8 Pola dan Bentuk Persebaran Desa Beserta Gambarnya Lengkap

Posted on

Pola Dan Bentuk Persebaran Desa Beserta Gambarnya

Bentuk dan Pola Desa

Bentuk dan pola desa sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang bersangkutan. Setiap desa memiliki bentuk dan pola yang berbeda sesuai dengan kepentingannya terhadap faktor geografis. Pada umumnya terdapat tiga bentuk dan pola desa, yaitu bentuk dan pola desa tersebar, memanjang dan mengelompok.

Pola dan Bentuk Persebaran Desa

Bentuk dan Pola Desa Tersebar

Bentuk dan pola desa yang tersebar pada umumnya terdapat di daerah berlereng. Hal itu karena setiap penduduk berusaha mencari tempat yang datar atau rata untuk mendirikan rumah mereka. Bentuk dan pola menyebar juga terdapat daerah kapur (lcarst). Hal itu terjadi karena lahan di daerah karst lebih didominasi batuan kapur daripada tanah. Oleh karena itu, penduduk akan mencari lahan yang masih didominasi tanah. Selain itu, di daerah karst sulit mendapatkan sumber air sehingga penduduk mendirikan rumahnya lebih mendekati sumber-sumber air.

Bentuk dan Pola Desa Memanjang

Bentuk dan pola desa yang memanjang disebabkan oleh adanya kepentingan terhadap kondisi geografis tertentu, misalnya terhadap sungai dan jalan, baik jalan mobil atau jalan kereta api. Pola permukiman memanjang ini terbentuk mengikuti bentuk sungai danjalan. Permukiman penduduk secara alami berdiri di sebelah kanan atau kin sungai dan jalan tersebut.

Bentuk dan Pola Desa Mengelompok

Bentuk dan pola desa mengelompok pada umumnya terjadi karena penduduk mencari sumber-sumber tertentu, misalnya tanah yang subur dan sumber Penduduk akan mendirikan permukiman di daerah yang kondisi tanahnya subur atau di daerah yang terdapat sumber airnya. Hal itu karena kedua sumber tersebut sangat dibutuhkan oleh penduduk untuk kehidupannya

Tata Ruang Wilayah Desa

Tata ruang desa adalah pola pemanfaatan lahan desa untuk dijadikan kawasan tempat tinggal beserta sarana dan prasarananya. Pola tata ruang dipengaruhi oleh kondisi geografis sehingga masing-masing wilayah memiliki perbedaan.

READ  Kerusakan Tanah - Pengertian, Macam, Contoh Dan Cara Mengatasinya Lengkap

Secara umum terdapat empat pola tata ruang wilayah perdesaan, yaitu pola desa memanjang menyusur pantai. pola desa terpusat, pola desa linier di dataran rendah, dan pola desa mengelilingi fasilitas tertentu.

Pola Desa Memanjang Menyusur Pantai

Di daerah-daerah paritai yang landai dapat tumbuh suatu permukiman yang mata pencaharian penduduknya dalam bidang perikanan, perkebunan kelapa, dan perdagangan. Jika sebuah desa pantai seperti itu berkembang, maka tempat tinggalnya akan meluas dengan cara menyambung yang lama menyusur pantai hingga bertemu dengan desa lainnya. Sementara itu, pusat-pusat kegiatan industri kecil, misalnya perikanan dan pertanian tetap dipertahankan di dekat tempat tinggal penduduk yang awal.

Pola Desa Terpusat

Pola desa terpusat ini dapat dijumpai di daerah pegunungan. Penduduk pada umumnya terdiri atas masyarakat yang seketurunan. Pemusatan terhadap tempat tinggal mereka dipengaruhi oleh sifat kegotong-royongan di antara mereka. Jika jumlah penduduk bertambah dan terjadi pemekaran wilayah, maka akan mengarah ke segala penjuru tanpa ada perencanaan. Sementara itu, pusat-pusat kegiatan penduduk pun akan bergeser mengikuti arah pemekaran.

Pola Desa Linear di Daratan Rendah

Pemukiman penduduk di dataran rendah pada umumnya memanjang sejajar dengan rentangan jalan raya yang menembus desa tersebut. Jika kemudian desa mengalami pemekaran tanpa adanya rencana, tanah pertanian di luar desa seanjang jalan raya menjadi pemukiman baru. Ada kalanya juga pemekaran mengarah ke pedalaman sehingga posisinya disekitar dengan jalan raya. Oleh karena itu, harus dibuatkan jalan baru yang mengelilingi desa tersebut (semacam ring road). Hal itu dimaksudkan agar kawasan pemukiman baru menjadi tidak terpencil.

Pola Desa Mengelilingi Fasilitas Tertentu

Pola desa inijuga terdapat di daerah dataran rendah. Sementara itu. fasilitas- fasilitas yang dimaksud di sini antara lain mata air, waduk, pusat pemerintahan, pusat kesehatan, dan pusat industri. Jika terjadi pengembangan wilayah, maka arahnya dapat ke segala jurusan. sedangkan fasilitas-fasilitas untuk industri kecil dapat disebarkan di tempat mana pun sesuai dengan keinginan.

READ  5 Karakteristik Negara Berkembang (Maju) Menurut Bank Dunia

Baca Juga :