Dinamika Penduduk : Pengertian, Dampak, Faktor, Kelompok, Komposisi dan Solusinya Lengkap

Posted on

Pengertian, Dampak, Faktor, Kelompok, Komposisi dan Solusi Dinamika Penduduk

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

Manusia hidup dalam lingkungannya dan melakukan mteraksi demi kelangsungan hidupnya. Sebuah lingkungan bagian dari biosfer yang menjadi tempat hidup manusia disebut antroposfer. Istilah antroposfer berasal dan bahasa Latin antrhopos yang artinya manusia dan sphaira yang antinya lapisan atau lingkungan.

Dinamika Penduduk

Apabila pertumbuhan manusia menlngkat dengan cepat dan jumlahnya makin besar, manusia akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan jalan melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang baru. Eksploitasi terhadap sumber daya alam tersebut kemungkinan dilakukan secara besar-besaran hingga menyebabkan terjadinya permasalahan terhadap lingkungan hidup.

Beberapa masalah kependudukan yang dihadapi bangsa Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Masalah Pertumbuhan Penduduk. Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, yaitu pada periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun.
  • Persebaran Penduduk Tidak Merata.Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata balk persebaran antar pulau, provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dan seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia.
  • Kualitas Penduduk Rendah
  • Tingkat pendapatan rendah
  • Tingkat pendidikan rendah
  • Tingkat kesehatan rendah
  • Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda

Di dalam rangka mempelaiari pendudUk. kita dapat melakukan dengan pendekatan demografis. Pendekatan demogralis meliputi jumlah umur, jenis kelamin, perkawinan, pendidikan pekerjaan. dan distribusi tempat tinggalnya. Terjadinya perubahan jumlah ciri, dan distribusi tersebut disebabkan oleh adanya perubahan kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi). informaSi berupa data kependudukan dikumpulkan melalui sensus, registrasi, dan survei penduduk.

Sensus Penduduk

Sensus penduduk atau sering disebut sebagai cacah jiwa adalah suatu kegiatan dalam rangka menghitung jumlah penduduk dalam satu negara. Sensus dilakukan dengan mengunjungi rumah tangga-rumah tangga guna mencacah seluruh anggota rumah tangga.

Sensus penduduk dilakukan dengan dua cara, yaitu secara de jure dan de facto. SensuS penduduk de jure adalah sensus terhadap penduduk yang secara resmi berdomisili di tempat dilaksanakannya sensus. Sensus penduduk de facto adalah sensus terhadap penduduk sesuai keberadaannya pada saat dilakasanakannya sensus.

Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk adalah pencatatan tertadap setiap peristiWa kependudukan yang terjadi setiap saat. Registrasi penduduk pada dasarnya melakukan pencatatan terhadap komponen-komponen kependudukan yang bersifat dinamis. komponen-komponen tersebut antara lain kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan, dan perubahan tempat tinggal.

Survei penduduk

Hasil sensus dan registrasi penduduk memiliki keterbatasan. Keduanya hanya menyediakan data statistik kependUdukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk setempat. Guna mengatasi keterbatasan itu perlu dilaksanakan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam.

Teori Kependudukan

Sudah sejak lama masalah kependUdukan menjadi perhatian manusia. Banyak negarawan ataupun kelompok ahli yang memperbincangkan besarnya jumlah penduduk yang seimbang berdasarkan pertimbangan politik, sosial, dan ekonomi. Sebelum abad ke-17 masalah kependUdukan didasarkan atas pandangan akan pentingnya jumlah penduduk tetap dipertahankan. bahkan jika mungkin malah ditingkatkan. Namun, sejak abad ke- 17, saat penduduk dunia mulat pesat. Ditambah dengan terjadinya ledakan penduduk pada abad ke-18, banyak pandangan yang menentang peningkatan jumlah penduduk.

Aliran Malthusian

Malthus berpendapat bahwa manusia untuk dapat hidup memerlukan makanan, sedangkan laju pertumbuhan bahan makanan jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk. Menurut Malthus, jumlah pendudukbertambah sesuai dengan deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256 dan seterusnya), sedangkan bahan makanan bertambah sesuai dengan deret hitung (1,2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan seterusnya). Oleh karena itu, terjadilah ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan junflah bahan makanan.

Aliran Neo-Malthusian

Aliran Neo-Malthusian dipelopori oleh Garrett Hardin dan Paul Ehrlich. Paul Ehrlich dalam bukunya “The Population Bomb” pada tahun 1971 menggambarkan kondisi penduduk dan lingkungan yang ada di dunia dewasa ini sebagai berikut. Pertama, dunia sudah terlalu banyak manusia. Kedua, keadaan bahan makanan sangat terbatas. Ketiga, karena terlalu banyak manusia di dunia mi sehingga lingkungan sudah banyak yang rusak dan tercemar.

Aliran Marxist

Aliran Marxist dipelopori oleh Karl Marxdan F’riedrich Engels Menurut Marx tekanan penduduk yang terjadi di suatu negara bukan merupakan tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan penduduk terhadap kesempatan kerja. Kemelaratan bukan terjadi karena petumbuhan penduduk yang terlalu cepat, tetapi justru disebabkan oleh struktur masyarakat itu sendiri.

Teori Kependudukan Mutakkir

Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20 dilakukan formulasi ulang (reformulation) terhadap teori kependudukan, terutama teori Maithus dan Marx yang merupakan rintisan teon kependudukan mutakhir. Teori kependudukan mutakhir menekankan pada kondisi sosial, ekonomi, dan teknologi. Teori kependudukan mutakhir dipelopor antara lain oleh John Stuard Mill, Arsene Dumont, dan Michael Thomas Sadler.

Komposisi Penduduk

Pengelompokan data kependudukan berdasarkan karakteristik atau ciri-ciri yang sama dmamakan komposisi penduduk. Oleh karena Itu, komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk berdasarkan karakteristik yang sama, misalnya komposisi penduduk menurut umur danjenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan.

READ  Siklus Air : Pengertian, Aktifitas, Proses, Faktor dan Penjelasannya Lengkap

Umur dan jenis kelamin merupakan karakteristik penduduk yang paling pokok. Komposisi penduduk menurut umur danjenis kelamin paling sering digunakan  dalam berbagai bidang.

Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Penduduk menurut umur dikenal dengan istilah struktur penduduk dibagi menjadi beberapa kelompok umur. Setiap kelompok umur pada umumnya memiliki jarak antarumur 5 tahun, misalnya 0-4, 5-9, 10-14, … 60-64. 65+. Kelompok umur 0-4 tahun terdiri dan penduduk yang belum merayakan ulang tahun yang ke lima.

Struktur penduduk tidak sama antara negara yang satu dan negara lain, antara daerah perdesaan dan perkotaan, serta antara pulau yang satu dan pulau yang lain. Struktur penduduk ini dipengaruhi oleh tiga variabel demografis, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi.

Berdasarkan pengelompokan tersebut di atas, selanjutnya struktur penduduk dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Umur 0-14 tahun dinamakan usia muda (usia belum produktif). Jika suatu wilayah atau negara sebagian besar penduduknya berusia muda, wilayah atau negara tersebut termasuk dalam struktur penduduk muda.
  • Umur 15-64 tahun dinamakan usia dewo.sa (usia produktif atau usia kerja). Jika suatu wilayah atau negara sebagian besar penduduknya berusia dewasa, wilayah atau negara tersebut termasuk dalam struktur penduduk dewasa.
  • Umur 65 tahun dan lebih dinamakan usta tua (usia tidak produktif). Jika suatu wilayah atau negara sebagian besar penduduknya berusia tua, wilayah atau negara tersebut termasuk dalam struktur penduduk tua.

Angka Beban Ketergantungan

Salah satu kegunaari dan komposisi penduduk menurut umur adalah untuk mengetahui angka beban ketergaritungan penduduk (dependency ratio). Angka beban ketergantungan diperoleh dengan  membandingkan jumlah penduduk usia tidak produktif dengan penduduk usia produktif.

Perbandingan Jenis Kelamin

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin (sex ratio) pada dasarnya merupakan perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan. Komposisi penduduk ini biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki dalam tiap 100 penduduk perempuan.

Piramida Penduduk

Komposisi penduduk menurut umur danjenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk bagan atau grafik yang disebut piramida penduduk. Piramida penduduk ini  dapat dengan mudah menunjukkan struktur penduduk suatu wilayah atau negara. Bagian kiri piramida menggambarkan banyaknya penduduk laki-laki, sedangkan bagian kanan mengambarkan banyaknya penduduk perempuan.

Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, terdapat tiga struktur penduduk yaitu ekspansif, konstruktif, dan stasioner.

  • Piramida ekspansif (piramida berbentuk limas), jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompOk usia muda. Piramida tipe ini umumnya terjadi di negara-negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk cepat akibat tingginya kelahiran dan menurutnya angka kematian. Piramida ekspansif terdapat di negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, dan Nigeria.
  • Piramida konstruktif (piramida berbentuk batu nisan), jika penduduk yang berada dalam kelompok mudajumlahnya sedikit. Piramida tipe mi umumnya terjadi di negara-negaIa yang memiliki tingkat kelahiran menurun dengan cepat dan angka kematiannya rendah. Negara-negara yang struktur penduduknya berupa piramida konstruktif antara lain Swedia, SpanyoL dan Jepang.
  • Piramida stasioner (piramida berbentuk granat), jika banyaknya penduduk dalamn tiap kelompok umur hampir sama, kecuali pada kelompok umur tertentu. Piramida ini menunjukkan pertambahan penduduk yang selalu tetap. Negara-negara yang struktur penduduknya berupa piramida stasioner antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah terjadinya perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah, baik bertambah maupun berkurang. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh faktor-faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Pengukuran Pertumbuhan Penduduk

Perhitungan pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu menghitung pertumbuhan penduduk alami, pertumbuhan penduduk total, dan persamaan penduduk berimbang.

Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk adalah selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian. Di dalam perhitungan ini faktor migrasi diabaikan.

Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total adalah menghitung pertambahan penduduk dengan memperhitungkan faktor migrasi.

Persamaan Penduduk Berimbang (Balancing Equation)

Persamaan penduduk berimbang adalah menghitung pertumbuhan penduduk setiap periode tertentu. Di dalam persamaan ini seluruh faktor yang pertumbuhan penduduk dan jumlah penduduk pada periode tertentu diperhitungkan.

Tingkat Kelahiran Kasar

Tingkat kelahiran kasar adalah banyaknya kelahiran hidup selama suatu tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun.

Tingkat Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR)

Tingkat kelahiran umum adalah banyaknya kelahiran pada setiap 1.000 wani yang umurnya 15-49 tahun, yaltu penduduk perempuan yang berada dalam usia reproduksi.

Tingkat Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR)

Tingkat kelahiran menurut kelompok umur adalah banyaknya kelahiran setiap 1.000 wanita pada kelompok umur tertentu.

Tingkat Kematiarl Kasar (Crude Death Rate/CDR)

Tingkat kematian kasar adalah banyalcnYa kematian pada tahun tertentu dibagi menjadi jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut setiap 1.000 penduduk.

Tingkat Kematian Menurut Kelompok Umur (Age Specftc Death Rate/ASDR)

Tingkat kematian menurut kelompok umur adalahjumlah kematlan setiap 1.000 penduduk pada kelompok umur tertentu.

Tingkat Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)

Tingkat kematian bayi adalah perbandingan antara jumlah kematian bayi yang usianya kurang dan 1 tahun dan jumlah kelahiran hidup selama tahun tertentu.

READ  20 Cagar Alam Di Indonesia dan Flora Fauna Yang Dilindungi

Tingkat Migrasi Masuk(In-Migration/Mi)

Tingkat migrasi masuk adalah angka yang menunjukkan jumlah pendatang (imigran) dan setiap 1.000 penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun.

Tingkat Migrasi Ketuar (Out-Migration/Mo)

Tingkat migrasi keluar adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk yang meninggalkan daerah tempat tinggalnya (emigran) dan setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu tahun.

Tingkat Migrasi NettO (Net-Migration/Mn)

Migrasi  netto adalah selisih antara jumlah migrasi masuk dan jumlah migrasi keluar pada suatu daerah dalam waktu satu tahun.

Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan kecepatan pertumbuhan penduduk dalam bentuk angka setiap tahun dalam kurun waktu tertentu. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk pada umumnya 10 tahun.

Penghitungan laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu laju pertumbuhan penduduk geometris dan laju pertumbuhan penduduk eksponensial.

  • Laju Pertumbuhan Penduduk Geometris

Laju pertumbuijan pendudui( geometris adalah pertumbuhan penduduk bertahap (discrete). Laju pertumbuhan penduduk geometris memperhitungkan pertumbuhan penduduk hanya pada akhir tahun dan suatu periode. Pertumbuhan penduduk geometris disebut juga pertumbuhnn berganda.

  • Laju Pertumbuhan Penduduk Eksponensial

Laju pertumbuhan penduduk eksponensial adalah pertumbuhan penduduk yang berlangsung terus-menerus (continuous). Perhitungan laju pertumbuhan penduduk eksponensial dapat dikatakan lebih tepat. Hal itu karena dalam kenyataannya pertumbuhan penduduk berlangsung terus-menerus.

Laju pertumbuhan penduduk tidak selalu tinggi dan rendah, tetapi dapat juga dalam keadaan tetap. Kondisi tersebut dapat terjadi dan sering disebut sebagai Angka Pertumbuhan Penduduk Nol (Zero Population Growth/ZPG).

Angka pertumbuhan penduduk nol berarti bahwa jumlah penduduk di suatu wilayah tidak bertambah atau berkurang (pertumbuhan penduduk per tahun nol persen). Angka pertumbuhan penduduk nol dapat terjadi antara lain karena hal berikut ini :

  • Banyaknya kelahiran sama dengan banyaknya kematian dan migrasi netto sama dengan nol.
  • Jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian, tetapi kelebihan tersebut diimbangi oleh migrasi keluar netto.
  • Jumlah kematian melebihi jumlah kelahiran, tetapi kelebihan tersebut diimbangi oleh migrasi masuk netto.

Pertumbuhan Penduduk Dunia

Berdasarkan data dalam World Population Data Sheet 2006 yang dikeluarkan oleh Population Reference Bureau, pada bulan Agustus 2006, jumlah penduduk dunia saat ini adalah 6,5 miliar jiwa dengan laju pertumbuhan 1,2% setiap tahun. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan bahwa pada tahun 2030 jumlah tersebut akan ditambah dengan 3 miliar jiwa. Dari 3 miliar jlwa tersebut 2 miliar jiwa berada di negara-negara yang penghasilan per harinya kurang dan 2 dolar Amerika.

Bertambahnya penduduk tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Cina, India. Amerika Serikat merupakan negara-negara penyumbang terbanyak penduduk dunia, yaitu masing-maskig lebih dan 250 juta jiwa.

Menurut para ahli, di negara-negara maju dalani beberapa abad sekali, jumlah penduduknya akan menjadi dua kali lipat. Akan tetapi, di negara-negara berkembang peningkatan seperti itu dapat terjadi dalain waktu kurang dan 50 tahun. Meskipun telah dilakukan berbagal upaya untuk menekan cepatnya laju pertumbuhan penduduk, tetapi dalam kenyataannya struktur penduduk dunia sedang mengalami perubahan. Perubahan strukur tersebut berhubungan dengan pertumbuhan usia muda di negara-negara berkembang yang makin meningkat.

Pertumbuhan penduduk memberikan dampak yang sangat tampak di berbagai negara, antara lain meningkatnya pengangguran, rendahnya tingkat kesehatan umum, berkurang dan musnahnya sumber-sumber alami, knisis bahan makanan. pencemaran lingkungan hidup,serta meningkatnya urbanisasi.

Proyeksi Penduduk

Data kependudukan akan selalu digunakan dalam pembangunan di semua bidang. Oleh karena itu, perhitungan terhadap bidang kependudukan selalu dilakukan dengan cermat dan terus-menerus. Data penduduk tidak hanya diperoleh pada saat sekarang melalui sensus, registrasi, dan survei, tetapi juga melalui perkiraan untuk waktu yang akan datang yang disebut dengan proyeksi penduduk.

Proyeksi penduduk juga didasarkan pada tiga komponen demografis, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Ketiga komponen tersebut menentukan banyaknya jumlah penduduk dan struktur penduduk di masa depan.

Data dasar yang digunakan untuk pembuatafl proyeksi penduduk adalah sebagai berikut.

  • Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.
  • Angka kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk.
  • Tabel kematian pada periode proyeksi tersebut.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara banyaknya penduduk dan luas wilayahnya. Satuan luas wilayah yang umumnya digunakan adalah km 2.

Kepadatan penduduk dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris.

  • Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah rata-rata penduduk yang tinggal pada suatu wilayah yang yang luasnya 1 km2.
  • Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah rata-rata penduduk yang bekerja sebagai petani setiap satuan luas lahan pertanian (dalam km2).

Kependudukan di Indonesia

Penduduk Indonesia sudah sejak lama hidup dalam hubungan yang serba selaras dengan lingkungannya. Sebagian besar penduduk Indonesia hidup di daerah pedesaan yang masih memiliki rasa kekeluargaan antarsesama. Oleh karena itu, penduduk Indonesia hidup dengan semangat kekeluargaan dalam lingkungan sosial.

Kependudukan di Indonesia memiliki ciri-ciri umum berikut ini.

  • Jumlah penduduk yang makin bertambah.
  • Sebagian besar penduduk berusia muda.
  • Tidak tersebar merata di setiap pulau.
  • Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian.
READ  4 Sarana Bantu Yang Digunakan Untuk Mempelajari Ilmu Geografi

Kebijakan Kependudukan di Indonesia

Indonesia termasuk negara yang penduduknya paling banyak di dunia. Indonesia berada di urutan ke empat dan 10 negara yang penduduknya di atas 125 juta jiwa. Sementara itu, dibandingkan dengan negara-negara yang sedang berkembang lainnya, jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke tiga setelah Cina dan India, yaitu sebanyak 225 juta jiwa.

Kebijakan kependudukan merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap permasalahan kependudukan di Indonesia. Kebijakan tersebut antara lain meliputi penyediaan lapangan kerja, peningkatan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pertumbuhan Penduduk Indonesia

Guna mengetahui pertumbuhan penduduk Indonesia, kita harus membandingkan antarajumlah penduduk pada masa lalu dengan jumlah penduduk saat ini. Hasil sensus penduduk tahun 1980 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia adalah 147 juta jiwa, tahun 1990 adalah 179 juta jiwa, dan tahun 2000 adalah 203 juta jiwa.

Secara absolut jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahunnya, tetapi secara relatif laju pertumbuhan penduduk terus menurun. Selama periode 1980-2000 laju pertumbuhan penduduk Indonesia sudah berada di bawah 2% setiap tahun. Periode 1980-1990 laju pertumbuhan penduduk rata-rata mencapai 1,97% setiap tahun dengan jumlah penduduk adalah 146,94 juta jiwa pada tahun 1980 dan meningkat menjadi 178,63jutajiwa pada tahun 1990. Sepuluh tahun kemudian jumlah penduduk Indonesia menjadi 205,84 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk antara tahun 1990 dan 2000 adalah 1,49% setiap tahun.

Oleh karena jumlah penduduk yang sangat banyak tersebut, maka Indonesia dihadapkan pada masalah kependudukan yang sangat serlus. Sehubungan dengan itu, perlu upaya yang berkesinambungan antara pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan penduduk.

Kualitas Penduduk

Masalah kependuduk dapat diibaratkan sebagi pisau bermata dua. Pada sisi yang satu, jumlah penduduk yang besar dan berkualitas merupakan potensi yang sangat besar dan bermanfaat bagi pembangunan. Namun, sebaliknya di sisi yang lain jika jumlah penduduk besar tetapi kualitasnya rendah justru akan menjadi beban yang sangat berat bagi pembangunan.

Berbagai bukti menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya dan bukan oleh sumber daya alam. Sebagai contoh, Singapura dan Korea Selatan merupakan negara yang miskin akan sumber daya alam, tetapi kedua negara tersebut mampu berkembang dan maju dengan pesat karena memiliki sumber daya manusia yang kualitasnya tinggi.

Kualitas penduduk adalah derajat atauukuran baik atau buruknya penduduk dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Guna memenuhi kebutuhan hidup tersebut setiap penduduk memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Kualitas sumber daya manusia diukur dengan menggunakan standar internasional yang dikeluarkan oleh PBB (dalam hal ml dilakukan oleh UNDP). Standar tersebut dinamakan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan manusia (1PM) yang terdiri dart tiga variabel utama, yaitu tingkat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Berdasarkan penilalan yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2003, peringkat IPW Thdeks Pembangunan Manusia) Indonesia termasuk sangat memprihatinkan, yaitu berada di urutan ke 112 dan 175 negara di dunia. Posisi tersebut berada jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, dan bahkan Vietnam. Oleh karena itu, program kependudukan dan keluarga berencana merupakan program pembangunanjangka panjang yang harus diperhatikan dan dilakukan sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.

Redistribusi Penduduk

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa kepadatan penduduk indonesia tidak merata. Berdasarkan data dan Badan Pusat Statistik (BPS), kepadatan penduduk di Pulau Jawa pada saat mi mencapai 951 jiwa/km2, sedangkan di Pulau Maluku dan Papua hanya 7 jiwa/km2.

Solusi atas ketimpangan dalam hal persebaran penduduk tersebut adalah dilakukannya redistribusi penduduk, yaitu suatu upaya pemerataan jumlah penduduk dalam suatu wilayah atau negara. Redistribusi penduduk di Indonesia dilakukan dalam bentuk transmigrasi, yaltu memindahkan penduduk dan daerah (pulau) yang padat penduduknya ke daerah (pulau) yang jarang penduduknya.

Saat ini, dengan berlakunya UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, penyelenggaraan transmigrasi akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Pelaksanaan transmigrasi diarahkan pada penciptaan dinamika ekonomi baru dalam rangka mengurangi problem kemiskinan, keterbelakangan, dan pengangguran sehingga terwujud kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.

Selain tersebut di atas, pada masa mendatang pembangunan kawasan transmigrasi lebih diarahkan untuk menangani masalah pengungsi dan meningkatkan taraf hidup penduduk setempat yang miskin atau menganggur. Hal itu karena pengungsi merupakan permasalahan yang mendesak untuk segera diatasi agar tidak menimbulkan masalah lain, misalnya pengangguran.

Baca Juga :