Pengertian Doktrin Dalam Berbagai Bidang Lengkap

Pengertian Doktrin Dalam Berbagai Bidang Lengkap

Pengertian Doktrin Dalam Berbagai Bidang Lengkap

Doktrin Adalah – Pengertian doktrin adalah ajaran di dalam ilmu atau suatu bidang tertentu yang diterapkan dengan sedemikian rupa, oleh seseorang atau sekelompok orang pada orang yang lainnya dengan sebuah tujuan yang lebih spesifik.

Pengertian Doktrin Dalam Berbagai Bidang Lengkap

Yang dimaksud dengan doktrin hukum adalah ajaran dari kaum sarjana hukum, yang dibuat dan dipertahankan oleh sistem peradilan yang menjadi kebalikan dari yurisprudensi. (Andi Hamzah : 1986).

Definisi dari doktrin hukum yaitu pemikiran dari sarjana hukum yang berhubungan dengan hukum tersebut, yang bisa dituangkan ke dalam forum penelitian, buku, seminar dan lain sebagainya. (Chainur Arrasjid : 2001).

Pengertian doktrin di dalam agama kristen yaitu beberapa ajaran dan juga kebiasaan yang berlaku secara normal, di dalan kehidupan agama kristen. Sifat dari doktrin ini tidak mengikat pada individu, dapat dianut atau diabaikan.

Pengertian doktrin internasional adalah suatu pernyataan kebijakan dari pemerintah yang berhubungan dengan hubungan internasional antar negara, misalnya doktrin Truman dan doktrin Monroe.

Secara umum doktrin identik dengan asas yang berlandaskan agama, politik, atau ilmu kenegaraan yang tidak disebarluaskan secara umum di dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain kesimpulannya adalah doktrin biasa digunakan sebagai sebuah ilmu/ajaran tertentu yang disampaikan dengan teknik pengajaran dan juga pendekatan khusus, pada orang-orang yang khusus atau tertentu saja. Yang di dalam hal ini dapat dikatakan bahwa doktrin bukan sebuah ajaran yang harus diketahui oleh semua orang atau khalayak umum dengan cara terang-terangan.

Baca Juga :  Contoh Surat Pernyataan Pekerja Bebas Untuk Perusahaan

Doktrin juga digunakan sebagai alat atau suatu ilmu tertentu yang pada dasarnya penyampaianya memang dimaksudkan untuk sebuah tujuan tertentu. Di dalam beberapa kasus ada beberapa doktrin yang dianggap sebagai hal yang menyalahi aturan, yang tak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya atau bahkan dilarang untuk disebarluaskan. Biasanya hal ini menyangkut beberapa ajaran yang berbau agama, serta aliran tertentu yang bisa saja menyesatkan umat dan juga tak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, yang dimana pemerintah sebagai lembaga penyelenggara negara akan bertindak dengan tegas serta mengambil beberapa langkah hukum yang diperlukan untuk menangani masalah penyebaran doktrin yang menyesatkan.

Di dalam suatu ilmu atau bidang tertentu, ada juga doktrin yang digunakan sebagai asas dasar dalam mengambil beragam keputusan yang dimana doktrin yang digunakan lebih dulu melalui serangkaian penelitian oleh para ahli pada bidang tersebut.

Beberapa contoh doktrin misalnya :

  • Doktrin tentang suatu ajaran agama tertentu, yang dimana di dalam beberapa kasus hal ini justru mengarah pada sebuah ajaran yang radikal dan juga tak sesuai dengan perundang-undangan. Misalnya doktrin islam liberal.
  • Doktrin yang digunakan oleh beberapa orang tertentu yang berprofesi di dalam bidang yang jarang digeluti oleh orang yang awam, biasanya mereka memiliki karir dan tergabung di dalam sebuah organisasi tertentu yang tentu saja membuat mereka terlibat dalam sebuah profesi yang tak lazim, seperti misalnya mata-mata pada sebuah negara. Misalnya doktrin TNI.

Definisi Doktrin Serta Pemahamannya

Doktrin adalah suatu ajaran atau pendapat dari para ahli hukum yang terkemuka, serta memperoleh pengakuan dari masyarakat. Misalnya hakim ketika memeriksa perkara atau di dalam pertimbangan, yang putusannya menyebut pendapat ahli hukum tertentu. Sehingga hakim dianggap sudah menemukan hukum dalam sebuah doktrin, sehingga doktrin yang demikian sudah menjadi sumber hukum yang formil. Dalam pasal 8 ayat 1 Mahkamah Internasional menetapkan bahwa doktrin adalah salah satu sumber hukum formil.

Baca Juga :  Contoh Surat Pernyataan Pengalaman Kerja Anak Magang

Doktrin menurut R. Soeroso adalah pendapat dari para sarjana hukum yang pengaruhnya besar pada hakim dalam mengambil keputusan. Doktrin ini juga bisa menjadi hukum formal apabila telah menjadi hukum formal dan bila telah menjelma menjadi putusan dari hakim.

Doktrin ini tidak bersifat mengikat seperti UU, kebiasaan, traktat dan yuriprudensi, sehingga doktrin bukan bagian dari hukum. Doktrin hanya mempunyai wibawa yang dipandangan dengan bersifat objektif, sehingga sering digunakan sebagai sumber pembentukan hukum, dan bisa dijadikan dasar pengambilan bagi putusan hakim.

Pendapat yang dipandang sebagai acuan dari hakim ini bisa digunakan untuk menjelaskan ketentuan hukum, sehingga bisa membantu dalam perkembangan hukum internasional. Doktrin sebagaimana halnya dengan yuriprudensi, yang dimana kedua bahan acuan ini sifatnya tambahan atau pelengkap yang berarti bisa dikemukakan untuk membuktikan adanya sebuah kaidah hukum. Tapi karena sifat doktrin yang tak mengikat, maka doktrin ini tak bisa menimbulkan kaidah hukum. Namun memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perlembagaan hukum internasional.

Doktrin yang sering kita jumpai disebut dengan dogma. Pengertian dari dogmatis adalah ilmu pengetahuan hukum dogmatis, yang merupakan bagian dari ilmu hukum yang tujuannya adalah untuk menyelidiki hubungan diantara berbagai aturan hukum, yang mengaturnya di dalam sebuah sistem dengan mengumpulkan aturan baru serta pemecahan dalam persoalan tertentu.

Doktrin hukum dalam arti sempit menurut Jan Gissels dan van Hoecke adalah suatu hal yang bertujuan untuk memaparkan dan menstrukturisasi dan dalam arti tertentu, yang menjelaskan tentang hukum positif yang berlaku. Ajaran hukum ini tidak bisa membatasi pada suatu pemaparan dan juga strukturisasi, melainkan dengan cara sadar mengambil sikap yang berkenaan dengan butir yang diperdebatkan. Ajaran hukum ini tak hanya bersifay deskriptif saja, melainkan juga perspesktif atau sifatnya normatif.

Baca Juga :  Contoh Surat Resmi Sekolah

Menurut Bruggink doktrin hukum adalah ilmu hukum yang merupakan bagian yang utama dari pengajaran dalam fakultas hukum. Objek doktrin hukum merupakan hukum yang positif, yaitu konsep sistem aturan hukum dari putusan hukum. Yang bagian intinya ditetapkan oleh pihak pengambil kebijakan di dalam masyarakat tertentu. Perumusan dari aturan hukum disebut pembentukan hukum dan pengambilan keputusan hukum adalah penemuan hukum.

Sekian pemahaman dan penjelasan tentang pengertian doktrin dalam berbagai bidang yang ada dengan lengkap. Semoga artikel ini berguna bagi anda dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda.

Baca Juga :