Lingkungan Hidup – Pengertian, Pandangan, Pengelolaan, Pembangunan dan Tujuannya Lengkap

Posted on

Pengertian, Pandangan, Pengelolaan, Pembangunan dan Tujuan Lingkungan Hidup

Pengertian Lingkungan Hidup  – Interaksi antara manusia dan lingkungan hidupnya merupakan hal yang sangat wajar, tetapi yang perlu diperhatikan adalah cara-cara dalarn interaksi tersebut sehingga keduanya dapat turnbuh dan berkembang dengan seimbang. Manusia sudah sering dan banyak yang merusak lingkungan hidup alami, tetapi manusia sendirii hidupnya tidak lebih baik. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan hidup menjadi persoalan yang sangat penting demi tetap terjaganya keseimbangan alam.

Lingkungan Hidup

Pengertian pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan

Pandangan Immanen dan Transenden

Di dalam ekologi, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup yang lain. Manusia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi yang dipentingkan adalah keserasian hubungan antara manusia dan alarn. Pandangan yang demikian dinamakan pandangan yang imrnartert. Namun, saat mi manusia dipandang berada di luar alam. Pandangan yang demikian disebut pandangan yang transenden. Manusia menganggap alam atau lingkungan sebagai objek yang dapat dieksploitasi sebanyak-banyaknya. Manusia makin menutup dirinya dan hubungannya yang serasi dengan alam. Pandangan transenden lahir dan sifat angkuh manusia yang menyadari bahwa dirinya dibekali dengan akal pikiran sehingga mampu memusatkan ekosistem pada dirinya.

Baca Juga :  Pengertian Wilayah (Region) Beserta Penjelasannya Menurut Para Ahli

Pengelolaan Lingkungan Tugas Manusia

Hakikat pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya mengatur lingkungannya, tetapi di dalamnya termasuk mengatur dan mengendalikan berbagai kegiatan manusia agar berlangsung dan berdampak dalam batas kemampuan dan keterbatasan lingkungan untuk mendukungnya.

Manusia perlu secara rutin mengelola lingkungan hidup agar dapat memanfaatkannya secara optimal. Hutan misalnya, dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang kemungkinan akan berubah karena tenjadinya pertumbuhan penduduk. Perubahan fungsi hutan menjadi sawah seining dengan pentumbuhan penduduk akan lebih bermanfaat. Jika sebelumnya lahan hutan setiap satuan luasnya mampu menghidupi satu orang, maka setiap satuan luas sawah dapat dimanfaatkan untuk menghidupi banyak orang.

Perlu diperhatikan pula bahwa lahan sawah apabila ditanami padi terus menerus kualitasnya pun akan menurun. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa lingkungan hidup manusia akan makin jelek. Sementara itu, di lain pihak kita memerlukan agar satuan luas lahan tertentu mampu menghidupi manusia yang lebih banyak.

Pembangunan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pengelolaan lingkungan perlu dilakukan sejak dini agar pembangunan yang makin pesat pelaksanaannya dapat memanfaatkan lingkungan hidup melalui penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan. Jika pengelolaan lingkungan hidup tidak dilakukan sejak dini maka akan mudah terjadi konflik antara lingkungan dan pembangunan sehingga terkesan bahwa pengelolaan lingkungan hidup menjadi penghambat pembangunan.

Pembangunan tidak saja mendatangkan manfaat, tetapi juga menimbulkan resiko terjadinya kerusakan lingkungan. Kita melihat di sekitar kita misalnya hutan diubah menjadi lahan sawah untuk memproduksi bahan makanan padahal perubahan fungsi lahan tersebut mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekologi. Aliran sungai dibendung untuk pembangkit listrik, irigasi, dan terkendalinya banjir, tetapi resikonya adalah tergusurnya kampung dan sawah penduduk setempat, serta punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan tertentu. Hutan kita tebang demi memperoleh devisa dan hash ekspor kayu, tetapi sebaliknya kita menghadapi resiko kepunahan hewan dan tumbuhan, bertambahnya erosi tanah, rusaknya tata air, terjadinya hutan alang-alang, dan yang paling mengerikan adalah terjadinya banjir bandang. Sarana dan prasarana transportasi meningkat sehingga hubungan dan satu tempat ke tempat lain menjadi mudah, tetapi polusi udara, polusi suara, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas juga bertambah.

Baca Juga :  Pengertian Pengetahuan Eksplisit Dan Implisit Beserta Faktornya Lengkap

Pembangunan pada hakikatnya bertujuan untuk menimbulkan keragaman dan diversifikasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat, misalnya pembangunan bidang pertanian, industn, pertambangan, dan jasa. Pada prinsipnya makin beragam bidang kegiatan ekonomi makin besar kemampuan ekonomi sebuah negara untuk tumbuh secara cepat dan stabil. Namun, yang terpenting dalam memperbanyak bidang pembangunan adalah jika setiap pembangunan tersebut disesuaikan dengan kepenluannya dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan alaminya.

Sejak diberlakukannya UU No. 23 Tahun 1997, pembangunan tidak lagi menempatkan SDA sebagai modal, tetapi sebagai satu kesatuan ekosistem yang di dalamnya berisi manusia, lingkungan alam dan/atau lingkungan buatan yang membentuk kesatuan fungsional, saling terkait dan saling tergantung dalam keteraturan yang bersifat spesifik, berbeda dart satu tipe ekosistem ke tipe ekosistem yang lain. Oleh sebab itu, pengelolaan lingkungan hidup bersifat spesifik, terpadu, holistik dan berdimensi ruang.

Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan pengelolaan llngkungan hidup berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 adalah sebagai berikut.

  • Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidupnya.
  • Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup.
  • Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
  • Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
  • Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terlindungi terhadap dampak usaha atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup.

Baca Juga :