Bunyi : Pengertian, Macam, Karakteristik Beserta Penjelasannya Lengkap

Pengertian, Macam dan KarakteristikBUNYI

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.
Gelombang bunyi memerlukan medium untuk merambat.

Pengertian, Macam dan KarakteristikBUNYI

Cepat Rambat Bunyi

Cepat rambat bunyi dapat ditentukan dengan membagi jarak sumber bunyi dengan waktu di mana kita mendengar bunyi tersebut. Hal ini telah dibuktikan oleh Moll dan Beck ilmuwan dari Belanda.

Mereka berdiri di atas puncak bukit yang berbeda. Salah sawtu bertugas membunyikan meriam dan yang satunya bertugas melihat kilatan api meriam dan menghitung waktu sampai dia mendengar bunyi meriam (dengan stop watch).

Jarak kedua bukit diukur sejauh 850 m. Orang yang bertugas melihat dan mendengarkan bunyi mencatat bahwa dia mendengar bunyi setelah 2,55 detik melihat kilatan api.

Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Coba kamu amati ketika kamu berteriak di lapangan terbuka, apakah kamu akan mendengar bunyi suaramu setelah kamu berteriak? Buktikanlah!

Gaung
Gaung adalah bunyi pantul yang sebagian terdengar bersamaan dengan bunyi ash sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Pada ruangan yang besar, biasanya gaung akan terdengar. Oleh sebab itu, pada gedung-gedung yang luas, seperti bioskop, gedung pertunjukan tearer, dan gedung pertunjukan musik dipasang alat peredam gaung pada dinding-dinding gedung. Alat peredam yang digunakan, antara lain gabus, karet, karpet, dan wol.

Bunyi Pantul yang Memperkuat Bunyi Asli

Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli biasanya terjadi karena sumber bunyi dengan dinding pemantul terletak berdekatan sehingga bunyi  yang terdengar akan lebih keras karena bunyi asli telah diperkuat oleh bunyi pantul.

Baca Juga :  8 Manfaat Indraja (Penginderaan Jauh) - Pengertian dan Tujuannya Lengkap

Prinsip pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan pada alat kesehatan, yaitu ultrasonografi (USG). Alat ini bekerja dengan menempelkan sebuah alat pemantul detak jantung bayi (transduser) di perut ibu hamil sehingga ibu dapat mendengar derak jantung sang janin.

Selain itu, pemantulan bunyi dapat juga dimanfaatkan untuk mengukur kedalaman laut.Alat ini biasa disebut sonar. Pada kapal dipasang sebuah transmiter yang berfungsi memancarkan gelombang ultrasonik ke dalam laut. Setelah gelombang tersebut sampai ke dasar laut, gelombang akan dipantulkan kembali dan ditangkap oleh sensor bunyi yang telah terpasang di kapal. Kecepatan bunyi untuk sampai ke dasar laut dan kembali lagi ke kapal dapat menjadi acuan untuk mengetahui kedalaman laut.

Frekuensi Bunyi

Getaran suara ditangkap oleh daun telinga dan masuk ke saluran telinga sehingga menggetarkan gendang telinga. Getaran gendang telinga ini ditangkap oleh tulang pendengaran dan diteruskan ke saraf pendengaran kemudian dikirim ke otak untuk dianalisis.

Manusia dapat mendengarkan bunyi dalam frekuensi tertentu, yaitu antara 20 Hz—20.000 Hz. Di luar frekuensi tersebut manusia tidak mampu mendengar. Hal ini karena gendang telinga tidak dapat bergetar apabila dikenai frekuensi di luar 20—20.000 Hz.

Berdasarkan frekuensinya bunyi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

Infrasonik
Infrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi kurang dan 20 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia tetapi dapat didengarkan oleh beberapa jenis binatang, misalnya anjing dan jangkrik.

Audiosonik
Audiosonik adalah bunyi dengan frekuensi antara 20—20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh manusia.

Ultrasonik
Ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia, tetapi dapat juga didengar oleh kelelawar, lumba-lumba, dan anjing laut.
Berkat kemajuan teknologi, sekarang manusia dapat mendeteksi bunyi ultrasonik dengan bantuan alat. Penerapan bunyi ultrasonik, antara lain pada pengukuran kedalaman laut, proses pengerjaan finishing pada industri logam, pengukuran ketebalan logam, mematikan beberapa jenis bakteri pada makanan yang diawetkan, remote control untuk televisi, pendeteksi kehamilan pada manusia, dan pembuatan kacamata untuk tunanetra.

Baca Juga :  15 Ciri Ciri Desa Menurut Para Ahli Beserta Penjelasannya Lengkap

Karakteristik Bunyi

Manusia mampu membedakan bunyi kentongan dengan bunyi anjing yang mengonggong disebabkan tiap-tiap bunyi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Berdasarkan karakteristik bunyi yang dimiliki, kita dapat membedakan beberapa jenis bunyi, antara lain sebagai berikut.

Nada
Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi tetap atau jumlah getarannya selalu sama setiap detiknya. Nada biasanya dihasilkan oleh alat-alat musik. Semakin tinggi frekuensinya, nada yang terdengar juga semakin tinggi.

Desah
Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak selalu sama. Misalnya, bunyi angin yang bertiup, suara hujan, dan suara air terjun.

Kuat Bunyi
Kuat lemahnya bunyi dapat kamu amati pada senar gitar. Apabila senar gitar dipetik dengan perlahan, maka nada yang terdengar juga lemah. Akan tetapi, apabila dipetik dengan kuat, maka akan terdengar bunyi yang keras (kuat). Kuat lemahnya bunyi bergantung pada amplitudo (simpang getar) awalnya. Apabila amplitudo awal lemah, maka bunyi yang keluar juga lemah. Apabila amplitudo awal kuat, maka bunyi yang keluar juga akan keras.

Selain itu, jenis senar gitar juga memengaruhi kuat lemahnya bunyi. Semakin tebal senar, semakin rendah suara gitar. Sebaliknya, semakin tipis senar, semakin tinggi suara gitar. Begitu pula ketika kamu mengencangkan senar gitar, frekuensi suara gitar semakin tinggi. Sebaliknya, ketika kamu kendurkan senar, frekuensi suara gitar semakin lemah.

Warna Bunyi (Timbre)

Warna bunyi adalah gabungan dan dua bunyi yang memiliki frekuensi sama tetapi terdengar berbeda. Perhatikan suara nyanyian dalam paduan suara. Kita akan dapat membedakan suara wanita dengan laki-laki, walaupun dalam nada tinggi yang sama. Kita juga dapat membedakan bunyi nada C pada piano dan nada C pada gitar.

Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain yang memiliki frekuensi sama.

Baca Juga :  Pertumbuhan Kota Di Indonesia Berdasarkan Sejarah Perkembangannya

Kamu dapat melihat peristiwa resonansi pada garpu tala. Ketika sebuah garpu tala digetarkan, garpu tala lain yang memiliki frekuensi sama akan ikut bergetar, tetapi garpu tala dengan frekuensi berbeda akan diam saja.

Pernahkah kamu menelpon dengan kaleng kosong? Dua kaleng kosong yang telah dibuka salah satu ujungnya dapat kamu gunakan untuk menelpon. Caranya, kamu lubangi ujung kaleng yang belum dibuka dengan diameter secukupnya untuk mengikatkan benang atau tali senar. Selanjutnya, hubungkan kedua kaleng itu dengan benang atau senar. Coba kamu berbicara pada salah satu kaleng dan suruh temanmu mendengarkan pada kaleng yang lain. Dapatkah temanmu mendengarkan suaramu? Jika dapat, maka berarti kolom udara pada kaleng dapat juga menghantarkan getaran suaramu ke kaleng yang lain dengan perantara benang.