9 Komponen Peta : Pengertian dan Penjelasannya Lengkap

Posted on

9 Komponen Peta dan Penjelasannya Lengkap

KOMPONEN PETA

Peta merupakan alat bantu dalam geografi. Sebuah peta yang ideal dapat dibaca dan digunakan dengan mudah. Oleh karena itu, dalam pembuatannya harus dilengkapi dengan komponen-komponen tertentu, antara lain sebagai berikut :

9 Komponen Peta

Judul Peta

Peta harus diberi judul atau identitas yang mencerminkan isi peta. Judul dapat diletakkan di sebelah kiri, tengah, atau di sebelah kanan atas peta dengan tidak mengganggu peta utama. Namun, pada umumnya judul peta diletakkan  di bagian atas tengah dan di luar garis tepi. Ukuran huruf untuk judul disesuaikan dengan besarnya peta.

Mata Angin (Petunjuk Arah)

Mata angin harus dicantumkan dalam peta untuk mengetahui arah utara, selatan, barat, dan timur pada peta. Mata angin biasanya diletakkan di tempat yang kosong bergantung pada posisi peta maupun ruang yang memungkinkan sehingga memberi kesan harmonis dan menarik.

Skala Peta

Skala peta merupakan komponen yang sangat penting dalam peta karena berfungsi menunjukkan perbandingan antara jarak sebenarnya dan jarak pada peta. Skala peta dapat mempermudah pengguna untuk mengetahui jarak sebenarnya antartempat. Penulisan skala dapat berupa skala angka atau skala grafis.

Contoh skala angka adalah 1:50.000, artinya 1 cm pada peta sama dengan 50.000 cm atau 0,5 di lapangan.

Baca Juga :  6 Bentang Lahan Berdasarkan Ketinggian Terlengkap

Simbol

Simbol merupakan tanda untuk menggambarkan (melambangkan) kenampakan atau objek dan letaknya di permukaan bumi dalam peta. Adanya simbol menyebabkan peta dapat dibaca dan dimengerti. Simbol-simbol harus digambarkan secara jdas dan diberi warna.

Pada peta umum simbol-simbol yang digunakan bersifat tetap, misalnya simbol kota, ibu kota negara, jalan kereta api, dan sungai. Adapun pada peta tematik, simbol-simbol yang digunakan mempunyai ketentuan-ketentuan menurut temanya.

Secara umum simbol dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu simbol titik, garis, wilayah atau area, dan warna.

Penggunaan huruf pada peta mempunyai aturan tertentu, yaitu sebagai berikut.

  • Nama wilayah atau tempat ditulis dengan huruf tegak dan berwarna hitam.
  • Nama bentuk-bentuk relief, misalnya gunung dan bukit ditulis dengan huruf miring dan berwarna hitam.
  • Nama wilayah perairan, seperti sungai, danau, dan laut ditulis dengan huruf miring dan berwarna biru.

Legenda

Legenda menjadi kunci untuk membaca peta karena berisi keterangan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Legenda biasanya diletakkan di bagian kiriatau kanan bawah peta di sebelah dalam garis tepi.

Garis astronomis

Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur. Garis-garis itu berguna untuk mengetahui posisi absolut suatu objek pada peta utama. Tanda-tanda koordinat garis-garis astronomis umumnya digambarkan dengan garis-garis pendek memotong garis tepi.

Garis Tepi

Garis tepi merupakan garis untuk membatasi ruang peta, umumnya berbentuk persegi empat.

Sumber Peta

Sumber peta perlu dicantumkan untuk meyakinkan pengguna bahwa peta tersebut berasal dan instansi atau lembaga yang berkompeten dalam pembuatan peta. Lembaga-lembaga resmi yang menjadi tempat sumber-sumber peta di Indonesia antara lain Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Jawatan Topografi Angkatan Darat, serta Badan Pertanahan Nasional.

Baca Juga :  Pengertian dan Jenis-Jenis Proyeksi Peta Beserta Penjelasannya

Tahun Pembuatan

Tahun pembuatan peta berguna untuk mengetahui waktu peta itu dibuat. Tahun pembuatan peta penting untuk dicantumkan khususnya pada peta yang sifat datanya selalu mengalami perubahan.

Baca Juga :