Menginterpretasi Makna Teks Cerpen Terlengkap

Menginterpretasi Makna Teks Cerpen Terlengkap

Cerita pendek biasa disebut cerpen. Cerpen ialah kisah fiksi yang menceritakan kehidupan tokoh dengan penceritaan singkat. Meskipun demikian, ciri mendasar sebuah cerpen bukan terletak pada panjang atau pendeknya cerita, melainkan pada isi atau masalah yang diceritakan di dalamnya.

Menginterpretasi Makna Teks Cerpen Terlengkap

Cerpen banyak ragamnya. Ada cerpen yang berkisah tentang suatu kejadian yang mengharukan, menyedihkan, atau menggembirakan. Bahkan ada pula cerpen-cerpen yang ditulis dan kejadian yang menggelikan. Sebuah cerpen menjadi menarik bila sang penulis mampu mengolah dan meramu kejadian itu.

Dibandingkan novel, cerpen kurang kompleks dalam penceritaannya. Cerpen biasanya lebih memusatkan perhatiannya pada satu kejadian, mempunyai satu plot, jumlah tokoh yang terbatas, dan mencakup jangka waktu yang singkat.

Menceritakan Kembali Isi Cerpen

Menceritakan kembali isi cerpen bermakna mengisahkan kembali isi cerpen yang sudah kita baca dihadapan orang-orang. Pekerjaan ini sebenarnya tidak susah. Kita hanya memerlukan daya ingat yang tajam dan keterampilan berbicara di depan umum.

Daya ingat diperlukan agar kita dapat mengulang kembali secara menyeluruh isi cerpen. Keterampilan berbicara dibutuhkan supaya orang yang mendengarkan cerita kita menjadi senang dan bahkan terbuai dengan cerita kita itu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses menceritakan kembali isi cerpen adalah sebagai berikut.

Alat Visualisasi

Visualisasi berupa gerak tangan atau mimik wajah membuat cerita menjadi lebih menarik dan hidup. apalagi bila ditambah dengan perangkat lain, seperti benda atau barang yang mendukung cerita. Alat visualisasi penting untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak.

Baca Juga :  (Resensi Lengkap) Rangkuman Isi Buku Pengetahuan Populer

Cara Variatif

Cara yang bervariasi dalam menceritakan kembali isi cerpen amat diperlukan. Dialog atau narasi yang diselingi kata-kata puitis dan bahkan kita mencoba mendramatisasikannya akan menjadikan cerpen itu lebih menarik.

Hindari Gaya Monoton

Gaya yang monoton akan membuat cerpen tidak menarik. Karena itu, gaya mi harus dihindari dengan cara menceritakan konflik dalam cerpen dan yang biasa terlebih dahulu. Selanjutnya, mulai meningkat hingga akhirnya berujung pada konflik yang berat.

Cerpen bisa ditulis kembali oleh orang yang berbeda. Namun, penulisan kembali itu tidak boleh sama dengan apa yang telah ditulis oleh penulis aslinya. Jika masih sama, penulisan itu tidak berbeda dengan usaha plagiat. Plagiat ialah mengambil karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karya sendiri. Menulis kembali cerpen berarti menulis ulang isi cerpen yang telah kita baca dengan menggunakan bahasa kita sendiri. Caranya, kita membaca cerpen yang ada di hadapan kita secara serius. Setelah kita paham isi ada pesannya, maka kita segera menuangkan kisah cerpen itu ke dalam wujud tulisan.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam usaha menulis kembali cerpen. Pertama, isi cerpen yang kita tulis harus sesuai dengan cerpen yang kita baca. Kedua, kita harus setia dengan bahasa kita sendiri, baik gaya atau pilihan katanya. Ketiga, kita mesti mencantumkan bahwa cerpen itu bukan katya kita, tapi karya orang lain.

Menulis kembali cerpen sangat bermanfaat bagi kita. Dengan menulis kembali cerpen, kita belajar menulis dalam arti yang seluas-luasnya sehingga pada saatnya nanti kita menjadi terbiasa menulis karya tulis, baik cerpen, puisi, atau artikel.