19 Pembagian Iklim Matahari Menurut Schmidth-Ferguson, Oldeman dan Junghuhn

Posted on

Pembagian Iklim Menurut Schmidth-Ferguson, Oldeman dan Junghuhn

Iklim Matahari

Iklim matahari didasarkan atas kedudukan Matahari terhadap tempat-tempat di permukaan bumi. Hal itu berkaitan dengan pergeseran semu Matahari antara lintang 23,5 °LU dan 23,5 °LS. Pergeseran semu Matahari itu menyebabkan terjadinya perbedaan suhu antara tempat yang satu dan tempat lain di permukaan bumi.

Pembagian Iklim

Iklim Matahari di permukaan bumi pertama kali dibuat pada zaman Yunani. Pada saat itu iklim di permukaan bumi dibagi menjadi tiga daerah yaitu, daerah tropika, sedang, dan kutub.

  • Daerah tropika ditandai oleh adanya temperatur yang terus-menerus tinggi dan tidak ada musim dingin (winter).
  • Daerah sedang ditandai oleh adanya perbedaan musim yang tegas. Satu musim umumnya panas atau hangat dan lainnya sejuk atau dingin.
  • Daerah kutub ditandai oleh tidak adanya musim panas (summer) dan temperaturnya rendah sepanjang tahun.

Pada tahun 1942, Kiages membuat kiasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur di permukaan bumi menjadi lima daerah, yaitu daerah tropika, subtropika, sedang, dingin, dan kutub.

Daerah Tropika

Rata-rata temperatur setahun di daerah tropika adalah antara 22 °C dan 28 °C, tetapi di beberapa tempat lebih dan 30 °C. Hal itu disebabkan kedudukan Matahari selalu berada di daerah tropika, yaitu antara 23,5 °LU dan 23,5 °LS.

Daerah Subtropika

Daerah subtropika terletak antara 23,5° LU/LS dan 30° LU/LS. Daerah subtropika merupakan daerah peralihan antara iklim tropika dan iklim sedang. Di daerah itu suhu udara selama 4 — 11 bulan di atas 20 °C. Oleh karena itu, di daerah itu curah hujan sangat sedikit dan terdapat gurun-gurun yang luas.

Daerah Sedang

Daerah sedang terletak antara 30 °LU/LS — 40 °LU/LS, antara lain wilayah Eropa, Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, dan Australia. Di daerah itu suhu udara selama 4— 12 bulan berkisar antara 10 °C — 12 °C.

Daerah Dingin

Daerah dingin terletak antara 40° LU/LS dan 66,5° LU/LS. Wilayahnya meliputi Amerika Utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.

Di daerah itu suhu udara selama 1 —4 bulan berkisar antara 10 °C —20 °C, sedangkan pada bulan lainya kurang dari 10 °C. Dengan demikian dapat diketahui bahwa di daerah itu musim dinginnya sangat dingin dan berlangsung lama, sedangkan musim panas hanya berlangsung singkat. Pada musim dingin tanah ditutupi saiju dan es, sedangkan pada musim panas banyak terbentuk rawa-rawa yang luas akibat mencairnya es.

READ  Sumber Daya Alam - Pengertian dan Pembagian Jenisnya Lengkap

Daerah Kutub

Daerah kutub terletak antara 66,5° LU/LS dan 90° LU/LS. Wilayahnya meliputi Kutub Utara (Greenland) dan Kutub Selatan (Antartika). Di daerah itu suhu udara rata-rata sangat rendah, yaitu —1 °C. Oleh karena itu, di daerah itu terdapat salju abadi.

Pembagian Iklim Menurut W.Koppen

Klasifikasi iklim menurut Koppen berdasarkan rata-rata curah hujan dan temperatur, baik bulanan maupun tahunan. Hal itu disebabkan curah hujan dan temperatur merupakan unsur yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan di permukaan bumi. Berdasarkan alasan tersebut Koppen membagi permukaan bumi menjadi lima golongan iklim.

Iklim Hujan Tropis (A)

Daerah yang termasuk iklim hujan tropika adalah daerah yang mempunyai temperatur bulanan terdingin lebih dan 8 °C atau 64 °F. Iklim itu dibagi menjadi tiga tipe iklim, yaitu sebagai berikut.

  • Hutan Hujan Tropika (Af)

Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang pada bulan terkering, curah hujan rata-rata lebih dan 60 mm. Oleh karena itu, di daerah itu terdapat hutan-hutan yang lebat. Di Indonesia tipe iklim itu terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.

  • Monsun Tropika (Am)

Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah dapat mengimbangi kekurangan hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah itu masih terdapat hutan yang cukup lebat. Di Indonesia tipe iklim mi meliputi wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.

  • Savana (Aw)

Daerah yang temasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah tidak dapat mengimbangi kekurangan hujan pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, vegetasi yang terdapat di daerah itu hanya berupa padang rumput dan pohon-pohon yang jarang. Di Indonesia tipe iklim savana meliputi wilayah Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, SulawesiTenggara, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.

Iklim Kering (B)

Daerah yang termasuk iklim kering adalah daerah yang mempunyai tingkat penguapan (evaporasi) Iebih tinggi daripada curah hujan (presipitasi). Oleh karena itu, di daerah itu tidak ada persediaan air yang cukup untuk mendukung kehidupan tanaman. Hanya tanaman-tanaman tertentu yang dapat hidup di daerah yang beriklim kering, contohnya kaktus . Iklim kering dibagi menjadi dua tipe iklim, yaitu stepa dan Termasuk dalam iklim hujan tropis

READ  4 Prinsip Geografi : Distribusi, Interelasi, Deskripsi dan Korologinya Lengkap

Iklim Stepa (BS)

Daerah yang termasuk ikiim stepa adalah daerah setengah kering (semi arid) dengan curah hujan di lintang rendah antara 380 — 760 mm/tahun.

Iklim Padang Pasir (BW)

Daerah yang termasuk iklim gurun, yaitu daerah kering (arid) yang mempunyai curah hujan kurang dan 250 mm/tahun.

Iklim Sedang (C)

Daerah yang mempunyai iklim sedang adalah daerah yang suhu udara rata-rata bulan terdinginnya lebih besar dan —3 °C, tetapi lebih kecil dan 18 °C. Adapun rata-rata suhu udara bulanan terpanas lebih besar dari 10 °C. Iklim itu dibagi menjadi tiga tipe iklim, yaitu sebagai berikut.

Iklim Sedang dengan Musim Panas yang Kering (Cs)

Daerah yang termasuk iklim itu ditandai adanya musim panas yang kering, yaitu apabila jumlah hujan terkering pada musim panas lebih kecil dan sepertiga jumlah hujan bulan terbasah pada musim dingin. Pada bulan terkering hujannya lebih kecil dan 30 mm.

Iklim Sedang dengan Musim Dingin yang Kering (Cw)

Daerah yang termasuk iklim itu ditandai adanya musim panas yang lembap dan musim dingin yang kering. Dikatakan musim dingin yang kering apabila jumlah hujan rata-rata pada musim dingin lebih kecil dan sepersepuluh jumlah hujan bulan terbasah pada musim panas.

Iklim Sedang yang Lembap (Cf)

Daerah yang termasuk iklim mi selalu lembap sepanjang tahun.

Iklim Dingin (D)

Daerah yang termasuk iklim dingin mempunyai temperatur rata-rata nulan-bulan terdingin kurang dan —3 °C dan rata-rata bulan-bulan terpanas lebih dan 10 °C. Iklim itu dibagi menjadi dua tipe iklim, yaitu sebagai berikut.

  • Iklim dingin dengan musim dingin yang kering (Dw).
  • Iklim dingin tanpa periode siang (Df).

Iklim Kutub (E)

Daerah yang termasuk iklim kutub mempunyai rata-rata temperatur bulan terpanas kurang dan 10 °C. Iklim itu dibagi menjadi dua tipe iklim, yaitu sebagai berikut.

Iklim Tundra (ET)

Pada daerah iklim tundra rata-rata temperatur bulan terpanas lebih besar dan 0 °C, tetapi lebih kecil dan 10 °C. Oleh karena itu, di daerah itu hanya terdapat lumut.

READ  Pengertian dan Jenis-jenis Peta Beserta Penjelasannya Lengkap

Iklim Es- Salju Abadi (EF)

Pada daerah ikiim es-saiju abadi rata-rata temperatur bulan terpanas lebih kecil dan 0 °C. Oleh karena itu, di daerah itu terdapat es-saiju abadi.

Pembagian Iklim Menurut Schmidth-Ferguson

Dasar klasifikasi iklim Schmidth-Ferguson adalah adanya bulan basah dan bulan kering. Bulan basah adalah bulan yang curah hujannya lebih besar dan 100 mm. Bulan kering adalah bulan yang curah hujannya kurang dan 60 mm. Keduanya menggunakan suatu rasio Q, yaitu perbandingan antara jumlah rata-rata bulan kering dan rata-rata bulan basah untuk membuat penggolongan iklim.

Pembagian IkIim Menurut Oldeman

Oldeman membuat idasifikasi iklim berdasarkan adanya bulan basah yang berturut-turut dan kering yang berturut-turut pula. Kiasifikasi itu terutama untuk keperluan pertanian. Bulan basah bulan dengan curah hujan > 200 mm, sedangkan bulan kering curah hujannya < 100 mm.

Berdasarkan adanya bulan basah yang berturut-turut, Oldeman membuat 5 zona agroklimat sebagai berikut.

  • Zona A bulan basah > 9 kali berturut-turut.
  • Zona B bulan basah 7 — 9 kali berturut-turut.
  • Zona C bulan basah 5 — 6 kali berturut-turut.
  • Zona D bulan basah 3 — 4 kali berturut-turut.
  • Zona E bulan basah < 3 kali berturut-turut.

Pembagian IkIim Menurut

Pembagian Iklim Menurut Schmidth-Ferguson, Oldeman dan Junghuhn

Junghuhn membuat kiasifikasi ildim berdasarkan ketinggian tempat. Klasifikasi itu sangat penting karena ketinggian suatu tempat mempengaruhi jenis tanaman yang dapat tumbuh di daerah tersebut. Hal itu didasarkan atas perbedaan suhu udara, yaitu makin tinggi suatu tempat makin rendah suhu udara nya. Junghuhn membagi zona iklim menjadi empat, sebagai berikut.

  • Zona iklim panas (0—700 meter). Jenis tanaman yang cocok antara lain padi, tebu, kelapa, dan jagung.
  • Zona iklim sedang (700— 1.500 meter). Jenis tanaman yang cocok antara lain kopi, teh, karet, dan kina.
  • Zona iklim sejuk (1.500 — 2.500 meter). Jenis tanaman yang cocok antara lain pinus dan cemara.
  • Zona iklim dingin (di atas 2.500 meter). Pada daerah mi hanya terdapat lumut.

Baca Juga :