3 Batas Wilayah Laut indonesia : Zona Teritorial, Kontinental, dan Ekonomi Eksklusif

Posted on

3 Batas Wilayah Laut indonesia : Zona Teritorial, Kontinental, dan Ekonomi Eksklusif

WILAYAH LAUT INDONESIA

Wilayah laut Indonesia lebih luas daripada daratan. Wilayah laut Indonesia yang berada di dekat Samudra Pasifik dan iuasnya hampir menyamai luas daratan Amerika Serikat serta menjadi jalur pelayaran internasional, meyimpan sumber daya hayati laut yang sangat besar. Tingginya keanekaragaman hayati laut dimungkinkan oleh variasi dan khasnya Iingkungan abiotik laut. TekaHan air laut bervariasi antara 1 hingga 1.000 atm, kadar unsur hara berkisar antara miskin hara (oligotrofik) hingga kaya hara (eutrofik). Demikian pula sinar Matahari bervariasi dati zona cukup cahaya (fotik) hingga tak ada cahaya (afotik). Adapun kekhasan lingkungan laut dicirikan oleh adanya relung (niche) ekologi yang spesifIk, seperti hidrotermal laut dalam dengan suhu yang tinggi (mencapai 350 °C), setta keberadaan hutan bakau di wilayah pesisir.

Batas Wilayah Laut indonesia

Batas wilayah laut Indonesia diukur 12 mu dan garis dasar sesuai dengan Dekiarasi Juanda 13 Desember 1957. Di dalam perkembangannya, pada Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika

1982, Indonesia mendapat pengakuan internasional bahwa wulayah perairan Indonesia meliputi landas kontinen, landas teritorial, dan zona ekonomi eksklusif.

  • Landas kontinen, yaitu wilayah laut yang metupakan paparan dengan kedalaman sampai 200 meter di bawah permukaan laut. Pada wilayah mi segala kekayaan alam yang terdapat di dalamnya adalah milik pemerintah.
  • Laut teritorial, yaitu wilayah laut yang diukur sejauh 12 mu dan garis dasar. Pada wilayah ini Indonesia berhak memanfaatkan segala kekayaan alam yang ada di dalamnya maupun ruang di atasnya.
  • Zona Ekonomi Eksklusif, yaitu wilayah laut yang diukur sejauh 200 mil dan garis dasar pulau-pulau terluar. Dalam wilayah itu Indonesia berhak mengeksplorasi, eksploitasi, dan melestarikan segala sumber daya yang ada di dalamnya.
READ  Keruangan Kota - Pengertian, Struktur, Ciri, Faktor, Tahap, Teori dan Tahap Perkembangan Kota

Selain dan fungsi-fungsi batas wilayah perairan tersebut, bagi kedaulatan wilayah Indonesia, penentuan batas wilayah laut sangat penting untuk menghindari sengketa kepemilikan pulau dengan negara tetangga, khususnya pulau-pulau kecil yang letaknya terpencil. Hal itu dapat terbukti setelah Mahkamah Internasional pada tanggal 17 Desember 2002 memutuskan bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan bagian dan wilayah Malaysia.

Selain kedua pulau tersebut, masih terdapat beberapa pulau yang belum jelas perbatasannya dengan negara tetangga. Pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Rondo di Aceh dan Pulau Batek di sekitar Pulau Timor.

Pemanfaatan wilayah laut Indonesia ternyata. menimbulkan kerusakan sehingga mengakibatkan kualitas lingkungannya menurun. Menurunnya kualitas lingkungan tersebut antara lain karena terjadinya pencemaran atau karena eksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Bahan-bahan yang menjadi pencemar laut dapat berasal dan daratan ataupun dan adanya kegiatan di lautan itu sendiri. Di Indonesia, pencemaran laut yang terjadi dapat disebabkan antara lain oleh minyak, limbah industri (khususnya logam-logam berat), limbah permukiman (khususnya bahan-bahan organik), limbah pertanian (khususnya pupukdan pestisida), serta sedimentasi lumpur akibat pengelolaan lahan yang buruk.

Kerusakan dan degradasi produktivitas lingkungan laut juga dapat terjadi karena eksploitasi sumber daya laut yang tidak bijaksana. Contohnya, penangkapan ikan secara besar-besaran hingga melebihi batas produktivitas. Sementara itu, pantai dapat rusak karena adanya eksploitasi terhadap batu karang dan pasir laut yang tidak terkendali hingga menyebabkan erosi pantai. Oleh karena itu, sebuah puIau dapat habis karena pengikisan sehingga garis pantai menjadi mundur.

Baca Juga :