Interpretasi Citra : Pengertian, Unsur Dan Contoh Beserta Penjelasannya Lengkap

Posted on

Pengertian, Unsur Interpretasi Citra Dan Contoh Beserta Penjelasannya

INTERPRESTASI CITRA

Interpretasi citra adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali objek pada citra, selanjutnya menilai arti penting dan objek tersebut. Di dalam interpretasi citra terdapat 2 kegiatan utama, yaitu pengenalan benda (objek) dan pemanfaatan informasi.

Interpretasi Citra

Langkah-langkah yang umum dilakukan untuk memperoleh data indraja adalah mendeteksi, mengidentifikasi, dan menganalisis objek pada citra sehingga dapat bermanfaat bagi berbagai bidang.

Unsur Interpretasi Citra

Pengenalan terhadap objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Oleh karena itu, tanpa mengenal identitas dan jenis objek yang tergambar pada citra tidak mungkin dapat melakukan analisis terhadap citra guna pemecahan suatu masalah. Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan atas penyelidikan karakteristik objek tersebut yang ada pada citra. Berbagai karakteristik untuk mengenali objek pada citra disebut unsur interpretasi citra.

Terdapat 8 unsur atau karakteristik interpretasi citra yang secara berurut atau bertingkat (hierarki), yaitu rona dan warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola. bayangan, situs, serta asosiasi.

Rona dan Warna

Rona adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada citra. Rona suatu objek sangat dipengaruhi oleh cuaca, arah datang sinar Matahari, dan waktu pemotretan. Oleh karena itu, rona berbeda sesuai sifat pantulan benda (objek). Pada citra hitam putih tingkat kegelapan dan hitam ke putih atau sebaliknya, sedangkan pada citra berwarna ada tingkat kegelapan pada setiap warna.

Bentuk

Bentuk mencerminkan konfigurasi atau kerangka objek, baik bentuk umum (shape) maupun bentuk rinci (form) untuk mempermudah pengenalan benda. Contoh pengenalan bentuk objek yang terdapat pada foto adalah sebagai berikut.

  • Stadion olah raga pada umumnya berbentuk lingkaran atau persegi panjang.
  • Bangunan sekolah pada umumnya terlihat berbentuk seperti huruf I, U, L, atau persegi panjang.

Ukuran

Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, luas, volume, ketinggian tempat, dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan objek sehingga menjadi pembeda dengan objek sejenis yang lain. Contohnya, ukuran rumah permukiman berbeda dengan kantor atau daerah industri. Ukuran objek yang ada pada foto udara dapat diketahui dengan membandingkan skala foto udara.

READ  Komponen Pengindraan Jauh (IndraJa) : Pengertian dan Penjelasannya Lengkap

Tekstur

Tekstur adalah frekuensi perubahan atau pengulangan rona pada citra. Tekstur dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu halus, sedang, dan kasar. Contohnya, hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, sedangkan semak-semak bertekstur halus.

Pola

Pola adalah kecenderungan hentuk suatu objek, misalnya pola aliran sungai, pola permukiman penduduk dan pola jaringan jalan. Contohnya, dalam pola aliran sungai dikenal pola dendritik, sentrifugal dan sentripetal, sedangkan pada pola permukiman penduduk dikenal pola linier, bergerombol, dan menyebar.

Bayangan

Bayangan yang tenbentuk pada suatu objek sangat dipengaruhi oleh arah datangnya sinar Matahari. Apabila pemotretan dilakukan pada pagi hari, bayangan objek ada di sebelah barat. Apabila pemotretan dilakukan pada siang han, bayangan objek tidak tampak. Apabila pemotnetan dilakukan pada sore hari, bayangan objek ada di sebelah timur. Oleh karena itu, arah bayangan dapat digunakan untuk menentukan arah orientasi foto udara.

Situs

Situs adalah tempat kedudukan suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri objek secara langsung, tetapi dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar. Contohnya, daerah persawahan terdapat di dataran rendah, sedangkan permukiman penduduk biasanya memanjang mengikuti jalan, sungai, atau pantai.

Asosiasi

Asosiasi adalah hubungan antara suatu objek dan objek lain di sekitarnya. Karena adanya asosiasi itu, tampilan suatu objek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya objek yang lain. Misalnya, perkampungan biasanya dekat dengan jalan dan lahan pekarangan yang ditumbuhi tanaman.

Teknik interpretasi citra

Teknik interpretasi citra adalah cara khusus untuk melaksanakan metode indraja secara ilmiah. Teknik interpretasi citra terdiri atas cara-cara interpretasi dengan mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan interpretasi, akurasi hasil interpretasi, atau jumlah informasi yang diperoleh.

Cara-cara interpretasi ilmiah tersebut teriri atas data acuan, kunci interpretasi citra, penanganan data, pen garna tan stereoskopis, metode pengkajian, dan penera pan konsep.

READ  Pengertian dan Jenis-Jenis Proyeksi Peta Beserta Penjelasannya

Data Acuan

Citra menyajikan gambaran lengkap yang mirip dengan wujud dan letak sebenannya. Akan tetapi, masih diperlukan data lain untuk lebih meyakinkan hasil intenpnetasi. Data lain itu disebut data acuan kanena tidak diperoleh dani citra indraja. Data acuan dapat berupa kepustakaan, peta, hasil kerja lapangan, atau data-data lain yang sifatnya melengkapi data yang terdapat dalam citra. Oleh karena itu, data acuan berguna untuk membantu pnoses intenpretasi, analisis, dan verifikasi hasilnya.

Meskipun citra menyajikan gambaran lengkap, pada umumnya masih perlu dilakukan kegiatan lapangan (observasi). Observasi tersebut dilakukan untuk menguji atau meyakinkan kebenaran hasil interpretasi citra yang telah dilakukan. Observasi atau uji medan (field check) perlu dilakukan terutama pada tempat-tempat yang hasil interpretasinya meragukan.

Hasil interpretasi citra yang memerlukan uji medan antara lain dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.

  • Kualitas citra meliputi skala, resolusi, dan informasi yang harus diinterpretasi.
  • Jenis interpretasi atau analisisnya.
  • Tingkat ketelitian yang diharapkan.
  • Pengalaman dan pengetahuan pengguna dalam melakukan interpretasi.
  • Kondisi medan.
  • Ketersediaan data acuan.

Kunci interpretasi

Kunci interpretasi citra pada umumnya berupa potongan citra yang telah diinterpretasi, diyakinkan kebenarannya, dan diberi keterangan. Keterangan itu meliputi jenis objek yang digambarkan, unsur interpretasi, serta keterangan tentang citra meliputi jenis, skala, waktu perekaman dan lokasi.

Penanganan Data

Data yang tersimpan dalam citra perlu dijaga agar tidak menimbulkan goresan atau sampai terhapus. Oleh karena itu, perlu penanganan yang hati-hati terhadap setiap citra.

Cara sederhana untuk mengatur citra dengan baik antara lain sebagai berikut.

  • Menyusun citra tiap satuan perekaman atau pemotretan secara numerik.
  • Menyusun tumpukan citra sesuai dengan urutan interpretasi yang akan dilaksanakan dan meletakkan penyekat di antaranya.
  • Menyusun tumpukan citra sehingga menunjukkan jalur terbang membentang dan kiri ke kanan terhadap arah pengamat.
  • Meletakkan citra pembanding di sebelah citra yang akan diinterpretasi.
  • Pada saat citra dikaji, tumpukan menghadap ke bawah dalam urutannya.
READ  Dinamika Penduduk : Pengertian, Dampak, Faktor, Kelompok, Komposisi dan Solusinya Lengkap

Pengamatan Stereoskopis

Pengamatan stereoskopis adalah kegiatan menafsir citra dengan menggunakan alat bantu yang dinamakan stereoskop. Salah satu syarat dapat dilakukannya pengamatan stereoskopis adalah adanya daerah yang bertampalan. Pengamatan steoroskopis pada citra yang bertampalan menimbulkan gambaran tiga dimensi. Jenis citra yang umum untuk pengamatan stereoskopis adalah citra foto udara. Perwujudan tiga dimensi pada citra foto udara memungkinkan adanya pengukuran beda tinggi dan kemiringan lereng sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan peta kontur.

Metode pengkajian

Metode pengkajian adalah suatu cara yang bersistem dalam menelaah atau melakukan penyelidikan terhadap objek. Interpretasi citra pada umumnya mengikuti metode tertentu, yaitu dimulai dan pertimbangan yang bersifat umum ke objek khusus yang belum diketahui. Perwujudan umum dapat diartikan sebagai perwujudan regional, sedangkan perwujudan khusus dapat diartikan sebagai perwujudan lokal.

Secara umurn ada dua metode pengkajian dalam interpretasi citra. Pertama, melakukan pengamatan ke seluruh wilayah disertai pengambilan data. Kedua, melakukan pengamatan ke seluruh wilayah, tetapi data yang diambil hanya pada tempat-tempat tertentu.

Penerapan Konsep

Cara perolehan dan analisis data indraja dikenal dengan konsep multi, yaitu multispektrurn, multitingkat, multitemporal, multiarah, multipolarisasi, dan multidisiplin.

  • Multispektrum, yaitu interpretasi citra dan analisisnya dengan memanfaatkan banyaknya warna.
  • Multitingkat, yaitu adanya perbedaan keringgian terbang atau orbit wahana pada saat melakukan indraja.
  • Multitemporal, yaitu data suatu objek yang tergambar dalam citra menggambarkan kondisi dan waktu perekaman yang berbeda-beda.
  • Multiarah, yaitu posisi sensor yang dapat diatur ke segala arah dapat meningkatlcan kemampuan pengadaan data indraja, terutama di daerah tropika yang banyak tertutup awan.
  • Multipolarisasi, yaitu objek yang terekam oleh sensor mengikuti bidang horizontal atau vertikal.
  • Multidisiplin, yaitu data yang terdapat dalam citra dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang keilmuan.

Baca Juga :