Pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) Lengkap

Pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) Lengkap

Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

Manusia

Meskipun manusia digolongkan dalam sumber daya alam hayati, tetapi derajadnya berbeda dan lebih tinggi dan pada sumber daya alam hayati yang lain. Hal itu karena manusia memiliki akal, budi, dan budaya yang tidak dimiliki oleh tumbuhan dan hewan. Namun, walaupun memiliki derajat yang lebih tinggi manusia tetap berinteraksi dengan lingkungannya, serta mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya. Oleh karena itu, terjalin hubungan saling ketergantungan.

Pengertian Sumber Daya Manusia

Sebagai sumber daya alam hayati, potensi manusia dibedakan menjadi dua, yaitu manusia sebagai sumber daya fisik dan manusia sebagai sumber daya mental.

  • Dikatakan sebagai sumber daya fisik karena manusia menyimpan energi yang dapat ditampakkan melalul ototnya. Energi yang dimiliki manusia itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan.
  • Dikatakan sebagai sumber daya mental karena manusia menyimpan kemampuan berpikir yang dapat ditampakkan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Melalui kemampuannya berpikir itulah manusia dapat mengolah sumber daya alam.

Kualitas potensi fisik dan mental sumber daya manusia dapat tercermin dan kesehatan jiwa dan raganya. Manusia yang sehat tentu memiliki energi yang lebih besar dan daya pikir yang leblh jika dibandingkan dengan manusia yang sakit.

Indonesia termasuk negara yang penduduknya paling banyak di dunia. Berdasarkan data kependudukan World Population Data Sheet yang keluarkan oleh Population Reference Bureau tahun 2006, Indonesia berada di urutan ke empat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat dan 10 negara yang penduduknya di atas 125 juta jiwa. Sementara itu, dibandingkan dengan negara-negara yang sedang berkembang lainnya, jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke tiga setelah Cina dan India, yaitu sebanyak 225 juta jiwa.

Baca Juga :  Pemanfaatan Sumber Daya Alam dalam Bidang Pertanian dan Perkebunan

Jika dilihat darijumlah penduduknya, Indonesia memiliki potensi sumber daya fisik manusia yang sangat banyak. Sementara itu, untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dan tingkat pendidikan dan kesehatan penduduk. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan terjadinya penurunan persentase penduduk yang buta huruf, yaitu 9,07% pada 2003 menjadi 8,53% pada 2004.

Kondisi kesehatan penduduk Indonesia termasuk tertinggal. Meskipun Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) selalu menurun dan indikator kesehatan lainnya menunjukkan adanya perbaikan, tetapijika dibandingkan dengan negara-negara tetangga (ASEAN) tingkat kesehatan penduduk Indonesia masih sangat rendah. AKB tahun 1997 sebesar 46, pada tahun 2005 turun menjadi 32 setiap 1.000 kelahiran hidup. AM tahun 1997 sebesar 334, pada tahun 2005 turun menjadi 262 setiap 1.000 kelahiran hidup. Kasus gizi kurang pada balita tahun 1989 sebesar 37,5%, pada tahun 2005 turun menjadi 26,5%. Sementara itu, umur harapan hidup pada tahun 1960 adalah 41 tahun, pada tahun 2005 menjadi 65 tahun.

Baca Juga :