Persebaran Flora dan Fauna di Dunia - Ciri, Daerah, Faktor, Penyebab Beserta Hambatannya

Persebaran Flora dan Fauna di Dunia – Ciri, Daerah, Faktor, Penyebab Beserta Hambatannya

Persebaran Flora dan Fauna Di Dunia Beserta Gambarnya

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI DUNIA – Persebaran flora dan fauna di permukaan bumi tidak merata. Banyak faktor yang menyebabkan persebaran flora dan fauna tidak merata. Ilmu yang mempelajari persebaran flora dan fauna di permukaan bumi adalah biogeografi. Biogeografi yaitu bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi.

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI DUNIA

Biogeografi menggunakan 2 cara dalam mempelajari persebaran flora dan fauna, yaitu biogeografi sejarah dan biogeografi ekologi.

  • Biogeografi sejarah mengkaji persebaran flora dan fauna didasarkan pada perkembangan dan evolusi kelompok organisme, iklim dan migrasi, pergerakan bumi pada masa lalu, hubungan ekologis antara masa. lalu dan masa kini, serta terjadinya migrasi.
  • Biogeografi ekologi mengkaji persebaran flora dan fauna didasarkan pada terjadinya interaksi, balk interaksi antara organisme yang satu dengan organisme yang lain maupun antara organisme dengan lingkungannya, dan pengaruh dan interaksi yang dilakukan.

Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik) dalam kelompok-kelompoknya. Daerah biogeografi ini dinamakan Australia, Oriental, Ethiopia, Neotropika, Paleartik dan Neartik. Karena fauna Paleartik dan Neartik adalah serupa, maka kedua daerah biogeografi ini kadang-kadang digabung menjadi Holartik.

Australia

Australia, Irian, Selandia Baru, dan kepulauan di Samudra Pasffik. Misalnya: semua monotremata, marsupialia (mammalia tidak berplasenta/mamalia berkantung), rodentia, kelelawar, burung kasuari, burung cenderawasih, jenis-jenis burung kakaktua, ikan paru-paru australia dan burung kiwi.

Oriental

Daerah Asia bagian selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Lanka, Semenanjung Melayu, Sumatra, Jawa, KaIimantan, Sulawesi, dan Fffipina. Misalnya: siamang, orang utan. gajah, badak, burung merak.

Ethiopia

Afrika, Madagaskar dan pulau-pulau sekitar Afrika. misalnya: gajah afrika, gorila, simpanse, badak afrika, singa, kuda nil, zebra, zarapah, burung onta.

Neotropika

Amerika Selatan dan Tengah, Meksiko dan Hindia Barat. misalnya: armadillo, kelelawar vampire, burung kolibri

Neartik

Amerika Utara dan dataran tinggi Meksiko sampai kawasan Kutub Utara dan Greenland. Misalnya: Kambing gunung. karibon, tikus air (heaves).

Paleartik

Eurasia sebelah selatan ke Himalaya, Afghanistan Iran dan Afrika bagian utara dan gurun Sahara. Misalnya: landak, babi hutan dan rusa kecil.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran FLora dan Fauna

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna dibedakan menjadi tiga, yaitu penyebab persebaran, sarana persebaran, dan hambatan persebaran.

Penyebab Persebaran

Khusus fauna, persebaran dapat terj adi diantaranya karena adanya migrasi sebagai akibat terjadinya tekanan populasi dan perubahan habitat.

  • Tekanan populasi. Makin banyak dan berkembangnya populasi menyebabkan persediaan makanan tidak mencukupi, khususnya bagi keturunannya. Kondisi tersebut memaksa sekelompok hewan tertentu melakukan migrasi untuk mendapatkan sumber makanan demi kelangsungan hidupnya.
  • Perubahan habitat. Perubahan kondisi habitat, baik karena secara alami maupun pengaruh manusia menyebabkan sekelompok hewan tidak lagi dapat menempati lingkungannya. Oleh karena itu, sekelompok hewan tersebut berusaha mencari tempat lain yang dianggap masih sesual dan cocok untuk bertempat tinggal demi kelangsungan hidupnya.

Sarana Persebaran

Persebaran flora dan fauna dapat terjadi melalui berbagai perantara (sarana), khususnya melalui udara, air, tanah (lahan), dan peran manusia.

  • Melalui udara, persebaran flora dan fauna dapat terjadi karena hembusan angm, baik yang pelan maupun kencang.
  • Melalui air, persebaran flora dan fauna dapat terjadi karena kemampuan berenang atau terbawa oleh aliran air.
  • Melalui tanah (lahan), persebaran flora dan fauna dapat terjadi karena pergeralcannya di daratan atau di dalam tanah.
  • Melalui peran manusia, persebaran flora dan fauna dapat terjadi karena manusia melakukan perubahan terhadap kondisi lahan.

Hambatan Persebaran (Barrier)

Faktor-faktor yang merijadi penghambat persebaran flora dan fauna dibedakan menjadi empat jenis, yaitu faktor hambatan geografis, hambatan biologis, hambatan iklim (klimatik) , dan hambatan tanah (edafik).

  • Hambatan geografis. Persebaran flora dan fauna menjadi terhambat akibat kondisi geografis permukaan bumi, terutama adanya berbagai bentang alam, antara lain pegunungan, padang pasir, samudra, dan sungai.
  • Hambatan biologis. Persebaran flora dan fauna menjadi terhambat akibat adanya berbagai peristiwa dalam sebuah sistem biologis pada suatu wilayah. Peristiwa tersebut diantaranya habitat yang tidak cocok bagi kelompok hewan tertentu dan makin terbatasnya persedlaan makanan.
  • Hambatan iklim. Persebaran flora dan fauna menjadi terhambat akibat adanya perbedaan iklim antar wilayah. Unsur-unsur iklim yang paling berpengaruh menjacli penghainbat persebaran flora dan fauna adalah suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan.
  • Hambatan tanah. Persebaran flora dan fauna menjadi terhambat akibat kondisi tanah yang tidak dapat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna. Tanah yang miskin unsur hara, air, dan udara tidak dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Persebaran FLora dan Fauna di Dunia

Telah dijelaskan di atas bahwa biosfer meliputi litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. oleh karena itu, persebaran flora dais fauna di dunia dibedakan menjadi dua menurut habitatnya, yaitu habitat darat dan habitat air.

Habitat Darat

Persebaran flora dan fauna di darat dapat dipelajari melalui sebuah sistem yang disebut Bioma merupakan ekosistem besar yang memiliki flora dan fauna yang khas. Sebuah bioma pada dasarnya terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer) yang di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan. Ciri khas dan sebuah bioma adalah vegetasi tertentu yang dominan pada suatu wilayah yang dipengaruhi oleh kondisi iklim regionalnya. Oleh karena itu, perbedaan antarbioma tampak jelas dari vegetasi yang tumbuh di dalamnya.

Terdapat tujuh bioma di bumi, yaitu bioma gurun, padang rumput (stepa), sabana, hutan basah (hutan hujan tropis), hutan gugur (deciduous), taiga, dan tundra.

Bioma Gurun

Gurun adalah sebuah wilayah yang menerima curah hujan kurang dan 250 mm setiap tahun. Adapun ciri-ciri daerah gurun adalah sebagai berikut.

  • Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun.
  • Kecepatan penguapan air lebih cepat dan presipitasi (curah hujan).
  • Kelembapan udara sangat rendah.
  • Perbedaan suhu siang han dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45°C sehingga penguapan juga tinggi. pada malam Kaktus yang hidup pada dapat turun sampai 0° C). Tanah sangat tandus daerah karena tidak mampu menyimpan air.

Lingkungan Biotik

  • Flora : tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit). Oleh karena itu, tumbuhan yang dimiliki wilayah ini sangat sedikit. Di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti dun contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Misalnya kaktus saguaro dan pohon ek gurun. Pohon kaktus saguaro raksasa dapat dijumpai di gurun-gurun Amerika Utara. Kaktus ml berukuran seperti pohon yang tingginya mencapai 16 m dengan akar sepanjang 10 m ke segala arah. Akar-akar ini kokoh dan padat sehingga dapat menyerap air sebanyak mungkin dan dapat menjaga tanaman dan kencangnya tiupan angin.
  • Fauna : hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedangkan untuk hewan-hewan kecil seperti kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi han, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang. Hewan-hewan gurun yang aktif pada siang hari, antara lain ular, unta, burung pemangsa seperti clang ekor merah, belalang, kupu-kupu harimau ekor layarig-layang, kalajengking, laba-laba tarantula, dan burung pengicau gurun. Hewan-hewan gurun yang aktif pada malam hari, antara lain burung hantu pekik, tikus, rubah fennec, dan tokek pemburu malam.
Baca Juga :  11 Pengertian Desa Menurut Para Ahli dan UU Pemerintahan Daerah

Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput memiliki ciri-ciri  antara lain curah hujan 250-500 mm setiap tahun, hujan turun tidak teratur, peresapan air (porositas) tinggi, dan aliran air (drairtase) yang cepat serta turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik oleh karena kondisi tanah itu, tanah di daerah padang rumput tidak mampu  menyimpan air, sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air .

Di Benua Afrika, Amerika, Asia, dan Australia terdapat banyak padang rumput yang luas; terutama yang membentang dan Hongania, Rusia selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.)

Lingkungan Biotik

  • Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi pada daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa. Di Argentina.
  • Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amenika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru di Australia. Jenis karnivor antara lain singa, srigala, anjing liar, cheetah.

Bioma Sabana (Savarta)

Bioma sabana menupakan padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon yang tumbuh tersebar dan sangat jarang. Pohon yang paling banyak tumbuh di daerah sabana adalah pohon jenis palem dan akasia. Bioma sabana pada umumnya terbentuk di kawasan tropika atau subtropika, terutama daerah yang memiliki temperatur udara panas sepanjang tahun dan hujan yang turun secara musiman.

Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.

  • Sabana Murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satin jenis tumbuhan saja.
  • Sabana Campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon.

Faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan sabana adalah intensitas curah hujan. Sabana dapat berubah menjadi semak dan belukarjika terbentuk di daerah yang intensitas curah hujannya makin rendah. Namun, sebaliknya sabana dapat berubah menjadi hutan basah (hutan hujan tropis) jika terbentuk di daerah yang intensitas curah hujannya tinggi.

Sabana termasuk bioma terbesar di bumi Wilayahnya meliputi Benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Hewan-hewan yang dapat hidup di daerah sabana adalah hewanjenis pemakan rumput dan hewan jenis karnivor. Hewan pemakan rumput contohnya kuda dan zebra sedangkan hewan jenis karnivor contohnya anjing hutan, macan tutul, dan singa.

Bioma Taiga (Coniferous)

Bioma taiga merupakan hutan konifer (pohon pinus). lstilah taiga berasal dan bahasa Rusia yang artinya hutan yang gelap dan misterius. Daun pohon pinus tetap hijau sepanjang tahun, meskipun daunnya juga gugur. Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada. Hutan pinus di belahan bumi utara merupakan daerah terluas di dunia. Hutan itu antara lain membentang di Rusia bagman utara dan Kanada.

Ciri -ciri bioma hutan taiga adalah sebagai berikut.

  • Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi. pada musim dingin suhu sangat rendah.
  • Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
  • Flora khasnya adalah pohon berdaunjarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasmya nyaris seragam, domlnan pohon-pohon koñifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun. meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.
  • Fauna yang terdapat di daerah mi adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi ke daerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mamalia kecil lainnya mampu berhibernasi pada saat musim dingin.

Bioma Tundra

Istilah tundra berarti tanah tidak berpohon. Oleh karena itu, bioma tundra merupakan kawasan, khususnya kutub yang tidak dapat ditumbuhi berbagai jenis pohon. Bioma tundra meliputi kawasan sekitar Arktik dan kepulauan di sekitar Antartika. Bentang daratan bioma tundra merupakan daerah yang rendah dan datar yang dipenuhi semak-semak kerdil, lumut kerak, dan rumput.

Ciri utama bioma tundra adalah sifat iklim kutubnya. Pada musim panas bioma tundra berkembang dengan cepat. Tanaman secepat mungkin berbunga dengan bunga yang warna-warni dan menghasilkan benih sebelum udara hangat pergi. Musim panas yang berlangsung memungkinkan vegetasi kecil seperti rumput dan lumut tumbuh hingga tersedia makanan bagi hewan-hewan penghuni kawasan.

Ciri -ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.

  • Musim dingin yang panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap dan mendapat sedikit energi radiasi matahari
  • iMusim panas yang pendek dan terang. Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
  • Fauna khas bioma tundra adalah “Muskoxem” (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).

Bioma Hutan Gugur (Deciclous)

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang mengalami empat musim seperti di Asia Tengah, Cina, Korea, Jepang, serta pantai barat dan timur Amerika Serikat. Bioma hutan gugur memiliki curah hujan 750 – 1.000 mm setiap tahun yang merata sepanjang tahun.

Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut.

  • Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 – 100 cm/tahun.
  • Mempunyal 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi
  • Keanekaragaman jenis tumbuhari lebih rendah daripada bioma hutan tropis.

Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tmggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah mi adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu, hewan sebangsa luwak/musang. Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar Matahari mulai berkurang, suhu mulal turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, cokiat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur. Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosintesis. Beberapajenis hewan melakukan hiberrtasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, saiju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi. Hewan-hewan yang hidup di bioma hutan gugur antara lain rusa ekor putih, beruang rubah, dan burung pelatuk.

Baca Juga :  Pengertian dan Contoh Cara Menyimpulkan Pesan Pidato atau Ceramah

Bioma Hutan Hujan Tropis (Hutan Basah )

Bioma hutan hujan tropis membentang dan daerah tropik hingga subtropik. Ciri-ciri utama kawasan ini adalah curah hujan yang cukup, rata-ratany 2.250 mm setiap tahun yang tersebar merata sepanjang tahun, suhu udaranya antara 23°- 31°C sepanjang tahun, dan sinar mataliari yang cukup sepanjang tahun. Curah hujan yang cukup menyebabkan pohon-pohon tetap lebat dan hijau sepanjang tahun Sementara itu, ketlnggian pohon dapat mencapai 50 m.

Bioma hutan hujan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragama  jenis tumbuhan dan hewan yang paling tlnggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini dan lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri bioma hutan hujan tropis adalah sebagai berikut.

  • Curah hujannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaltu antara 200 – 225 cm /tahun.
  • Matahari bersinar sepanjang tahun.
  • Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
  • Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang harm, sehingga tidak ada perubahan suhu antara slang dan malam hari.

Bioma hutan hujan tropis dibagi menjadi empat lapisan utama, yaitu tajuk puncak, tudung, tajuk menengah, dan dasar hutan.

  • Tajuk puncak merupakan pepohonan raksasa yang tumbuh sebagai tanaman tertinggi di hutan.
  • Tudung (kanopi) merupakan cabang pohon yang tinggi dan berdaun lebar sebagai penutup hutan. Tinggi kanopi sekitar 40 m dari permukaan tanah. Oleh karena itu, tidak banyak dan hujan dan sinar matahari yang sampai ke dasar hutan karena terhalang kanopi. Sebagian besar penghuni bioma hutan hujan tropis tinggal di kanopi. Pada kanopi banyak dijumpai tumbuhan yang tumbuhnya menumpang pada tumbuhan lain (epifit) misalnya anggrek atau tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain (liana) misalnya rotan.
  • Tajuk menengah terletak diantara kanopi dan dasar hutan. Lapisan mi terdiri atas pepohonan yang kecil, tumbuhan merambat, dan semak belukar yang berdaun lebar. Di antara rimbunan dedaunan dan cabang-cabang di tajuk menengah hidup hewan pemanjat dan pencengkeram seperti katak pohon, kukang, dan ular pohon.
  • Dasar hutan merupakan bagian paling bawah dari bioma hutan hujan tropis. Hanya satu atau dua persen saja dan sinar matahari yang sampai ke dasar hutan. Suhu di dasar hutan relatif stabil dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Tanah yang ada di dasar hutan tampak hampir gundul atau tertutup oleh dedaunan yang tipis atau tumbuhan lumut. Hewan yang dapat dijumpai di bioma hutan hujan tropis antara lain hanimau, kera, babi hutan, tapir, burung hantu, dan trenggiling. Sementara itu, beberapa tumbuhan di dasar hutan bertahan hidup sebagai tumbuhan parasit, misalnya Rafflesia sp. yang hidupnya menempel pada sulur tumbuhan inang yang masuk ke dalam tanah. Pada daerah yang memiliki hutan hujan tropis hutan mangrove.

Hutan Lumut

Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak hanya di Tanah dan bebatuan, tetapi mereka pun menutupi batang-batang pohon berkayu.

Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir selalu hujan karena kelembapan yang tinggi dan suhu rendah menyebabkan timbulnya embun terus-menerus.

Hutan Mangrove

Hutan bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai di daerah tropik dan subtropik. Tumbuhan yang dominan adalah pohon bakau (Rhizophora sp), sehingga nama lainnya adalah hutan bakau, selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).

Ciri-ciri bioma hutan mangrove adalah sebagai berikut.

  • Kadar garam air dan tanah tinggi.
  • Kadar 02 dalam air dan tanahnya rendah.
  • Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat airsurut lingkungannya becek dan berlumpur.

Saat kondisi kadar garam tinggi, menyeb abkan tumbuhan bakau sukar menyerap air meskipun lingkungan sekitar banyak air, keadaan ini dikenal dengan nama kekeringan fisiologis. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan tersebut tumbuhan bakau memiliki dedaunan yang tebal dan kaku, berlapiskan kutikula sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar. Untuk menyesuaikan diri dengan kadar 02 rendah, tumbuhan bakau memiliki akar nafas yang berfungsi menyerap 02 langsung dan udara.

Habitat Air

Habitat air dipengaruhi oleh faktor pancaran sinar matahari. Perairan yang sedikit mengandung garam terlarut disebut air tawar, sedangkan perairan yang mengandung kadar garam tinggi disebut laut. Oleh karena sifat fisiknya tersebut, habitat air dibedakan menjadi dua, yaitu habitat air tawar dan habitat laut.

Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.

Habitat Air Tawar

Berdasarkan cara memperoleh makanan atau energi, habitat air tawar dibagi menjadi 2 kelompok sebagai berikut.

  • Organisme autotrof organisme yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Tumbuhan hijau tergolong organisme autotrof, peranannya sebagai produser dalam ekosistem air tawar.
  • Fagotrof dan Saprotrof merupakan konsumen dalam ekosistem air tawar. Fagotrof adalah pemakan organisme lain, sedang Saprotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain.

Berdasarkan kebiasaan kehidupan dalam air, organisme air tawar dibedakanatas 5 macam, yaitu sebagai berikut.

  • Plankton: terdiri atas fitoplankton (plankton tumbuhan) dan zooplankton (plankton hewan), merupakan organisme yang Rumput Laut termasuk organisme yang gerakannya pasif selalu dipengaruhi oleh arus air.
  • Nekton: organisme yang bergerak aktif berenang. Contoh: ikan, serangga air.
  • Neston: organisme yang benstirahat dan mengapung di permukaan air.
  • Bentos: organisme yang hidup di dasar perairan.
  • Perifiton: organisme yang melekat pada suatu substrat (batang, akar, batu-batuan) di perairan.

Habitat air tawar dibedakan lagi menjadi dua, yaitu habitat air tawar yang airnya tenang (lentik) dan habitat air tawar yang airnya mengalir (lotik). Contoh habitat air tawar yang airnya tenang adalah danau, sedangkan contoh habitat air tawar yang airya mengalir adalah sungai.

Habitat Danau

Danau merupakan genangan air yang cukup luas di tengah daratan. Berdasarkan kedalaman dan jaraknya dan tepi, danau dibagi menjadi empat daerah, yaitu daerah litoral, daerah limnetik, daerah profundal dan daerah bentik.

  • Daerah Litoral merupakan daerah yang dangkal sehingga cahaya matahari masih dapat menembus hingga ke dasar danau. Oleh karena itu. air yang berada di tepi danau terasa hangat. Tumbuhan yang terdapat di habitat danau berupa tumbuhan air berakar yang daunnya muncul hingga ke atas permukaan air. Namun, secara umum organisme habitat danau sangat beragam, antara lain ganggang, katak, ikan, siput, itik, dan berbagai mamalia yang mencari makan di tepi danau.
  • Daerah Iimnetik merupakan daerah terbuka yang letaknyajauh dan tepi danau, tetapi masih dapat ditembus cahaya matahari. Namun, makin ke bawah jumlah cahaya yang tersedia untuk fotosintesis makin berkurang. Kehidupan di zona limnetik didominasi oleh mikroorganisme terapung yang disebut plankton dan hewan yang berenang secara aktif yang disebut nekton.
  • Daerah profundal merupakan daerah dalam yang tidak dapat ditembus cahaya matahari (afotik). Oleh karena itu, di daerah ini produktivitasnya sangat minim. Daerah ini hanya dihuni oleh cacing dan mikroba.
  • Daerah bentik merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya organisme bentos dan sisa-sisa organisme mati. Daerah ini menjadi tempat terjadinya sedimentasi yang menunjang populasi bakteri.
Baca Juga :  Dampak Bentuk Muka Bumi Bagi Kehidupan Manusia

Habitat Sungai

Sungai adalah sebuah cekungan di permukaan bumi yang menjadi tempat mengalirnya air ke satu arah. Aliran air dan gelombang secara konstan selalu menambah banyaknya oksigen pada air. Aliran air sungai tidak mendukung keberadaan komunitas plankton. Nainun, beberapa spesies dapat hidup di habitat sungai karena telah beradaptasi dengan lingkungan sungai, khususriya gerakan air dan kadar oksigen yang tinggi.

Organisme yang terdapat di sungai komposisinya berbeda antarbagian, mulai dari hulu hingga hilir. Hal itu disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik antar bagian tersebut yang antara lain meliputi aliran air, lebar sungai, dan material.

Habitat Laut

Seperti halnya habitat danau, habitat laut juga dibedakan menurut zona-zona ntertentu. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wllayah permukaannya secara horizontal.

Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dan tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.

  • Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
  • Mesapelagik merupakan daerah di bawah epipelagik dengan kedalaman 200 m-1000 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya ikan hiu.
  • Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalarnan 1000 m- 2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
  • Abisal pelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapal 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
  • Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat mi adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

Secara umum habitat laut dibedakan menjadi empat habitat utama, yaitu habitat laut, habitat mangrove, habitat pantai, dan habitat terumbu karang.

Habitat Laut

Lebih dari 70% permukaan bumi tertutup lautan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa lautan merupakan habitat terbesar di bumi. Di dalam laut, kehidupan dapat dijumpai mulai dan perairan dangkal yang disinari matahari hingga laut dalam yang gelap.

Para ilmuwan membagi lautan menjadi tiga zona yang kelas, yaitu:

  • Perairan dangkal atau zona rteritik terletak dekat dengan tepi pantai. Cahaya matahari masih dapat menembus hingga dasar dan zona ini. Oleh karena itu, zona ini menjadi kawasan yang paling banyak menyimpan berbagai organisme. Hewan dan tumbuhan laut yang banyak menempati zona perairan dangkal antara lain zooplankton. fitoplankton ubur-ubur, dan rumput laut. Sementara itu, rumput laut sendiri menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis hewan seperti ikan, udang, dan bulu babi.
  • Zona batial yang memiliki temperatur udara yang sejuk karena cahaya matahan yang masuk tidak sebanyak zona neritik. Zona ini masih dapat ditempati makhluk hidup hingga kedalaman yang masih dapat ditembus oleh sinar matahari. Sebagian besar hewan yang hidup di zona ini memiliki mata yang besar sehingga memungkinkan dapat melihat dalam cahaya yang redup.
  • Zona abysal yang merupakan wilayah laut dalam dan dasar dart lautan. Cahaya matahari tidak dapat menembus sampai ke zona ini sehingga jarang ditemui adanya kehidupan. Oleh karena itu, adanya kehidupan di zona ini sangat bergantung pada bahan-bahan organik yang mengalir dan bagian atas laut. Hewan yang dapat bertahan hidup di zona abysal contohnya cacing. Selain menyerap molekul organik dari lingkungan sekitarnya, melalui jarigan khusus dalam tubuhnya cacing juga menyimpan sejumlah bakteri yang dapat menyediakan kalori bagi tubuhnya.

Habitat Hutan Mangrove

Hutan mangrove (biasa disebut juga hutan bakau, hutan payau, hutan pantai, atau hutan pasang surut) merupakan tipe hutan khas daerah tropis yang hanya dapat hidup dan berkembang dengan baik pada suhu 19°C – 40°C. Hutan mangrove terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan mangrove merupakan habitat peralihan karena letaknya berada di perbatasan antara daratan dan lautan. Hewan-hewan yang dapat bertahan hidup di habitat hutan mangrove antara lain mamalia, amfibi, reptil, burung, kepiting, ikan, primata, dan serangga.

Habitat Pantai

Habitat pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh sikius harlan pasang surut laut. Habitat pantai sering pula disebut habitat pesisir. Wilayah mi adalah daerah pertemuan antara daratan dan lautan. Apabila ke arah darat, wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut, antara lain pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin. Apabila ke arah laut, wilayah pesisir meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat, antara lain sedimentasi dan aliran air tawar. Oleh karena itu, kehidupan dan aktlvltas makhluk hidup di habitat pantai pada umunnya dipengaruhi oleh pasang surut laut.

Tumbuhan dan hewan habitat pantai pada umumnya merupakan penghuni habitat laut yang beradaptasi dengan kehidupan di darat dan penghuni habitat darat yang beradaptasi dengan kehidupan laut. Sebagai contoh, serangga yang tinggal di daratan, tanaman bukit pasir, dan burung-burung yang mencari makan di pantai atau bersarang di tebing-tebing batu adalah penghuni habitat daratan. Pantai karang menjadi tempat bagi hewan untuk berlindung dan mencari makan.

Terdapat beraneka ragam jenis pantal di dunia, mulai dan pantai panas Australia dan Indonesia sampai pantai bersuhu sedang di Eropa serta pantai beku di Artik. Ekosistem pantai Kepulauan Galapagos merupakan contoh yang unik karena perairan hangat dan Samudra Pasifik dan perairan dingin dan Antartika mengalir melalui Kepulauan Galapagos tersebut. Hal itu berarti hewan dan daerah dingin seperti burung pinguin dapat hidup berdampingan dengan hewan dan daerah tropis seperti burung flamingo.

Habitat Terumbu Karang

Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.

Terumbu karang (coral reefs) adalah habitat kehidupan biota laut yang hangat, jernih, tidak dalam , dan kaya dengan keanekaragamanhayatinya. Habitat terumbu karang memiliki tingkat produktivitas dan keanekaragaman fauna yang sangat tinggi.

Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa Organik lain. Berbagai inverbrata, mikro organisme, dan ikan, hidup diantara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.

Karang atau coral adalah hewan yang hidup di laut yang tlngkat pentumbuhannya sangat lambat. Hewan karang yang paling cepat pertumbuhannya dapat tumbuh sepanjang 10 cm setahun, sedangkan jenis karang lamnnya hanya tumbuh dalam beberapa mm saja. Hewan karang mi berasosiasi dengan tanaman dan hewan lain yang juga hidup di habitat laut. Terumbu karang merupakanhasil proses penimbunan rangka hewan karang dalam kurun waktu berabad-abad lamanya.

Terumbu karang dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu fringing reefs, barrier reefs, dan coral atolls.

  • Fringing reefs adalah terumbu karang yang bentuknya memanjang di sepanjang pinggiran pantai. Terumbu karang tipe ini terdapat di daerah continental shelf yang dangkal.
  • Barrier reefs adalah terumbu karang yang tumbuh sejajar dengan garis pantai, tetapi letaknya jauh ke tengah laut. Terumbu karang ini biasanya terpisah dari daratan oleh laguna (lagoon), yaitu bagian laut yang dalam. Terumbu karang ini disebut barrier karena menjadi batas antara laguna dan laut lepas.
  • Coral atolls adalah terumbu karang berbentuk cincin yang antara lain tumbuh di atas gunung berapi tua yang tenggelam di laut.

Baca Juga :