[LENGKAP] Pengertian Geografi Beserta Konsep dan Ruang Lingkupnya Lengkap

Pengertian dan Ruang Lingkup Geografi

Pengertian Geografi

Perkembangan ilmu geografi diawali dan pengenalan manusia terhadap alam lingkungannya, baik yang mendukung maupun yang menghalangi kehidupannya. Pengenalan itu tidak hanya terbatas pada wilayahnya sendiri, tetapi sampai ke wilayah lain. Hal itu didorong oleh upaya pemenuhan kebutuhan yang tidak terdapat di wilayahnya.

Pengertian Geografi Beserta Konsep dan Ruang Lingkupnya

Kegiatan perjalanan dan perdagangan dapat memperluas pengetahuan manusia mengenai daerah yang dikunjunginya, baik mengenai keadaan alam maupun budaya penduduknya. Pengetahuan itu mula-mula hanya disampaikan dalam bentuk cerita oleh seseorang kepada orang lain. Adapun untuk mempermudah perjalanan berikutnya, pengalaman perjalanan tersebut dilukiskan dalam bentuk peta.

Makin luasnya pengenalan dan pengetahuan rentang wilayah, termasuk aspek alam dan budaya penduduk, selanjutnya cerita perjalanan disajikan dalam bentuk , tertulis. Dokumen itulah yang kemudian menjadi dasar pengetahuan geografi.

Kata geografi berasal dan bahasa Yunani, yaitu geo dan graphein. Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan. Secara umum geografi berarti tulisan tentang bumi. Istilah geografi pertama kali dikenalkan oleb Eratosthenes dengan nama geographica.

Perhatian tentang bumi dalam geografI bukan hanya berhubungan dengan fisik alamiah bumi dan bagian-bagian alam semesta yang berpengaruh terhadap bumi saja. Akan tetapi, meliputi semua fenomena yang ada di permukaan bumi, baik lingkungan fisik maupun sosial.

Perhatikanlah lingkungan atau wilayah sekitarmu! Di dalamnya terdapat lingkungan fisik, antara lain tanah, air, dan udara serta makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Antara manusia dan lingkungannya terdapat hubungan timbal balik. Misalnya, di satu sisi manusia membutuhkan lahan yang subur untuk bercocok tanam, sedangkan di lain sisi terjadi kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia. Kerusakan tersebut antara lain penggundulan hutan dan eksploitasi bahan tambang.

Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya itu disebut interaksi yang merupakan inti kajian geografi.

Meskipun interaksi antara manusia dan lingkungannya merupakan inti kajian geografi, terdapat berbagai pendapat mengenai hakikat, konsep, dan batasan geografi, antara lain sebagai berikut:

  • Strabo (1970): Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakteristik tertentu, dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Konsep itu disebut Natural Attribute of Place.
  • Preston E. James (1959): Geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena banyak bidang ilmu pengetahuan yang selalu dimulai dan keadaan permukaan bumi, kemudian beralih pada studinya masing-masing.

Frank Debenham (1950): Ia berpendapat bahwa tugas ahli geografi adalah sebagai berikut.

  • Mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta.
  • Menemukan hubungan antara kehidupan manusia dan lingkungan fisik.
  • Menjelaskan interaksi antara kekuatan manusia dan alam.

James Fairgrive (1966): Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik man usia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan—kemajuan di dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dan berbagai aspek dan gejala geografi.

Baca Juga :  Proses Pembentukan Tanah : Pengertian, Komponen, fase dan Faktornya Lengkap

Prof Bintarto (1981): Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fIsik maupun menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

Hasil Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang, tahun 1988: Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai geografi, tetapi semua ahli geografi sepakat adanya elemen-elemen yang sama sebagai berikut.

  • Geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi (earth science) dengan objek permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan tempat manusia dapat mengubah dan membangunnya.
  • Geografi memperhatikan persebaran manusia dalam ruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Ahli geografi mencari cara untuk memanfaatkan ruang dan sumber daya dengan menekankan pada pengelolaan wilayah yang tepat.
  • Dalam geografi terdapat unsur-unsur utama, antara lain jarak, interaksi, gerakan, dan persebaran.

Berdasarkan pengkajian dan analisis para ahli geografi, pandangan terhadap geografi mengalami perkembangan. Akan tetapi, hingga saat mi studi geografi dibedakan menjadi dua, yaitu geografi sistematik (geografi ortodoks) dan geografi terpadu (geografi terintegrasi).

Geografi ortodoks

Geografi ortodoks adalah geografi yang bidang kajiannya suatu wilayah (region) dan analisis terhadap sifat sistematiknya. Terdapat empat kajian dalam geografi ortodoks, yaitu geografi fisik, geografi manusia, geografi regional, dan geografi teknik.

  • Geografi fisik mempelajari tentang gejala fisik dan permukaan bumi yang meliputi tanah, air, dan udara dengan segala prosesnya. Kerangka kerja geografi fisik ini ditunjang antara lain oleh geologi, geomorfologi, pedologi, meteorologi, klimatologi, dan oseanografi.
  • Geografi manusia mempelajari tentang kependudukan, aktivitas ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kerangka kerja geografi manusia ini ditunjang antara lain oleh geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi perdesaan, dan geografi perkotaan.
  • Geografi regional mempelajari perwilayahan, misalnya geografi daerah tropik, geografi daerah arid, dan geografi daerah kutub. Adapun geografi regional yang menitikberatkan pada kultur misalnya geografi Asia Tenggara, geografi Amerika Latin, dan geografi EropaBarat.
  • Geografi teknik terdiri atas kartografi, pengindraan jauh, dan metode kuantitatif.

Geografi Terintegrasi

Geografi terintegrasi merupakan kajian geografi dengan pendekatan terpadu, yaitu integrasi elemen-elemen geografi sistematik yang terdiri dan geografi fisik dan geografi manusia dengan geografi regional yang terdiri dan geografi regional dan geografi regional kultur.

Geografi terintegrasi dalam kajiannya menggunakan tiga analisis, yaitu analisis keruangan, ekologi, dan wilayah.

Hakikat dan Ruang Lingkup Studi Geografi

Studi geografi pada hakikatnya merupakan pengkajian keruangan tentang fenomena dan masalah kehidupan manusia. Studi itu disusun berdasarkan hasil observasi berbagai fenomena di lapangan. Hasil observasi di lapangan akan membentuk pola abstrak dan fenomena yang diamati. Pola abstrak itulah yang disebut konsep geografi. Oleh karena itu, tanpa kerja lapangan tidak akan menghasilkan konsep tentang hakikat fenomena dan masalah kehidupan yang sebenarnya.

Guna menghasilkan konsep fenomena geografi diperlukan analisis fenomena manusia, fenomena alam, serta persebaran dan interaksinya dalam ruang. Adapun untuk menunjukkan dan menjelaskan fenomena-fenomena tersebut di permukaan bumi diawali dengan mengajukan enam pertanyaan pokok, Yaitu: where, when, why, who, dan how (5W 1H). Misalnya, untuk menjelaskan kelaparan maka pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah apa yang terjadi, di mana fenomena itu terjadi, kapan fenomena itu terjadi, mengapa fenomena itu terjadi, siapa saja yang sedang mengalami, dan bagaimana usaha-usaha untuk mengatasi.

Baca Juga :  Interpretasi Citra : Pengertian, Unsur Dan Contoh Beserta Penjelasannya Lengkap

Pokok-pokok ruang lingkup geografi menurut Rhoads Murphey (1966) dalam bukunya The Scope of Geography adalah sebagai berikut.

  • Persebaran dan keterkaitan antara penduduk di permukaan bumi dan aspek-aspek keruangan, serta usaha manusia untuk memanfaatkannya.
  • Interekasi antara manusia dan lingkungan fisik sebagai bagian dan studi perbedaan wilayah.
  • Kerangka wilayah dan analisis wilayah secara khusus.

Berdasarkan ketiga pokok ruang lingkup geografi tersebut jelaslah bahwa ruang lingkup geografi vtidak dapat dilepaskan dan aspek manusia dan alam. Selanjutnya, analisis hubungan antara manusia dan lingkungannya dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan wilayah dan persebarannya dalam ruang.

Ruang lingkup geografi tersebut juga mencerminkan karakter geografi sebagai bidang ilmu pengetahuan yang berbeda dengan bidang ilmu pengetahuan lainnya.

Pendekatan Geografi

Agar dapat dibedakan dengan ilmu yang lain, geografi sebagai ilmu kebumian selalu mengkaji hubungan timbal balik antara fenomena dan permasalahannya dengan pendekatan keruangan, ekologi, dan regional kompleks.

Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan dalam geografi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan keruangan terdi-ri atas pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional. Secara teoritis pendekatan tersebut dapat dipisahkan, tetapi dalam kenyataannya akan saling berhubungan.

Pendekatan Topik

Guna mempelajari masalah geografi di suatu wilayah dapat dimulai dan top 1k tertentu yang menjadi perhatian utama seperti contoh di atas, yaitu tentang kelaparan. Kelaparan di daerah yang bersangkutan vdapat diungkapkan jenisnya, sebabnya, persebarannya, intensitasny dan interelasinya dengan gejala-gejala lain di sekitarnya sehingga diperoleh deskripsi tentang kelaparan itu.

Selama melakukan pendekatan topik tidak boleh melepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi tempat gejala. Misalnya, faktor manusia dengan keadaan fisik alamnya tidak boleh diabaikan. Berdasarkan landasan keruangan itu akan dapat dibandingkan karakteristik gejala di suatu daerah dengan gejala di daerah lain.

Pendekatan Aktivitas Manusia

Pendekatan aktivitas manusia digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan manusia atau kegiatan penduduk. Pengungkapan aktivitas penduduk ditinjau dan persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berkenaan dengan segala aktivitas.

Ditinjau dan persebarannya, misalnya dibedakan berdasarkan mata pencaharian penduduk. Contohnya, aktivitas penduduk ada yangberlangsung di daerah pegunungan, dataran rendah, dekat sungai, jauh dan sungai, dan di pantai.

Berdasarkan persebaran kegiatan penduduk tersebut selanjutnya dapat diungkapkan interelasinya dengan faktor-faktor geografi, antara lain kesuburan tanah, hidrografi, komunikasi, transportasi, dan morfologi lahan. Oleh karena itu, dapat dibuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan persebarannya dalam ruang dan berdasarkan interelasi keruangannya dengan gejala-gejala yang lain.

Pendekatan Regional

Region dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas. Karena memiliki karakteristik yang khas sebuah region dapat dibedakan dengan region-region lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut, pendekatan regional berarti pengkaji suatu gejala atau masalah dan sebuahgp menurut ppt gejala atau masalah itu tersebar. Pendekatan regional menekankan pada region sebagai ruang tempat terjadinya suatu gejala atau fenomena. Di dalam pendekatan regional yang menjadi perhatian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran serta cara mengubah pola tersebut agar persebarannya lebih efisien dan lebih wajar.

Baca Juga :  Persebaran Flora dan Fauna di Dunia - Ciri, Daerah, Faktor, Penyebab Beserta Hambatannya

Unsur-unsur yang selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruangan adalah jarak, pola, site dan situasi, aksesibilitas, serta keterkaitan.

  • Unsur jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif (sosial) yang dapat berpengaruh terhadap keakraban, keseganan, rasa asing, dan kesenjangan sosial.
  • Unsur pola, misalnya struktur geologi yang dapat mempengaruhi pola permukiman dan peragihan sumber air yang berpengaruh terhadap pola tata guna lahan.
  • Unsur rempat (site) dan situasi, erat hubungannya dengan sifat dan fungsi suatu desa dan kota.
  • Unsur aksesibilitas, erat hubungannya dengan topografi dan teknologi wilayah tertentu. Suatu wilayah dengan aksesibilitas yang tinggi akan mempunyai tingkat kemajuan yan lebih pesat dibandingkan dengan wilayah yang aksesibiltasnya rendah.
  • Unsur keterkaitan, banyak menentukan kualitas dan kuantitas hubungan fungsional antartempat. Besar atau kecilnya keterkaitan itu bergantung pada kepentingan antar tempat sehingga dapat terjadi pertukaran barang dan mobilitas penduduk. Dalam jangka panjang unsur keterkaitan dapat mengubah atau mempengaruhi pola kehidupan (life pattern) penduduk di beberapa tempat.

Pendekatan Ekologi

Geografi dan ekologi merupakan dua bidang ilmu yang berbeda sehingga prinsip dan konsep yang berlaku pada kedua bidang ilmu tersebut juga berbeda. Namun, kedua ilmu tersebut dapat saling menunjang dan saling membantu.

Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungannya yang membentuk sistem ekologi atau  ekosistem.

Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah menelaah gejala atau fenomena dengan menggunakan kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Di dalam pendekatan itu suatu wilayah dikaji dengan pengertian areal difirentiation. Areal differentiation adaiah anggapan bahwa interaksi antarwilayah akan berkembang karena adanya perbedaan. Perbedaan itu selanjutnya mengakibatkan terjadinya proses permintaan dan penawaran. Selain itu, diperhatikan pula persebarannya (analisis keruangan) dan interaksi manusia dengan lingkungannya (analisis ekologi).

Pendugaan wilayah (regional forecasting) dan perancangan wilayah (regional planning) merupakan aspek penting dalam analisis kompleks wilayah. Contohnya adalah dalam perancangan wilayah permukiman transmigrasi.

Sebelum suatu daerah dibuka untuk dijadikan lokasi transmigrasi, langkah awal yang perlu dilakukan antara lain berikut ini :

  • Mengadakan studi kelayakan tentang kondisi fisik lahan, misalnya air tanah, morfologi, kesuburan tanah, dan drainase.
  • Mengkaji kesiapan masyarakat sekitar dalam mendukung terlaksananya program transmigrasi.
  • Melakukan analisis regional untuk menentukan daerah-daerah yang akan dijadikan lokasi permukiman lokasi garapan, serta lokasi fasilitas sosial misalnya pasar dan tempat ibadah.

Contoh lain adalah pendugaan wilayah untuk nodal region. Nodal region (wilayah nodus) adalah wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan. Antarpusat kegiatan itu saling dihubungkan dengan garis melingkar, misalnya jalur jalan. Antarpusat kegiatan pada wilayah nodus terdapat hubungan fungsional sehingga disebut juga wilayah fungsional (functional region). Oleh karena itu, dapat dilakukan pendugaan dalam periode tertentu. Misalnya, program kependudukan perlu diperhatikan agar keseimbangan ekosistem dalam wilayah nodus tetap terpelihara.

Baca Juga :

[LENGKAP] Pengertian Geografi Beserta Konsep dan Ruang Lingkupnya Lengkap | hasbimutsani | 4.5