20 Cagar Alam Di Indonesia dan Flora Fauna Yang Dilindungi

Posted on

20 Cagar Alam Di Indonesia dan Flora-Fauna Yang Dilindungi

PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA

Keunikan dari keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia harus kita peihara dan lestarikan. Hal itu semata-mata demi tetap terjaganya keseimbangan alam, khususnya di biosfer. Menjaga dan melestarikan keanekaragaman flora dan fauna dapat dan perlu dilakukan oleh siapapun, baik masyarakat secara individu, kelompok, maupun pemerintah.

Cagar Alam Di Indonesia dan Flora Fauna Yang Dilindungi

Secara mdividu dan kelompok, upaya yang dilakukan antara lain ikut menjaga kebersihan dan keutuhan tempat-tempat yang dianggap sebagai kawasan yang dilindungi. Bagi pemerintah, upaya yang dilakukan antara lain dengan mendirikan bermacam-macam kawasan perlmndungan alam (kawasan konservasi). Pembentukan kawasan konservasi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Alexander Von Humbolt. seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman. Perlindungan alam terdiri dari kawasan hutan suaka alam, kawasan hutan pelestarian alam, dan taman buru.

Kawasan Hutan Suaka Alam

Cagar Alam

Kawasan hutan suaka alam dapat berupa cagar alam dan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Cagar alam yang terdapat di Indonesia antara lain sebagai berikut.

Cagar Alam Gunung Muntis ( Nusa Tenggara Timur)

Vegetasi yang dominan adalah eucalyptus. Potensi fauna yang unik dan Cagar Alam Gunung Muntis adalah kuskus.

Cagar Alam Raya Pasi (Kalimantan Barat)

Kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak tahun 1990 mi memiliki beberapa jenis tumbuhan unik dan langka, antara lain bunga Rafflesia Tuanmudae.

Cagar Alam Pulau Waigeo (Papua)

Fauna yang menempati Cagar Alam Pulau Waigeo sebagai habitatnya antara lain burung maleo waigeo, cendrawasih merah, kakaktua jambul kuning, dan ular boa tanah. Sementara itu, pohon yang banyak dijumpai adalah pohon beringin. Pohon itu hidup di sepanjang aliran sungal, bekas kebun, serta perbatasan antara kebun dan hutan

Suaka Margasatwa

Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

Suaka margasatwa yang terdapat di Indonesia antara lain sebagai berikut :

READ  Lingkungan Hidup Alamiah dan Binaan - Pengertian dan Contohnya Lengkap

Suaka Margasatwa Cikepuh (Sukabumi, Jawa Barat)

Satwa liar yang dilindungi di Suaka Margasatwa Cikepuh antara lain penyu hijau. Penyu hijau termasuk jenis satwa langka sehingga perlu usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup satwa tersebut. Populasi penyu hijau di Indonesia saat ini berada di ambang kepunahan. Jenis-jenis satwa liar lainnya adalah banteng, rusa, kancil, babi hutan, lutung, burung merak, burung elang, biawak, dan ular kisi.

Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo(Sulawesi Tenggara)

Hutan Amolengo merupakan habitat anoa dataran rendah. Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi yang telah menghuni pulau tersebut sejak lebih kurang 60 juta tahun yang lalu Jenis satwa liar lainnya adalah biawak, ular piton, rusa, monyet hitam sulawesi, babi hutan, dan bajing serta 50 jenis burung antara lain rangkong sulawesi, merpati putih, ayam hutan merah, belibis, raja udang merah, dan raja udang kecil.

Suaka Margasatwa Tanjung Peropa

Kawasan tersebut merupakan habitat satwa liar yang dilindungi antara lain anoa, burung maleo, rangkong, rusa, bangau hitam, biawak, monyet hitam sulawesi, dan kuskus.

Kedua istilah tersebut, yaitu cagar alam dan suaka margasatwa, sekarang telah dipadukan menjadi Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA). PPA di Indonesia dibentuk pada tahun 1912 di Bogor dengan tokohnya yang terkenal, yaitu Dr. Kooders.

Kawasan Hutan PeLestarian

Kawasan hutan pelestarian alam meliputi taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam.

Taman Nasional

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian Ilmu pengetahuan, pendidikan menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi alam. Kawasan taman nasional dikelola oleh pemerintah dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa, ekosistemnya.

Taman nasional di Indonesia antara lain berikut ini.

Taman Nasional Gunurtg Leuser (TNGL)

Terdapat tumbuhan langka dan khas, yaitu daun payung raksasa dan bunga rafflesia. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik, yaitu ara. Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain orang utan, siamang, gajah sumatra, badak sumatra, harimau sumatra, kambing hutan, rusa sambar, dan kucing hutan.

READ  [LENGKAP] Pengertian Geografi Beserta Konsep dan Ruang Lingkupnya Lengkap

Taman Nasional Batang Gadis (TNBG)

Taman Nasional Batang Gadis seluas 108.000 ha terletak di Kabupaten Madina, Provinsi Sumatra Utara, di sini ditemukan juga bunga langka Rafflesia. Jenis satwa langka yang dapat dijumpal di TNBG antara lain harimau sumatra, tapir, kancil, beruang madu, kijang, dan landak. Sementara itu, jenis satwa purba yang ditemukan adalah amfibi tidak berkaki dan katak bertanduk tiga yang sudah langka dan merupakanjeniS satwa endemik di Sumatra.

Taman Nasional Ujung Kulon

Satwa langka dan dilindungi selain badak jawa adalah banteng, macan tutul, dan owa.

Taman Hutan Raya

Taman hutan raya adalah kawasan pelestanan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata. dan rekreasi.

Taman hutan raya yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut.

Taman Hutan Raya Bukit Barisan

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di hutan raya ini antara lain siamang, gajah sumatra, harimau sumatra, rusa sambar, dan kucing hutan. Jenis tumbuhan yang dijumpai antara lain durian, rotan, aren, rambutan, dan dadap.

Taman Hutan Raya Murhum

Jenis tumbuhan yang dijumpai di dalam kawasan ini antara lain kayu besi, eha, pandan tikar, dan rotan. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai satwa liar, antara lain elang laut, rangkong, dan anoa.

Taman Wisata Alam

Taman wisata alam adaiah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.

Taman wisata alam yang terdapat di Indonesia antara lain berikut ini.

Taman Wisata Alam Pangandaran

Secara umum vegetasi kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran adalah butun, ketapang, nyamplung, waru, jati dan mahoni.

Beberapa jenis satwa yang mudah ditemui di kawasan tersebut antara lain banteng, lutung, kancil, trenggiling, landak, dan musang.

Taman Wisata Alam Cibodas

Berbagai jenis f lora ditemukan di dalam kawasan ini,antara lain bunga bangkai, puspa, saninten, pasang, suagi dan manglid. Sementara itu, satwa liar dalam kawasan ini antara lain macan tumbang, kera ekor panjang, tupai, burung walet, dan burung piyuh.

READ  4 Jenis Tanah Di Indonesia - Proses Pembentukan Beserta Perbedaannya Lengkap

Taman Wisata Alam Papandayan

Flora yang terdapat dalam kawasan ini umumnya didominasi oleh pohon suagi dan edeiweis. Selain itu ditemukan pula tumbuhan puspa, saninten, jamuju, pasang, dan manglid. Jenis satwa liar yang terdapat di kawasan ini antara lain, babi hutan, trenggiling, kijang, lutung, dan beberapa jenis burung seperti kutilang, dan walik.

Taman Buru

Taman buru adalah suatu kawasan yang di dalamnya terdapat potensi satwa buru dan di peruntukan untuk rekreasi berburu. Salah satu contoh taman buru yang ada di Indonesia adalah Taman Buru Masigit Kareumbi (Jawa Barat). Jenis satwa yang terdapat dalam kawasan ini antara lain rusa sambar, rusa, babi hutan, kucing hutan, anjing hutan, macan tutul, kijang, kera, lutung, burung walik, dan ayam hutan.

Di dalam upaya pelestarian dan perlmndungan flora dan fauna terkandung nilal-nilai tertentu,yaitu nilai ilmiah, nilai ekonomi, nilai budaya, serta nilai mental dan spiritual yang saling berkaitan.

Nilai ilmiah

Setiap kekayaan alam, khususnya keanekaragaman flora dan fauna dapat digunakan sebagai bahan penelitian, baik untuk penelitian biologi, botani, ekologi maupun disiplin ilmu yang lain demi pengembangan pengetahuan.

Nilai  ekonomi

Pelestarian dan perlindungan alam khususnya keanekaragaman flora dan fauna dapat ditunjukan untuk kepentingan ekonomi, misalnya daerah wisata. Hal itu dapat mendatangkan berbagai lapangan kerja dan sumber penghasilan, baik bagi penduduk setempat maupun sumber devisa negara.

Nilai budaya

Flora dan fauna yang khas serta hasil budaya manusia pada suatu daerah dapat menumbuhkan  kebanggaan tersendiri. Sebagai contoh melati, komodo, dan Candi Borobudur dapat menjadi ciri khas setiap daerah.

Nilai mental dan spiritual

Upaya pelestarian dan perlindungan alam mendorong manusia untuk dapat menghargai keindahan alam sebagai ciptaan Tuhan sehingga manusia lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa

Baca Juga :