Komponen Pengindraan Jauh (IndraJa) : Pengertian dan Penjelasannya Lengkap

Posted on

Pengertian dan Komponen Pengindraan Jauh (IndraJa) Beserta Penjelasannya Lengkap

KOMPONEN INDRAJA

Komponen-komponen dalam indraja merupakan serangkaian objek yang saling berkaitan dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk melakukan pengindraan.

Komponen Pengindraan Jauh (IndraJa)

Rangkaian komponen dalam indraja meliputi sumber tenaga, atmosfer, objek, sensor, wahana, perolehan  data, dan pengguna data.

Sumber tenaga dalam proses indraja terdiri atas tenaga alamiah dan tenaga buatan. Tenaga alamiah adalah sinar Matahari, sedangkan tenaga buatan adalah berupa gelombang mikro. Fungsi tenaga tersebut adalah menyinari objek permukaan bumi dan memantulkannya pada sensor. Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda. Hal itu bergantung pada keadaan cuaca, topografi atau bentuk permukaan bumi, dan waktu penyinaran. Jumlah energi yang diterima oleh suatu objek saat Matahari berada pada posisi tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (pagi atau sore hari). Makin banyak energi yang diterima suatu objek, makin cerah warna objek tersebut.

Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, antara lain karbon dioksida, nitrogen, dan oksigen. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan, dan melewatkan radiasi elektromagnetik. Oleh karena itu, di dalam indraja terdapat istilah jendela atmofer, yaitu bagian spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Dengan demikian keadaan atmosfer sangat berpengaruh terhadap pancaran energi.

Keadaan atmosfer dapat menghalangi pancaran sumber tanaga ke muka bumi. Kondisi tersebut berarti menghalangi pula interaksi antara tenaga dan objek.

Interaksi Antara Tenaga dan Objek

Interaksi antara tenaga dan objek dapat terlihat pada rona yang dihasilkan. Tiap-tiap objek memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat cerah pada citra, sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contohnya, batu gamping yang mempunyai daya pantul tinggi akan terlihat lebih cerah dari pada batu granit yang mempunyai daya pantul rendah.

READ  10 Batuan Pembentuk Permukaan Bumi : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya Lengkap

Sensor dan Wahana

Sensor

Sensor merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sensor fotografik dan sensor elektronik.

  • Sensor fotografik merekam objek melalui proses kimiawi yang dapat dipasang pada pesawat udara maupun satelit. Sensor fotografik itu menghasilkan foto. Sensor fotografik yang dipasang pada pesawat udara menghasilkan citra foto (foto udara), sedangkan jika dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit).
  • Sensor elektronik merupakan sensor yang bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik selanjutnya dapat diproses menjadi data visual atau digital dengan menggunakan komputer. Sensor elektronik itu menghasilkan citra indraja (lebih dikenal dengan sebutan citra).

Wahana

Wahana adalah kendaraan yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan data indraja. Berdasarkan ketinggian peredaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Pesawat terbang rendah sampai menengah, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya antara 1.000 m dan 9.000 m atas permukaan bumi.
  • Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dan 18.000 m di atas permukaan bumi.
  • Satelit, yaitu wahana yang ketinggian peredarannya antara 400 km sampai dengan 900 km di atas permukaan bumi.

Perolehan Data

Data indraja diperoleh dengan cara manual atau dengan cara numerik (digital). Secara manual data diperoleh melalui interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu yang dinamakan stereoskop. Stereoskop dapat digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi. Adapun secara numerik data diperoleh dengan menggunakan komputer.

Pengguna Data

Pengguna data merupakan komponen yang penting dalam sistem indraja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan informasi hasil indraja. Jika tidak ada pengguna, data indraja tidak ada manfaatnya.

READ  Pengertian Data, Tabel, Grafik dan Macamnya Menurut Ilmu Geografi

Data indraja sangat bermanfaat untuk memperoleh data spasial yang dapat digunakan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, kerincian, keandalan, dan kesesuaiannya terhadap kebutuhan pengguna sangat menentukan diterima atau tidaknya data hasil indraja oleh pengguna.