Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Surat Perjanjian Hutang Piutang – Surat perjanjian hutang piutang tentu banyak jenisnya, hutang piutang bisa dalam hal apa saja. Misalnya hutang antar individu, antar perusahaan, atau individu pada suatu perusahaan. Dengan surat perjanjian tersebut, maka hal itu bisa menjadi jaminan bahwa kedua belah pihak tidak akan ada yang dirugikan. Seperti pada contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang berikut ini.

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang

 

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG

 

Hari Jumat tanggal 11 November 2017 kami yang bertanda tangan di bawah ini membuat suatu perjanjian surat hutang pihutang :

 

Nama                    : Gana Mardiana

Pekerjaan           : Karyawan Swasta

Umur                    : 30 Tahun

Alamat                  : Jl Gg H.Muhsin II No 53 Jakarta Timur

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak pertama.

 

Nama                    : Bara Tampubolon

Pekerjaan           : Wirawswasta

Umur                    : 38 Tahun

Alamat                  : Jl Riang Lestari III No 22 Jakarta Timur

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak kedua.

 

Melalui surat perjanjian ini telah disetujui oleh kedua belah pihak, mengenai ketentuan sebagai berikut :

 

  1. Pihak pertama sudah menerima uang tunai sebesar Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dari pihak kedua, yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. Pihak pertama bersedia memberi barang jaminan yaitu surat rumah, yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman pada pihak kedua.
  3. Pihak pertama juga berjanji akan melunasi uang pinjaman pada pihak kedua dengan tenggang waktu selama 6 bulan, terhitung sejak tanggal ditandatanganinya surat perjanjian ini.
  4. Bila nanti di kemudian hari pihak pertama tidak dapat membayar hutang tersebut, maka pihak kedua memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki secara pribadi ataupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat perjanjian ini dibuat dengan dua rangkap, dan bermaterai cukup dengan masing-masing rangkap memiliki kekuatan hukum yang sama. Masing-masing dipegang oleh kedua belah pihak.
  6. Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sadar tanpa tekanan, dari pihak manapun di Jakarta dengan hari, tanggal dan tahun seperti yang tertera di atas.
Baca Juga :  Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Perdagangan Download Gratis

 

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya di hadapan para saksi, dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. Dan untuk dijadikan pegangan secara hukum, bagi masing-masing pihak.

 

Pihak Pertama                                                                                                                                   Pihak Kedua

 

 

Gana Mardiana                                                                                                                                 Bara Tampubolon

 

Saksi :

 

  1. Marisa Mendiana
  2. Eka Lestari Putri

 

Itulah salah satu contoh surat perjanjian hutang pihutang yang baik dan benar. Semoga membantu.

Baca Juga :

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang | yurissa icha | 4.5