Peran Tanah Sebagai Sumber Daya Alam – Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Pengertian, Fungsi dan Peran Tanah Sebagai Sumber Daya Alam

Tanah Sebagai SDA

Tanah merupakan bagian dan permukaan bumi yang setiap han kita pijak. Namun, kita kadang melupakan potensi tanah sebagai SDA. Padahal, kehidupan manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan tanah, di manapun manusla berada. Kelangsungan hidup manusia di antaranya bergantung pada tanah, sebaliknya tanah juga memerlukan perawatan agar tetap dapat dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan fungsinya.

Peran Tanah Sebagai Sumber Daya Alam

Tanah merupakan lapisan kulit bumi yang tipis yang letaknya di bagian paling atas dan permukaan bumi. Tanah mengandung benda-benda hidup yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Tanah merupakan benda alami yang heterogen. terdiri dan fase padat, cair, dan gas yang bersifat dinamis.

Pengertian, fungsi, dan potensi tanah berbeda-beda bagi setiap orang sesuai dengan waktu dan keperluannya. Bagi seorang yang ahli dalam pertambangan menganggap tarkah sebagal benda yang menimbun berbagai bahan tambang dan menjadi penghalang. Oleh karena itu, keberadaan tanah harus disingkirkan. Bagi seorang yang ahli dalam teknik sipil, tanah merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan karena menjadi tempat untuk mendirikan berbagai bangunan. Bagi seorang petani, tanah menjadi sumber kehidupan karena dijadikan tempat untuk menanam berbagal tanaman pertanian. Namun, bagi orang tua yang mempunyai anak kecil, tanah merupakan tempat yang kotorjika dijadikan tempat bermain.

Setiap tempat di permukaan bumi secara alami telah mampu membentuk tanah hingga jenisnya menjadi bermacam-macam. Tanah-tanah di daerah tropik berbeda dengan tanah-tanah di daerah subtropik atau kutub. Setiap tanah memiliki sifait dan ciri khas yang membedakannya dengan tanah yang lain, seperti tanah berpasir, tanah liat, atau tanah lempung.

Baca Juga :  3 Pola Curah Hujan di indonesia Beserta Penjelesannya

Lapisan paling atas sebuah penampang tanah biasanya mengandung banyak bahan organik dan wannanya gelap karena akumulasi bahan-bahan organik. Oleh karena itu, tanah ini merupakan lapisan utama sehmgga disebut lapisan olah. Di bawah lapisan olah terdapat lapisan yang disebut lapisan bawah yang kandungan bahan organiknya tidak sebanyak pada lapisan atas.

Pemanfaatan atas tanah oleh manusia sudah berlangsung sejak manusia menghuni bumi. Kebanyakan manusia hingga saat mi memanfaatkan tanah sebagal tempat untuk bercocok tanam dan dengan menggunakan berbagai alat dapat memproduksi makanan.

Luas seluruh lahan di permukaan bumi kurang lebih 148 juta km2 atau 14.800 juta hektar, yaltu sekitar 29% dan luas seluruh permukaan bumi. Dan seluas 14.800 hektar tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia dan binatang darat adalah 13.400 hektar dan hanya 3.400juta hektar dart seluas itu yang dapat digunakan untuk lahan pertanian (terutama bercocok tanam), sedangkan 1.400 hektar sisanya berupa daratan yang tertutup es abadi (FAO, 1975 dalam Suripin 2001).

Tingkat kepemilikan lahan rata—rata perkapita dapat dihitung dengan membagi antara seluruh luas lahan dan jumlah penduduk. Jumlah penduduk dunia pada tahun 1985 sebanyak 4,84 miliar, tahun 2000 sebanyak 6,5 miliar, perkiraan tahun 2025 sebanyak 8,2l miliar, dan perkiraan tahun 2100 sebanyak 10,19 miliar.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki SDA lahan sangat luas. luas daratan wilayah Indonesia sekitar 200 juta hektar atau sekitar 1,5% luas daratan di bumi. Dan luas tersebut sekitar 162 juta hektar (85%) yang tersebar di empat pulau besar, yaitu Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, 123 juta hektar di antaranya berupa lahan kering, sedangkan sisanya (39 juta hektar) berupa lahan basah, baik berupa rawa pasang surut maupun rawa lebak.

Baca Juga :  6 Lapisan Atmosfer : Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya Lengkap

Negara Indonesia dikenal sebagal negara agraris. Hal itu dapat ditunjukkan oleh luasnya lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian. Statistik Indonesia tahun 2004 menunjukkan bahwa sekitar 74,52% dan seluruh luas lahan di Indonesia digunakan untuk usaha pertanian yang meliputi tegal/kebun/ladang/huma/tambak/kolam/empang, perkebunan, dan sawah, sedangkan sisanya untuk pekarangan dan lahan yang tidak diusahakan untuk kegiatan apapun.

Pemanfaatan dan pengelolaan tanah di Indonesia juga bergantung pada kondisi tanahnya, antara lain karena tingkat kesuburanflYa dan kemiringan lerengnya. Dari seluruh luas lahan di Indonesia yang benar-benar subur hanya sekitar 12% atau seperdelapan dan luas wilayah Indonesia. Sementara itu, 46% tergolong dalam tingkat kesuburan sedang dan 41% dalam tingkat rendah. Tanah-tanah yang subur dan agak subur tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Lombok. Tanah-tanah dalam tingkat subur dan agak subur tersebut diolah terutama untuk lahan pertanian.

Tanah-tanah yang tidak subur sulit untuk dimanfaatkan tanpa memberikan masukan yang banyak terhadap tanah. Masukan tersebut dapat berupa pupuk dan dukungan, baik pupuk kimia maupun organik.

Baca Juga :