Pertumbuhan Kota Di Indonesia Berdasarkan Sejarah Perkembangannya

Posted on

Pertumbuhan Kota Di Indonesia Berdasarkan Sejarah Perkembangannya

Pertumbuhan Kota di Indonesia

Di Indonesia, perkembangan kota dan permasalahannya berkembang sangat pesat. Perkembangan kota di Indonesia dimulai terutama setelah perang kemerdekaan, yaitu tahun 1950-an. Pada saat itu pertumbuhan kota bagaikan meledak tanpa ada perencanaan. Padahal, selama perang kemerdekaan banyak kota di Indonesia menjadi sunyi dan berkurang penduduknya karena mengungsi.

Pertumbuhan Kota Di Indonesia Berdasarkan Sejarah Perkembangannya

Di pusat-pusat kerajaan nusantara zaman dahulu kita masih menjumpai bekas kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, antara lain Yorakarta, Solo, dan kota-kota kecil di Bali. Ternyata pada waktu itu kota-kota di nusantara hanya berfungsi sebagai tempat lintas perdagangan, pusat pemerintahan, dan pusat agama. Bangunan-bangunan yang ada di kota nusantara dibuat dan kayu atau bambu yang cepat hilang, kecuali bangunan keagamaan seperti candi, pura, dan istana yang dibuat dan batu.

Selama masa penjajahan, kota-kota di Indonesia berkembang sangat lamban. Perkembangan yang tampak terbatas hanya pada kota-kota pusat perdagangan, seperti Surabaya, Semarang, Makassar, Palembang, Bandung, Yogyakarta, dan Medan, sedangkan pada kota pusat pemerintahan adalah Jakarta (Batavia). Pada

masa itu, pola perkembangan kota di Indonesia merupakan simbiosis atau paduan tiga arus pokok tradisi, yaitu tradisi Indonesia (pribumi), tradisi Belanda, dan tradisi Asia lainnya terutama dan Cina. Ketiga tradisi tersebut berkembang sendiri-sendiri dengan pengarahan pemerintah kolonial yang diatur dalam peraturan tata kota.

Peranan paling dominan dalam pembentukan kota adalah pihak Belanda atau pengaruh Eropa. Bagian kota yang paling teratur biasanya diperuntukkan bagi orang Eropa atau mereka yang disamakan dengan orang Eropa. Sementara itu, daerah yang kurang teratur dihuni oleh orang Indonesia ash. Susunan dan mutu rumah di kawasan bagi orang pribumi hampir sama dengan di desa, hanya saja lebih semrawut dan sumpek. Hal itu disebabkan oleh tidak adanya pekarangan dan sistem jaringan jalan yang teratur.

READ  4 Jenis Tanah Di Indonesia - Proses Pembentukan Beserta Perbedaannya Lengkap

Perkembangan kota menuntut penciptaan berbagai fasilitas, antara lain perumahan, perkantoran, pendidikan, dan benteng atau tangsi militer. Oleh karena itu, di kota terdapat lapangan hidup baru bagi pribumi sehingga mengundang terjadinya urbanisasi, suatu proses yang memang sangat diperlukan pada saat itu.

Akan tetapi, setelah perang kemerdekaan arus urbanisasi mulai tidak terbendung. Kota makin tidak mampu lagi menampung penduduk yang setiap saat datang. Sesuai dengan kondisi saat itu, tata ruang kota-kota di Indonesia tidak memiliki perencanaan.

Sejalan dengan perkembangan zaman, tata ruang wilayah kota-kota di Indonesia diatur secara tersendiri. Hingga saat ini penataan ruang, termasuk tata ruang kota antara lain diatur dalam UU No. 24 Tahun 1992 tentang Tata Ruang dan PP No. 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah.

Di dalam Penjelasan Umum Lampiran Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 04 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Kegiatan Pembangunan Pemukiman Terpadu disebutkan perkembangan kota di Indonesia menunjukkan ciri-ciri pokok sebagai berikut.

  • Kota memainkan peran yang makin penting. Hingga tahun-tahun mendatang kota tetap menjadi tempat tinggal harnpir separuh penduduk Indonesia.
  • Kota makin terlibat cli dalam sistem ekonomi global. Artinya perkembangan kota akan banyak dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Pembangunan kota cenderung berskala mega dan super dengan intensitas yang tinggi. Sementara itu, aglomerasi daerah urban menjadi ciri yang paling menonjol. Di dalam banyak hal kondisi tersebut dapat menghabiskan sawah dan tambak (pantai).Oleh karena itu, pembangunan yang terkonsentrasi tersebut dapat menimbulkan masalah lingkungan.
  • Perkembangan ekonomi kota terus meningkat, adaLah: jauh di atas rata-rata propinsi dan nasional. Hal itu dapat menjadi ancaman yang makin berat terhadap keberlanjutan ekosistem (sosial dan alam) kota yang sudah makin rapuh.
  • Pembangunan kota makin menunjukkan sifatnya sebagai komoditi yang selalu mengejar nilai   Pertimbangan pembangunan kota sudah  terlalu didominasi oleh pertimbangan manfaat ekonomi saja dan mengabaikan pertimbangan yang lain, terutama pertimbangan lingkungan hidup.
READ  Konservasi - Pengertian, Wilayah Dan Tujuannya Serta Manfaatnya Lengkap

Baca Juga :