[TRIK CERPEN] Rahasia Menulis Cerpen Dari Penulis Legendaris

Rahasia Menulis Cerpen Dari Penulis Legendaris

Kegiatan menulis cerpen merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi bila cerpen yang kita tulis sesuai dengan pengalaman kita sendiri. Kita akan semakin mudah menuliskannya. Agar kemampuan menulis cerpen kita semakin tajam, perhatikan langkah-langkah berikut ini.

Rahasia Menulis Cerpen Dari Penulis Legendaris

Penentuan Tema

Tema merupakan sesuatu yang menjiwai sebuah cerita. Tema menjadi dasar dalam bercerita. Rumah sebuah cerita terletak di dalam tema. Dalam menulis cerita, tema harus dihayati betul oleh penulis. Tema-tema yang sering dipakai dalam penulisan cerpen, misalnya, masalah sosial, keagamaan, kemiskinan, kesenjangan, perjuangan, percintaan, dan lain-lain. Tema yang diminati bagi kalangan remaja adalah tema kasih sayang dan percintaan, selain tema-tema yang lain.

Penentuan Sudut Pandang

Dalam menulis cerpen, kamu harus konsisten dalam menggunakan sudut pandang. Kalau kamu menggunakan sudut pandang sebagal orang pertama, dan awal sampai akhir cerita harus tetap menggunakan sudut pandang orang pertama dengan menggunakan sudut pandang aku atau saya dalam bercerita. Keajegan dalam menggunakan sudut pandang akan membantu pembaca dalam menikmati cerita yang kamu sampaikan.

Penciptaan Karakter

Pengungkapan karakter tokoh dalam cerita harus logis. Pengarang harus dapat menciptakan gambaran yang tepat untuk watak orang yang ditampilkan. Berawal ctari penciptaan karakter tokoh inilah jalan cerita akan terbentuk.

Penentuan Alur atau Plot

Biasanya karakter tokoh yang dibangun dalam cerita terdiri atas tokoh yang berkarakter baik dan berkarakter buruk. Di samping itu, akan diciptakan pula tokoh yang netral sebagai penengah ketika terjadi konulik antara tokoh yang berkarakter baik dan tokoh yang berkarakter buruk. Dan konflik yang terjadi inilah jalan cerita atau alur akan dibangun. Alur harus diterapkan dengan tepat. Alur yang baik akan memberikan kesan mendalam bagi pembaca. Terdapat bermacam-macam dalam sebuah cerita, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Alur sirkuler, yaltu cerita yang dimulai dan A dan kembali lagi ke A.
  • Alur linier, yaitu alur yang dibangun searah, maju atau lurus.
  • Alur fonef shadowing, yaltu alun yang dibangun dengan mencenitakan masa datang, meloncat ke masa lalu, dan pada akhin cerita meloncat lagi ke masa datang.
  • Alur flash back, yaitu cerita yang sesungguhnya adalah cerita masa lalu, tetapi justru cerita itu dimulai dari hari ini.
    Penulisan Draf Awal Cerita
Baca Juga :  Konservasi - Pengertian, Wilayah Dan Tujuannya Serta Manfaatnya Lengkap

Berdasarkan sudut pandang dan alur yang telah ditentukan serta kanakter yang telah diciptakan, pengarang mulai menulis draf cerita.

Perevisian Draf Cerita

kedua Cerpen kembali dibaca setelah keseluruhan cenita selesal ditulis. Cerpen kemudian diperbaiki bagian-bagian yang salah atau bagian-bagain yang tidak wajar sehingga benar menjadi cerpen yang baik dan indah dinikmati.

Penentuan Judul

Judul dapat ditulis setelah keseluruhan cenita selesai ditulis. Judul dapat ditentukan dan bagian yang paling menanik dan cerita itu. Pemilihan judul hanus menarik bagi pembaca sebab judul merupakan pintu gerbang yang dapat pula diibanatkan sebagal sebuah etalase. Dengan membaca judul, pembaca akan membayangkan isinya.