Pengertian Saham – Manfaat, Jenis-Jenis, Dan Risiko Saham Lengkap

Pengertian Saham – Manfaat, Jenis-Jenis, Dan Risiko Saham Lengkap

Jenis-Jenis Saham – Saham adalah sebuah dokumen yang berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Saat seseorang membeli saham maka orang itu sudah membeli sebagian kepemilikan dari saham suatu perusahaan.

Pengertian Saham

Definisi saham yaitu satuan nilai atau pembukuan di dalam beragam instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan di sebuah perusahaan. Sehingga saat seseorang membeli saham perusahaan maka orang itu sudah memiliki aset dan perusahaan itu dengan porsi, yang sesuai dengan saham yang dibelinya.

Sederhananya saham adalah alat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan atau suatu badan usaha. Pada umumnya wujud saham berbentuk selembar kertas, yang dimana di dalamnya disebutkan bahwa pemilik surat berharga adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat itu.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

  1. Pengertian saham menurut Sapto Raharjo adalah surat berharga yang menjadi instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan, dari individu/instansi di dalam suatu perusahaan.
  2. Pengertian saham menurut Swadidji Widoatmodjo adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, yang bentuknya PT atau yang disebut emiten.
  3. Pengertian saham menurut Nofie Iman adalah surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi, tetapi juga berpotensi resiko yang tinggi.
  4. Pengertian saham menurut  Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin adalah bukti kepemilikan seseorang atau instansi pada suatu perusahaan atau PT. saham yang berwujud selembar kertas menerangkan bahwa pemilik surat itu adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga itu sendiri.
Baca Juga :  Pengertian Struktur Modal – Komponen, Teori Dan Faktornya Lengkap

Jenis-Jenis Saham

Jenis saham dibedakan dalam dua jenis, diantaranya yaitu :

Saham Biasa (Common Stock)

Adalah saham yang bisa diklaim berdasarkan profit dan loss yang terjadi di suatu perusahaan. Bila dilakukan likuidasi maka pemegang saham biasa akan menjadi prioritas yang terakhir dalam pembagian dividen dari penjualan aset perusahaan tersebut.

Dalam saham biasa, pemegang saham mempunyai kewajiban yang terbatas. Sehingga saat perusahaan bangkrut maka kerugian maksimum yang ditanggung pemegang saham, adalah sebesar investasi pada saham yang dibeli.

Ciri saham biasa adalah :

  • Pemegang saham mempunyai hak suara dalam memilih dewan komisaris.
  • Hak pemegang saham didahulukan saat perusahaan menerbitkan saham yang baru.
  • Pemegang saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebesar saham dimilikinya.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Adalah saham yang dimana pembagian labanya tetap, dan saat perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham preferen akan diberi prioritas yang utama dalam pembagian hasil dari penjualan aset.

Saham preferen ini mempunyai kesamaan dengan obligasi, yaitu adanya klaim atas laba serta aktiva yang sebelumnya, dividen tetap selama masa berlakunya dari saham. Serta memiliki hak tebus dan bisa ditukar dengan saham yang biasa.

Ciri saham preferen yaitu :

  • Ada beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda.
  • Adanya tagihan pada pendapatan serta memperoleh prioritas yang tinggi dalam pembagian deviden.
  • Saham preferen juga bisa ditukar menjadi saham biasa dengan melalui kesepakatan diantara perusahaan dengan si pemegang saham.

Jika ditinjau dari segi perdagangan maka saham bisa dikelompokkan ke dalam lima jenis, diantaranya yaitu :

  1. BlueChip Stocks. Adalah saham biasa dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, menjadi market leader pada industri yang sejenis, mempunyai penghasilan yang stabil, serta konsisten dalam membayar deviden.
  2. Income Stocks. Adalah saham dari sebuah emiten dengan kemampuan dalam membayar deviden di atas rata-rata, dari pembayaran deviden pada tahun sebelumnya. Pada umumnya saham jenis ini bisa memberi pendapatan yang lebih besar dan juga rutin membayar deviden secara tunai.
  3. Growth Stocks. Adalah saham yang terdiri atas well-known dan lesser-known. Well-known yaitu saham dari emiten dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi, dan lesser-known adalah saham dari emiten yang bukan merupakan market leader di dalam industrinya. Tetapi memiliki ciri growth stocks.
  4. Speculative Stock. Adalah saham dari perusahaan yang belum bisa mempunyai pendapatan yang rutin di setiap tahunnya, tetapi berpotensi akan mempunyai pendapatan tinggi di masa depan meskipun belum pasti.
  5. Counter Cyclical Stockss. Adalah saham yang tak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro ataupun situasi bisnis secara umum. Nilai saham ini bisa tetap tinggi ketika resesi ekonomi karena emiten mampu memperoleh penghasilan yang tinggi, sehingga mampu memberi deviden yang juga tinggi.
Baca Juga :  30 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Lengkap

Manfaat dan Keuntungan Saham

Salah satu manfaat utama dari saham yaitu bisa digunakan sebagai instrumen investasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Mereka yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka pendek, biasanya hanya menginginkan capital gain dari selisih harga beli serta harga jualnya. Beda halnya dengan mereka yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka panjang, mereka akan rutin membeli/menabung saham.

Ada dua keuntungan yang dapat diperoleh oleh investor saham, diantaranya yaitu :

  1. Capital Gain. Adalah keuntungan yang diterima dari selirih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli. Setiap investor saham akan memperoleh keuntungan yang sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.
  2. Deviden. Dalah keuntungan yang didapatkan dari pembagian deviden tunai suatu emiten. Hal ini menjadi pendapatan tambahan yang didapatkan oleh investor, jika membeli saham dari emiten yang mempunyai kinerja pendapatan yang bagus.

Risiko Investasi Saham

Walaupun dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, pada dasarnya investasi saham ini mempunyai resikonya tersendiri. Berikut ini beberapa risiko dari investasi saham :

1. Risiko Likuidasi

Risiko ini akan terjadi apabila emiten bangkrut atau likuidasi, yang dimana setiap pemegang saham mempunyai hak klaim terakhir pada aktiva perusahaan sesudah kewajiban emiten itu dibayar. Para pemegang saham bisa saja memperoleh apapun saat aktiva tak tersisa sesudah emiten membayar kewajibannya.

2. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko ini terjadi saat emiten menggunakan keuntungan perusahaan, untuk melakukan ekspansi usaha sehingga ia memutuskan tak akan membagian deviden pada pemegang saham.

3. Investor Kehilangan Modal

Risiko ini terjadi pada saat harga beli saham ternyata lebih besar jumlahnya dibanding harga jual, sehingga pemegang saham akan kehilangan modalnya.

Baca Juga :  Pengertian Mutasi Rekening Dan Cara Mengeceknya Secara Lengkap

4. Saham Delisting dari Bursa

Ada beberapa alasan yang mengakibatkan saham dihapus dari catatan bursa, sehingga saham itu tak bisa diperdagangkan. Tentu hal ini akan membuat emiten dan para pemegang saham mengalami kerugian.

Demikian penjelasan lengkap dari jenis-jenis saham yang disertai dengan pengertiannya, manfaat dan apa saja risikonya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua, dan menambah wawasan serta pengetahuan anda.

Baca Juga :

Pengertian Saham – Manfaat, Jenis-Jenis, Dan Risiko Saham Lengkap | yurissa icha | 4.5