumpalan-gumpalan yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan itu kemudian membeku menjadi bahan planet dan satelitnya. Oleh karena itu, bahan-bahan planet tersebut disebut protoplanet dan teorinya disebut teori protoplanet.

Baca Juga :  Pelestarian Lingkungan Hidup (Hutan, Air, Tanah dan Udara) - Pengertian Beserta Contoh Upaya

Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Inggris R.A. Lyttleton sekitar tahun 1930-an. Teori itu menyatakan bahwa galaksi kita berisi banyak kombinasi bintang kembar. Oleh karena itu, Lyttleton juga menganggap Matahari memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang kembaran Matahari tersebut kemudian meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gaya gravitasi Matahari. Awan gas kemudian mendingin membentuk planet-planet dan satelit-satelitnya yang mengelilingi Matahari dan membentuk tata surya. Adapun proses pembentukan planet dan nsatelit sama dengan teori pasang surut.

Baca Juga :