Sudut Pandang – Pengertian, Jenis Dan Contohnya Lengkap

Sudut Pandang – Pengertian, Jenis Dan Contohnya Lengkap

Sudut Pandang – Sudut pandang merupakan metode yang biasanya digunakan oleh seorang penulis dalam menempatkan dirinya, atau dari mana penulis itu memandang cerita dalam karangan yang dibuatnya. Tujuannya yaitu untuk siasat penyampaian dari cerita yang ditulisnya, hingga ia bisa memengaruhi jalannya penyajian di suatu cerita.

Sudut Pandang

Jenis – Jenis

Ada beberapa jenis dari sudut pandang, yang dibagi menjadi tiga bagian. Yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga, dan sudut pandang campuran. Berikut penjelasan lengkapnya :

Sudut Pandang Orang Pertama

Pada umumnya sudut pandang ini menggunakan kata ganti “aku”,“saya” dan“kami” atau kata jamak. Bila ingin menggunakan jenis sudut pandang ini, maka seolah-olah anda berperan dalam tokoh yang dibuat di dalam cerita tersebut. bahkan pembaca dapat merasa melakukan setiap cerita yang dikisahkan itu.

Sudut pandang dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Sebagai Tokoh/Pelaku Utama

Sesuai dengan judulnya penulis seakan-akan masuk dan berperan dalam cerita sebagai tokoh utama dalam cerita. Suatu hal yang berhubungan dengan cerita seperti pikiran, perasaan, tingkah laku, atau kejadian yang tokoh “aku” lakukan.

Ia juga akan menjadi pusat cerita. Bila ada peristiwa/tokoh di luar diri aku, maka peristiwa/tokoh itu akan diceritakan sebatas yang berhubungan dengan tokoh aku saja.

Contoh :

Baca Juga :  Pengertian Surat Niaga Menurut Para Ahli – Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis, Dan Contohnya Lengkap

Aku sedang mengamati lemari jam yang berdiri kaku di pojok ruangan. Ukiran jati bertuliskan huruf Jawa kuno menjadi saksi bisu kelahiranku. Ditempat ini, 20 tahun lalu aku dilahirkan…….dst.

2. Sebagai Tokoh Sampingan

Teknik dalam tokoh itu kebalikannya dari aku yaitu ia hadir tidak menjadi peran utama, hanya menjadi peran pendukung atau tokoh tambahan saja. Kemunculan tokoh aku juga fungsinya hanya memberi penjelasan mengenai cerita pada pembaca.

Lalu tokoh utama akan dibiarkan menceritakan dirinya sendiri lengkap dengan dinamika yang sedang terjadi. Istilah lainnya tokoh aku dalam sudut ini hanya sebagai saksi dari alur kejadian yang terjadi dan dilakukan oleh si tokoh utama.

Contoh :

Brak!!! Sesekali aku dibuat terkejut dengan suara jendela di samping kamarku. Elfina pergi terburu-buru sambil lari tunggang langgang. Sepertinya ia terlambat kuliah lagi. Elfina adalah gadis yang manis, ia ramah dengan semua orang. Tidak heran jika banyak lelaki menyukainya.

Sudut Pandang Orang Ketiga

Dalam teknik ini biasanya digunakan kata dia, ia atau bisa juga nama tokoh atau mereka (jamak). Kata ganti digunakan untuk menceritakan tokoh utama dengan cara mengganti kata jamak dalam sebuah cerita.

Satu perbedaan antara orang pertama dan ketiga, adalah kebebasan peran dalam bercerita. Dalam orang pertama, penulis bisa menonjolkan sosok dirinya pada cerita yang diciptakan, tapi hal ini tak berlaku dalam jenis sudut pandang ini.

Di dalam teknik ini, penulis ada di luar jalan isi cerita karena hanya akan menceritakan tokoh dia saja. Sudut pandang ini dibagi lagi menjadi dua bagian. Yaitu :

1. Sebagai Serba Tahu

Dalam hal ini penulis akan menceritakan apa saja keterikatannya dengan tokoh utama. Ia juga dibuat seakan-akan tahu semua mengenai watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian. Ia seperti orang yang serba tahu mengenai tokoh yang sedang dibicarakannya.

Baca Juga :  Teks Negosiasi – Pengertian, Ciri, Kaidah, Struktur, Dan Tujuannya Lengkap

Contoh :

Sudah hampir 2 minggu  ini Sofi terjun dalam dunia acting. Kedua orang tuanya tidak ada yang merestui jalur karier yang ia jalankan. Ia sampai beradu argumen dengan sang papa yang memiliki watak keras dan pemarah. Keduanya sempat bersitegang sampai akhirnya dipisahkan oleh sang mama disertai derai air mata.

2. Sebagai Pengamat

Teknik ini tak jauh berbeda dengan teknik serba tahu. Namun tidak se-maha tahu teknik tersebut, dan penulis hanya menceritakan sebatas pengetahuannya saja.

Pengetahuan ini juga bisa diamati dengan penangkapan panca indera, baik dengan cara melihat, mendengar, mengalami, atau merasakan suatu kejadian di dalam cerita. Hal ini juga didapatkan dari hasil pikiran si penulis, mengenai tokoh dia yang diceritakan.

Contoh :

Entah apa yang terjadi padanya seminggu belakangan ini. Pulang dari kantor langsung menunjukkan muka masam. Belum lagi puasa bicara yang sudah ia lakukan belakangan ini. Apa sebabnya karena hubungan dia dan sang kekasih yang tidak direstui oleh kedua orangtua ?

Sudut Pandang Campuran

Penulis akan menggabungkan sudut pandang orang pertama dengan sudut pandang orang ketiga. Terkadang penulis masuk ke dalam cerita bukan menjadi tokoh utama dan ada kalanya juga ia ada di luar cerita dan menjadi orang yang serba tahu, atau sebagai pengamat saja.

Sekian pembahasan tentang sudut pandang dalam hal menulis cerita yang lengkap dengan pengertian, jenis dan contohnya. Semoga artikel ini dapat dipahami dan dapat menambah wawasan anda mengenai sudut pandang dalam membuat cerita.

Baca Juga :

Sudut Pandang – Pengertian, Jenis Dan Contohnya Lengkap | yurissa icha | 4.5