Sifat Wajib, Mustahil, Dan Jaiz Nabi Dan Rasul Lengkap

Sifat Wajib, Mustahil, Dan Jaiz Nabi Dan Rasul Lengkap

Sifat Wajib Dan Mustahil Rasul – Nabi dan rasul memiliki sifat yang mulia yang disebut dengan sifat wajib. Sifat wajib ini adalah sifat yang mulia yang dikaruniakan oleh Allah SWT, yang melekat pada Nabi dan Rasul supaya dapat diteladani oleh umat manusia. Sifat ini mencerminkan Nabi dan Rasul yag menjadi manusia pilihan Allah SWT yang maksum atau terjaga dan selalu melakukan hal yang baik serta senantiasa terhindar dari berbagai hal yang tak diinginkan.

Sifat Wajib, Mustahil, Dan Jaiz Nabi Dan Rasul Lengkap

Ada pula sifat mustahil yang dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Sifat tersebut merupakan lawan dari sifat wajib, sehingga ditegaskan jenisnya supaya bisa menjadi contoh sifat yang harus dihindari oleh umat manusia. Sebagai manusia, Nabi dan Rasul juga mempunyai sifat Jaiz yang dimiliki oleh manusia normal secara umum.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai sifat Nabi dan Rasul yang wajib, mustahil dan juga jaiz.

Sifat Wajib

Sifat wajib yang dimiliki oleh Nabi dan Rasul ada empat, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

  • Shiddiq artinya jujur atau benar, yang artinya Nabi dan Rasul dijaga oleh Allah SWT dalam hal kejujuran serta kebenarannya. Nabi dan Rasul juga tak pernah ingkar apapun yang dikatakan oleh para umat, karena mereka adalah manusia pilihan Allah SWT yang telah diutus untuk para umat.
  • Amanah artinya bisa dipercaya. Nabi dan Rasul tidak pernah ingkar/berdusta. Nabi dan Rasul selalu dapat dipercaya untuk melaksanakan apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT. Contoh yang ada dalam sejarah telah membuktikan, ketika Rasulullah SAW belum diangkat sebagai Rasul ia medapat julukan Al Amin dari suku bangsa Arab. Hal itu juga membuktikan bahwa Rasulullah SAW sejak awal memang sudah memiliki sifat kenabian dan kerasulan.
  • Tabligh artinya menyampaikan. Tugas utama dari seorang Nabi dan Rasul adalah menyampaikan pesan dari Allah SWT dan menyampaikan wahyu dari Allah kepada umat. Tentu dengan cara penyampaian yang baik dan benar. Bahkan cara penyampaianya pun selalu ada di koridor kebaikan dan kebenaran, serta tak menebar kabar yang tidak benar.
  • Fathonah artinya cerdas. Nabi dan Rasul memang diberi kecerdasan oleh Allah supaya mampu memberi argumen, serta mengajak umatnya untuk selalu ada di jalan yaitu jalan yang diridhai oleh Allah. Contoh nyata dari sifat ini bisa dilihat dari Rasulullah SAW yang hadistnya dijadikan rujukan oleh umat sepanjang zaman.
Baca Juga :  Pengertian Akhlak – Penggolongan Dan Ruang Lingkup Akhlak

Sifat Mustahil

Pada dasarnya sifat ini merupakan lawan dari sifat wajib Nabi dan Rasul. Sifat mustahil Nabi dan Rasul adalah kidzib, khianat, kitman dan baladah.

  • Kidzib adalah dusta/bohong. Sifat ini tak mungkin dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Karena Nabi dan Rasul adalah maksum, yang terjaga dari sifat tersebut. Setiap kabar yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul adalah kabar yang benar serta akurat, yang sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah.
  • Khianat artinya tak bisa dipercaya, karena Nabi dan Rasul adalah manusia yang telah dipilih oleh Allah dalam menyampaikan/menyebarkan agama Allah pada umat manusia. Sangat tak mungkin jika mereka memiliki sifat yang khianat. Ada umat yang benci pada Nabi dan Rasul, tetapi kebencian itu terjadi karena memang umat itu tak melakukan hal-hal yang diajarkan oleh Allah melalui Nabi dan Rasul.
  • Kitman artinya menyembunyikan. Nabi dan Rasul merupakan orang yang telah dipilih oleh Allah dalam menyampaikan pesan dari Allah pada umat manusia. Sangat tak mungkin jika mereka memiliki sifat tersebut. Nabi dan Rasul juga menyampaikan wahyunya dalam kondisi yang tepat yang sesuai dengan konteks yang terjadi pada umatnya.
  • Baladah artinya bodoh. Nabi dan Rasul pilihan Allah tak mungkin menjadi pilihan yang salah, atau orang yang bodoh. Nabi dan Rasul merupakan pribadi yang cerdas baik dari sisi logika berpikir, emosi, dan spiritual. Kecerdasan Nabi dan Rasul adalah kecerdasan yang paripurna.

Berikut ini perbandingan dari masing-masing sifat wajib dan juga mustahil bagi Nabi dan Rasul.

  • Nabi dan Rasul memiliki sifat shiddiq yaitu jujur dalam berkata dan berbuat. Contohnya Nabi Muhammad sejak kecil sudah dikenal dengan kejujurannya. Nabi dan Rasul juga tak mungkin memiliki sifat kidzib, karena tugas mereka adalah menyampaikan ajaran dari Allah SWT.salah satu factor supaya dipercaya oleh orang adalah jujur, sehingga mustahil bila orang yang dipilih oleh Allah dalam menyampaikan ajaran Allah memiliki sifat kidzib.
  • Nabi dan Rasul juga memiliki sifat tabligh, yaitu menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan. Wahyu yang diterima seluruhnya disampaikan pada umatnya dan taka da satu pun yang disembunyikan. Tentu penyampaiannya sesuai dengan konteks dan jugaperintah dari Allah. Sehingga Nabi dan Rasul mustahil bila memiliki sifat Kitman atau menyembunyikan.
  • Tak ada seorang Nabi dan Rasul Allah yang memiliki sifat bodoh atau baladah. Karena Nabi dan Rasul memiliki akal dan pikiran yang cerdas. Nabi dan Rasul juga diberi karuniai kecerdasan dalam perencanaan, pelaksanaan, strategi dakwah dan lain sebagainya.
Baca Juga :  Pengertian Sholat – Syarat Dan Rukunnya Lengkap

Sifat Jaiz

Selain sifat wajib dan mustahil, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat Jaiz. Sifat ini berbeda dengan sifat Jaiz Allah SWT. Sifat jaiz bagi Nabi dan Rasul ini adalah sifat kemanusiaan, yaitu Al-ardul Basyariyah yang artinya Rasul memiliki sifat seperti manusia pada umumnya. Seperti merasa lapar, haus, mengantuk, sedih, marah, kecewa, bahagia, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan Nabi dan Rasul juga meninggal seperti orang pada umumnya.

Nabi dan Rasul juga memiliki sifat yang tak ada pada selain sifat mereka, yaitu ishmaturrasul dan iltizamurrasul. Ishmaturrasul adalah orang yang a’shum yang terlindung dari dosa serta menyampaikan wahyu dari Allah SWT. Sehingga selalu siaga saat menghadapi tantangan serta tugas apa saja. Sedangkan iltizamurrasul adalah orang yang selalu memiliki komitmen dengan apa saja yang diajarkan. Mereka juga bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah, walaupun untuk menjalankan perintah Allah itu harus berhadapan dengan tantangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya maupun dari musuhnya. Rasul tak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah.

Ada pula contoh praktik muamalah yang mencerminkan sifat Nabi dan Rasul yaitu saat Rasulullah SAW melakukan gadai atau rahn pada Yahudi, dalam rangka membeli makanan. Hal ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang juga memerlukan makanan. Rasulullah SAW juga mau berinteraksi dengan Yahudi. Buktinya Rasulullah menyerahkan barang gadai yang dijadikan agunan atau transaksi hutang piutang itu. Kejadian tersebut membuktikan bahwa setiap langkah Rasulullah menjadi pedoman kebaikan serta kebenaran.

Sekian pemapakan lengkap mengenai sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Nabi dan Rasulullah. Yang harus kita teladani bersama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat.

Baca Juga :  Syarat Ibadah Haji – Rukun Dan Wajib Haji Lengkap

Baca Juga :

 

 

Sifat Wajib, Mustahil, Dan Jaiz Nabi Dan Rasul Lengkap | yurissa icha | 4.5