Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Antar Perusahaan

Posted on

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Antar Perusahaan

Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Antar Perusahaan – Melakukan kerjasama di bidang usaha atau bisnis, sebaiknya menggunakan surat perjanjian yang resmi. Apalagi bila nominal yang digunakan di dalamnya terbilang besar. Oleh sebab itu anda harus membuat sebuat surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar. Seperti pada contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Antar Perusahaan yang bisa menjadi referensi anda, dalam membuat surat yang sama.

Cara Membuat Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Antar Perusahaan

 

PT GALIAN UTAMA

Jl Mekar Sewarga V No 190 Jakarta Barat

(021) 923 39489

 

SERAH PERJANJIAN

No. 18/SAA/PSAB/XI/18

Hari Selasa tanggal 20 Desember 2018 telah dilakukan serah terima jabatan oleh dan diantara :

 

Nama                    : Doni Wicaksono

TTL                         : Bandung 9 Januari 1980

Jabatan                 : Direktur Kerjasama PT Galian Utama

NIP                         : 93292832389

Alamat                  : Jl Sukasenang No 80 Jakarta Barat

No KTP/SIM       : 38920068769

Selanjutnya disebut dengan PIHAK PERTAMA

 

Nama                    : Rega Syailendra

TTL                         : Jakarta 17 Maret 1977

Jabatan                 : Asisten Direktur PT Sukma Sejati

NIP                         : 745673454896

Alamat                  : Komp Griya Puspa Raya Blok D9 No 27 Jakarta Barat

No KTP/SIM       : 0968976907

Selanjutnya disebut dengan PIHAK KEDUA

 

Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama usaha dengan beberapa ketentuan, yang diatur di dalam pasal-pasal berikut ini :

 

Pasal 1

Ketentuan Umum

 

  1. Pihak pertama yang merupakan pemilik modal menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) pada pihak kedua untuk digunakan sebagai modal usaha untuk jenis usaha pertambangan.
  2. Pihak kedua yang merupakan pengelola modal dari pihak pertama bertanggung jawab dalam mengelola usaha, sebagaimana yang tercantum di dalam pasal 1 ayat 1.
  3. Pihak kedua menerima modal dalam bentuk uang dari pihak pertama yang diserahkan ketika perjanjian tersebut sudah disepakati dan ditandatangani.
  4. Pihak pertama juga akan mendapat keuntungan bagi hasil usaha yang menurut persentase keuntungan yang sudah disepakati bersama.
  5. Masing-masing pihak mempunyai andil di dalam usaha ini, baik modal ataupun tenaga yang besar ataup pembagiannya.
Baca Juga :  Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Sepeda Motor Download Gratis

 

Pasal 2

Modal Usaha

 

  1. Besarnya uang modal usaha yang sebagaimana telah disebutkan pada pasal 1 ayat 1 sebesar Rp.400.000.000,- (empar ratus juta rupiah).
  2. Modal dari pihak pertama ini diserahkan sebelum akad ditandatangani yaitu di hari Senin tanggal 19 Desember 2018. Dengan melalui transfer ke rekening Bank Mari Menabung atas nama PT Sukma Sejati.

 

Pasal 3

Pengelola Usaha

 

  1. Pihak kedua bekerja dengan mengelola sebuah usaha sebagaimana yang tercantumpada pasal 1 ayat 2.
  2. Di dalam mengelola usahanya, pihak kedua dibantu oleh sejumlah staf yang ke semuanya berstatus sebagai karyawan tetap.

 

Pasal 4

Keuntungan

 

  1. Keuntungan usaha merupakan jenis keuntungan bersih, yang berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha yang sudah dikurangi dengan zakat.
  2. Nisbah keuntungan usaha untuk pihak pertama disepakati sebesar 10%.

 

Pasal 5

Kerugian

 

  1. Semua kerugian usaha sebagaimana yang tercantum di dalam pasal 1 ayat 2 akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak kedua.

 

Pasal 6

Laporan Usaha

 

  1. Tutup buku akhir usaha akan dilakukan setiap bulannya.
  2. Laporan bulanan yang terinci tentang seluruh kegiatan usaha akan dikirim paling lambat 7 hari di bulan berikutnya, oleh pihak kedua kepada pihak pertama.
  3. Penyerahan hasil keuntungan dilakukan selambat-lambatnya 7 hari, setelah tanggal jatuh tempo pembayaran setiap tanggal 5 setiap bulannya. Lalu akan diserahkan melalui transfer ke nomor rekening 8596854698 di Bank Mari Menabung atas nama PT Galian Utama.

 

Pasal 7

Jangka Waktu Bersyarat

 

  1. Jangka waktu kerjasama terhitung sejak perjanjian ini sudah disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak.
  2. Akad syarikat ini akan ditinjau kembali setiap akhir periode, untuk dimusyawarahkan kembali oleh kedua belah pihak.

 

Pasal 8

Hak Dan Kewajiban

 

Selama jangka waktu kerjasama pihak pertama memiliki kewajiban sebagai berikut :

Baca Juga :  Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Download Gratis

 

  • Tidak mencampuri kebijakan yang dimiliki atau yang dijalankan oleh pihak kedua.
  • Tidak melakukan pemaksaan pada pihak kedua, dalam menjalankan usul, saran atau keinginan dalam menjalankan kegiatan usaha tersebut.
  • Tidak melakukan kegiatan yang secara teknis di tempat usaha, tanpa seizin atau sepengetahuan dari pihak kedua.
  • Tidak mengambil atau menambah jumlah modal usaha, sebelum masa kontrak selesai.
  • Tidak menjalankan suatu bisnis atau usaha yang serupa, yang dilakukan oleh pihak kedua.
  • Pihak pertama berhak membatalkan perjanjian dan atau mengambil kembali sebagian modal usaha, bila pihak kedua terbukti melakukan penyelewengan dan atau mengkhianati isi perjanjian ini.
  • Pihak pertama berhak untuk menunjuk ahli waris yang akan menerima keuntungan bagi hasil, bila berhalangan. Yang dibuktikan dengan surat kuasa yang bertandatangan di atas materai.

 

Selama jangka waktu kerjasama tersebut, pihak kedua memiliki kewajiban sebagai berikut :

 

  • Mengelola modal usaha yang sudah diterima untuk kegiatan usaha yang sudah ditetapkan, paling lambat 1 minggu setelah akad disekapati dan ditandatangani.
  • Membuat laporan periodik kegiatan usaha setiap bulannya, untuk kemudian diberikan pada pihak pertama.
  • Melaporkan hal-hal yang sifatnya luar biasa atau musibah, yang terjadi saat kegiatan usaha sedang berjalan pada pihak pertama. Selambat-lambatnya tiga hari setelah kejadian.
  • Berhak mengelola dan menentukan kebijakan di dalam kegiatan usaha tersebut.
  • Berhak membatalkan perjanjian dan atau mengembalikan sebagian modal pada pihak pertama bila pihak pertama terbukti melakukan penyelewengan atau mengkhianati isi dari perjanjian ini.
  • Wajib menyerahkan keuntungan bagi hasil pada pewaris pihak pertama, bila ia berhalangan dengan menunjuk seorang ahli waris dalam menerima keuntungan tersebut.

 

Pasal 9

Perselisihan

 

  1. Apabila terjadi perselihan diantara kedua belah pihak sehubungan dengan adanya akad kerjasama ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelasaikannya dengan cara musyawarah.
  2. Segala sesuatu yang menjadi hasil penyelesaian perselisihan akan dituangkan di dalam sebuah berita acara.
Baca Juga :  Contoh Surat Perjanjian Kerjasama "Berbagai Hal"

 

Pasal 10

Penutup

 

  1. Surat akad ini mengikat secara hukum pada kedua pihak.
  2. Hal lainnya yang mungkin kelak akan muncul di kemudian hari, dan belum diatur di dalam surat akad ini maka akan dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak dan dituangkan di dalam addendum.
  3. Surat akad dibuat dua rangkap dan semuanya ditandatangani kedua belah pihak, di hari dan tanggal dimuka setelah dibubuhi materai.

 

Pihak Pertama                                                                                                                                   Pihak Kedua

 

 

 

Doni Wicaksono                                                                                                                                Rega Syailendra

 

Demikian contoh surat perjanjian kerjasama bagi hasil antar perusahaan yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :