Interaksi Desa Kota – Pengertian, Unsur, Teori, Zona dan Dampaknya Lengkap

Posted on

Pengertian, Unsur, Teori, Zona dan Dampak Desa Dengan Kota

Pengertian dan Unsur Interaksi Desa Dengan Kota Beserta Contohnya – Di dalam geografi, arus manusia, materi, informasi, dan energi tercakup dalam pengertian interaksi keruangan. Pengertian tentang interaksi keruangan tersebut ternyata lebih luas dan pada yang tampak sekilas. Di dalam istilah tersebut tercakup pula saling keterlibatan antara gejala-gejala yang ada dan gejala-gejala tersebut saling berpengaruh. Akibat dan saling keterlibatan tersebut adalah terwujudnya suatu arus berupa migrasi, komunikasi, atau transportasi.

INTERAKSI DESA DENGAN KOTA

Pengertian Interaksi

Jika kita membicarakan terjadinya kontak atau hubungan antara dua wilayah atau lebih, sedangkan dan hasil kontak tersebut dapat timbul sesuatu kenyataan yang baru dalam wujud tertentu, maka yang sedang atau yang sudah terjadi tersebut diartikan sebagai interaksi.

Di dalam geografi dibahas interaksi keruangan yang menyangkut kota dan desa. Istilah interaksi keruangan (spatial interaction) ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Edward Uliman dalam bukunya yang berjudul Geography as Spatial Interaction (1954) untuk mengidentifikasi kebergantungan antar wilayah geografis. Interaksi keruangan menurut Uliman mencakup gerak barang, migran, uang, dan informasi.

Baca Juga :  Lingkungan Hidup - Pengertian, Pandangan, Pengelolaan, Pembangunan dan Tujuannya Lengkap

Sementara itu, pengertian interaksi menurut Yoseph S. Roucek (1963) adalah proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dan pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung. Berita yang didengar, atau surat kabar.

Unsur Unsur Interaksi

Interaksi antara desa dan kota dapat terjadi karena adanya faktor atau unsur yang ada di desa, di kota, serta di antara desa dan kota. Kemajuan masyarakat desa, perluasan jaringan jalan antara desa dan kota, integrasi atau pengaruh kota terhadap desa, serta kebutuhan timbal balik antara desa dan kota telah memacu interaksi antara desa dan kota secara bertahap dan efektif.

Menurut Ullman interaksi dapat terjadi jika terdapat unsur-unsur penyebabnya, yaitu berikut ini.

Adanya Komplementaritas (Regional Complementary)

Komplementaritas atau wilayah yang saling melengkapi adalah wilayah-wilayah yang saling memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda. Atas dasar perbedaan sumber daya tersebut, selanjutnya masing-masing wilayah saling melengkapi.

Jika kota-kota yang saling berlainan atau kelompok manusia yang saling berbeda hal itu tidak secara otomatis menimbulkan gerak. Akan tetapi, harus ada kebutuhan saling melengkapi (komplementaritaS) yang didorong oleh permintaan dan penawaran. Relasi komplementaritaS hanya terjadi jika tawaran terasa bermanfaat bagi pihak yang meminta. Sementara itu, manfaatnya ditentukan oleh banyak hal, antara lain budaya, pengetahuan, teknik, dan kondisi kehidupan.

Adanya Kemungkinan Pemindahan (Spatial Transfer Ability)

Agar barang atau mariusia dapat dipindalikan ke tempat lain, selain dibutuhkan biaya dan waktu, juga masth perlu adanya aturan dan tata tertib pelaksanaannya.

Adanya Kesempatan untuk Intervensi (Intervening Opportunity)

Kesempatan untuk intervensi meliputi kesempatan untuk menghambat dan melemahkan interaksi. Sebagai contoh,jika terjadi bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, serta merebaknya virus penyakit sehingga gerak migrasi, transportasi, dan komunikasi menjadi terganggu, maka manusia akan memutuskan memilih tujuan lain karena tujuan awalnya dianggap gagal.

Baca Juga :  Pengertian Desa Menurut UU Beserta Penjelasannya Lengkap

Teori Interaksi

Model Gravitasi dan Interaksi

Menurut P. Haggett masalah interaksi keruangan menjadi perhatian dalam geografi sejak tahun 1850-an, sedangkan orang pertama yang menggunakan model gravitasi adalah E.J. Ravenstein dalam studinya tentang hukum migrasi. Model gravitasi yang didasarkan pada hukum gravitasi Isaac Newton ini telah banyak diterapkan pada masa sekarang.

Hukum gravitasi menerangkan bahwa besarnya kekuatan tarik-menarik antara dua benda adalah berbanding terbalik dengan jarak dua benda pangkat dua.

Teori Titik Henti

Teori titik henti merupakan model gravitasi dan interaksi dalam hubungannya dengan interaksi sosial. Teori mi dapat digunakan untuk memilih lokasi usaha, misalnya membuka toko. Teori yang dikemukakan oleh William J. Reilly ini dikenal dengan breaking point.

Zona Interaksi Desa dengan Kota

Interaksi antara desa dan kota membentuk zona-zona tertentu yang masing-masing zona tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  • City diidentikkan dengan kota.
  • Suburban adalah area yang lokasinya dekat dengan pusat kota atau intl kota. Zona suburban mencakup daerah penglaju (commuters).
  • Suburban fringe adalah area yang melingkari zona suburban dan merupakan daerah peralihan antara kota dan desa.
  • Urban fringe adalah semua daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-sifat mirip kota, kecuali inti kota.
  • Rural urban fringe adalah suatu jalur daerah yang terletak antara desa dan kota yang ditandai dengan penggunaan tanah campuran. Wilayah mi disebut juga jalur batas desa kota).
  • Rural diidentikkan dengan desa.

Pengaruh Interaksi Desa dengan Kota

Interaksi antara desa dan kota dapat menimbulkan pengaruh, baik positif maupun negatif terhadap desa dan kota.

Pengaruh positif dan penetrasi dan kota ke desa, antara lain sebagai berikut.

  • Wawasan pengetahuan penduduk desa menjadi lebih meningkat karena semakin banyaknya lembaga pendidikan. balk formal maupun nonformal.
  • Terbukanya jalur transportasi antara desa dan kota sangat meningkatkan frekuensi (kuantitas) hubungan sosial ekonomi warga desa dengan warga kota.
  • Semakin banyaknya teknologi yang masuk ke desa, terutama teknologi tepat guna dalam bidang pertanian.
  • Keikutsertaan pemerintah, balk pusat maupun daerah mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas dalam bidarig kewirausahaan.
  • Berkembangnya organisasi-organiSasi sosial sebagai pembelajaran kehidupan demokrasi dan politik.