Konservasi – Pengertian, Wilayah Dan Tujuannya Serta Manfaatnya Lengkap

Pengertian Konservasi, Wilayah Dan Tujuannya Serta Manfaatnya

KONSERVASI LINGKUNGAN

Manusia selalu menghadapi persoalan iingkungan yang sumbernya dan kehidupan manusia sendiri, di samping faktor alam. Namun, pada hakikatnya bersumber dan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang terbatas, peningkatan jumiah penduduk, tidak meratanya pertumbuhan ekonomi, serta tidak terkendalinya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi. Faktor-faktor tersebut akan saling berbenturan dan bermuara pada kerusakan iingkungan. Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan lingkungan diperiukan adanya upaya konservasi lingkungan.

Konservasi

Konservasi lingkungan adalah upaya pelestarian iingkungan, tetapi memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Terhadap sumber daya alam yang tak terbarui konservasi menjamin pemanfaatannya secara bijaksana, sedangkan terhadap sumber daya alam yang terbarui konservasi menjamin kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya.

Wilayah-wilayah yang perlu dilakukan konservasi antara lain sebagai berikut.

Pantai

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan. Oleh karena itu, wilayah pantai terdapat di setiap pulau di Indonesia. Namun, tidak di setiap pantai tersebut terdapat hutan bakau. Wilayah pantai dan hutan bakau penting untuk dijaga kelestariannya guna kelangsungan ekosistem yang ada.

Vegetasi Rawa dan Hutan Rawa Air Tawar

Vegetasi ini antara lain terdapat di Rawa Danu, Jawa Barat dan juga terdapat di Sumatra, misalnya di suaka alam Way Kambas dan Barbak, serta di Kalimantan, yaitu di suaka alam Sampit, Kota Waringin, dan Kutai. Melalui pengeringan, kedua kawasan vegetasi itu mudah sekali dijadikan sawah sehingga dengan sendirinya kawasan vegetasi itu dapat cepat berkurang, terutama dengan pertambahan penduduk yang juga sangat cepat.

Baca Juga :  3 Batas Wilayah Laut indonesia : Zona Teritorial, Kontinental, dan Ekonomi Eksklusif

Lahan Gambut

Lahan gambut merupakan ekosistem yang unik di daerah tropika dan berkembang dengan baik di Kalimantan dan Sumatra. Lahan gambut antara lain terdapat di Kotawaringin, Sampit, Kutai, Barbak, dan Way Kambas.

Hutan Kerangas

Hutan kerangas merupakan tipe hutan yang khas dan terdapat pada jenis tanah pasir-podsol terutama di Kalimatan. Di Indonesia hutan kerangas terdapat di suaka alam Padang Luwai, Kalimantan Timur dan Mandor, Kalimantan Barat dalam bentuk hutan kerangas yang sangat luas. Hutan kerangas mudah sekali dirusak dan bila telah rusak kemungkinan untuk dapat dipulihkan kembali sangat kecil.

Hutan Dataran Rendah

Hutan dataran rendah merupakan hutan yang paling kaya dan yang paling terancam di antara tipe-tipe hutan yang ada karena pengusahaan dan perladangan liar. Komposisi jenis-jenis hutan itu sangat beraneka ragam dan satu tempat ke tempat lain dan untuk pelestariannya diperlukan suaka alam atau taman nasional yang lebih banyak lagi.

Hutan Musim

Vegetasi di daerah iklim musim mudah sekali terbakar pada musim kemarau dan tanahnya biasanya sangat subur. Vegetasi itu paling cepat mendapat gangguan dan telah banyak diubah menjadi tanah pertanian. Pada saat itu hanya sedikit hutan musim yang masih tersisa, antara lain terdapat di Jawa Timur, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian selatan. Hampir di setiap tempat hutan itu berubah menjadi belukar. Suaka alam atau taman nasional yang baru perlu didirikan sebagai tambahan untuk suaka margasatwa dan suaka alam yang telah ada.

Hutan Pegunungan

Sangat menguntungkan bahwa vegetasi dan hutan pegunungan terdapat di daerah yang terjal dan sukar dicapai. Beberapa suaka alam yang ada antara lain Gunung Leuser di Sumatra, Gunung Gede, Gunung Arjuno, dan Gunung Ijen di Jawa, serta Pegunungan Lorentz di Papua.

Baca Juga :  Hutan Sebagai Sumber Daya Alam - Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya Lengkap

Baca Juga :