Contoh Keterbatasan Ekologis Dalam Pembangunan

Posted on

Contoh Keterbatasan Ekologis Dalam Pembangunan

KETERBATASAN EKOLOGIS DALAM PEMBANGUNAN

Pembangunan telah berjalan ratusan tahun. Namun, baru pada permulaan tahun 1970-an dunia mulai sadar dan cemas akan pencemaran dan kerusakan lingkungan sehingga ditanggapi secara sungguh-sungguh sebagai masalah dunia (global). Adanya pencemaran dan kerusakan Ii ngkungan tersebut disebabkan manusia tidak memperhatikan keterbatasan-keterhatasan ekologis, yaitu adanya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Contohnya, bahan-bahan tambang, di antaranya minyak bumi, emas, batu bara, dan gas alam.

Contoh Keterbatasan Ekologis Dalam Pembangunan

OIeh karena keterbatasan ekologis tersebut perlu ditetapkan undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok sebagai landasan bagi pengelolaan lingkungan hidup secara nasional. Di Indonesia pengelolaan lingkungan hidup diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan adanya undang-undang tersebut diharapkan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan tidak menimbulkan perubahan-perubahan yang merusak dan menimbulkan pencemaran dalam suatu ekosistem. Oleh karena itu, untuk melakasanakan kegiatan pembangunan harus memperhatikan hal-hal berikut.

  • Daya guna dan hasil guna yang dikehendaki harus dilihat dalam batas-batas yang optimal sehubungan dengan kelestarian sumber daya alam yang mungkin dicapai.
  • Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber daya lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem.
  • Memberikan kemungkinan untuk mengadakan pilihan (alternatif) penggunaan dalam pembangunan masa depan.

Atas dasar pertimbangan tersebut setiap rencana pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup perlu memperhatikan hubungannya dengan ekosistem dan faktor-faktor yang dominan, antara lain demografi, klimatologi, flora dan fauna, geologi, topografi, dan keanekaragaman sosial budaya masyarakat. Contohnya, waduk merupakan bagian dan ekosistem sungai yang berpengaruh terhadap sistem perikanan di sekitarnya. Pemanfaatan wilayah pesisir akan berdampak pada sistem perkembangan perikanan di laut lepas. Sebaliknya, perlu diperhatikan bahwa kelangsungan hidup suatu waduk bergantung pada keadaan hutan dan pola penggunaan lahan di bagian hulu dan ekosistem sungai.

Baca Juga :  15 Ciri Ciri Desa Menurut Para Ahli Beserta Penjelasannya Lengkap

Baca Juga :