Laut Teritorial – Pengertian, Batas Zona Ekonomi Eksklusif Dan Landas Kontinen Lengkap

Posted on

Pengertian Laut Teritorial, Batas Zona Ekonomi Eksklusif Dan Landas Kontinen Lengkap

Laut Teritorial – Laut teritorial adalah wilayah kedaulatan negara pantai yang selain wilayah daratan perairan, dan juga pedalamannya. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, Jepang dan Filipina laut teritorial ini juga mencakup perairan internal. Yaitu jalur laut yang berbatasan langsung dengan perairan pada kepulauannya. Pengertian kedaulatan atas wilayah tersebut mencakup ruang udara, di atas laut teritorial tersebut dan dasar laut serta tanah di bagian bawahnya.

Laut Teritorial

Bagi negara yang mempunyai wilayah laut teritorial tersebut berhak untuk melintasinya, baik bagi kapal laut atau pesawat udara. Sehingga jika ada pesawat atau kapal asing yang memasuki batas teritorial dapat segera diwaspadai, karena laut teritorial masih menjadi milik negara yang berdaulat atasnya.

Pengertian laut teritorial menurut Unclos 1982 adalah garis baseline atau garis pangkal dasar, yang lebarnya sekitar 12 mil dari laut. Hal itu dikuatkan juga oleh Konversi PBB. Kedaulatan atas laut teritorial suatu negara dilaksanakan menurut ketentuan Konversi PBB mengenai hukum laut. Lebar sabuk pada perairan pesisir adalah sejauh 12 mil dari garis dasar lurus sekitar 22.224 Km. yaitu garis yang ditarik pada pantai saat air laut surut.

Ada banyak aturan yang berhubungan dengan laut teritorial, apa saja yang dibolehkan dan tidak dibolehkan dalam lingkungan laut teritorial tersebut. biasanya batas laut teritorial itu sudah dijaga ketat oleh TNI angkatan laut. Sehingga apabila terdapat pelanggaran pada wilayah laut teritorial Indonesia, maka akan langsung ditangani.

Baca Juga :  Dinamika Penduduk : Pengertian, Dampak, Faktor, Kelompok, Komposisi dan Solusinya Lengkap

Kebalikannya dari laut teritorial yaitu laut bebas. Laut bebas adalah wilayah perairan laut yang tidak termasuk dalam laut teritorial, atau perairan pedalaman di suatu negara. Pemanfaatan pada laut bebas baik dari segi SDA yang dikandungnya atau dari segi navigasinya, harus bisa dinikmati dan juga dimanfaatkan oleh seluruh umat manusia. Dan juga tidak boleh dimonopoli oleh satu atau segelintir negara yang kuat saja.

Prinsip itu jugalah yang melahirkan hak dan kewajiban yang umum setiap negara pada laut bebas. Dan hak dan kewajiban khusus seperti misalnya seperti menyediakan sarana pencarian dan penyelamatan SAR yang memadai, dan juga pelestarian lingkungan laut.

Konveksi hukum laut mengingatkan bahwa laut bebas hanya boleh digunakan untuk keperluan damai saja. Sehingga suatu negara tak bisa mengklaim setiap bagian laut bebas menjadi kedaulatan atau miliknya.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan posisi silangnya, yang sangat strategis. Yang terletak diantara dua benua dan dua samudra. Luas kepulauan Indonesia adalah 9,8 juta km² (seluruh wilayah Indonesia), dan luas wilayah lautnya 7,9 juta km². posisi silang yang strategis ini yang menyebabkan Indonesia memiliki peran yang penting di dalam lalu lintas laut, tapi posisi silang yang seperti ini bukan hanya menguntungkan saja. Tapi juga membahayakan bagi negara, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya atau pertahanakan dan keamanan.

Indonesia membuat peraturan yang jelas dan tegas tentang batas wilayah perairan laut negara RI, supaya bahaya yang mungkin timbul bisa dicegah. Indonesia menganut persetujuan Hukum Laut Internasional yang sudah disepakati di tahun 1982. Berdasarkan kesepakatan tersebut wilayah perairan di Indonesia yang mencakup batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif.

Baca Juga :  Perairan Darat - Pengertian, Macam dan Manfaat Beserta Penjelasannya Lengkap

Batas Laut Teritorial

Batas laut teritorial adalah batas laut yang ditarik dari garis dasar dengan jarak 12 mil ke arah laut. Garis dasar merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung pulau terluar dari Indonesia. Laut yang berlokasi di dalam garis batas ini, adalah laut pedalaman. Dalam batas laut teritorial tersebut Indonesia memiliki hak dan kedaulatan sepenuhnya. Dan negara lain bisa berlayar di wilayah ini atas izin dari pemerintah Indonesia.

Batas Landas Kontinen

Landas kontinen adalah dasar laut yang bila dilihat dari segi geologi, atau geomorfologinya adalah kelanjutan dari kontinen atau benua. Kedalaman pada landas kontinen tak lebih dari 150 M. batas pada landas kontinen diukur mulai dari garis pantai ke arah luar, dengan jarak yang paling jauh yaitu 200 mil. Bila ada dua negara yang berdampingan menguasai laut di dalam satu landas kontinen, dengan jarak kurang dari 400 mil, maka batas kontinen masing-masing negara ditarik sama jauhnya dengan garis dasar masing-masing. Kewajiban negara tersebut adalah tidak mengganggu lalu lintas pelayaran damai, dalam batas kontinen.

Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia menetapkan deklarasi yang dikenal dengan nama Deklarasi Djuanda yang melahirkan wawasan nusantara. Di dalam deklarasi tersebut ditentukan batas perairan wilayah Indonesia adalah 12 mil dari garis pantai masing-masing pulau sampai ke titik yang paling luar.

Tanggal 21 Maret 1980 pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, sepanjang 200 mil. Yang diukur dari garis pangkal wilayah Indonesia. ZEE adalah wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau paling luar ketika air surut. Dalam zona ini Indonesia mempunyai hak untuk segala jenis kegiatan eksplorasi dan eksploitasi SDA pada permukaan laut, di dasar dan bawah laut, dan mengadakan sebuah penelitian sumber daya hayati atau sumber daya laut yang lainnya.

Baca Juga :  3 Pola Curah Hujan di indonesia Beserta Penjelesannya

Sekian pembahasan lengkap tentang laut teritorial Indonesia, serta laut bebas, batas landas kontinen dan batas ZEE. Semoga bisa dipahami dan dipelajari kembali, dan semoga bisa menambah wawasan anda tentang wilayah perairan di Indonesia.

Baca Juga :