Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wow! Ternyata Kecoa Bermanfaat Bagi Dunia Kesehatan? Inilah Beberapa Fakta Unik Tentang Kecoa

Fakta unik dan menarik tentang kecoa
Perasaan takut, geli dan jijik mungkin akan bergabung menjadi satu saat kita berhadapan langsung dengan kecoa. Ya, hewan serangga tersebut memang sering dikaitkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kotoran dan hal-hal yang menjijikkan, bahkan menjadi salah satu sumber penyebar penyakit.

Keberadaan kecoa sangatlah mengganggu bagi manusia. Kecoa menyukai tempat yang kotor, kumuh, gelap, lembap, sempit dan berantakan. Jadi, bagi teman-teman yang ingin rumahnya terhindar dari kecoa, bisa dimulai dengan menjaga kebersihan dan kerapian tempat tinggal.

Terlepas dari bahayanya kecoa karena selalu dikaitkan dengan kotoran dan hal-hal menjijikkan, ternyata ada fakta unik dari kecoa itu sendiri yang mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini:

Penyakit Asma Akibat Alergi yang Ditimbulkan Kecoa

Kita semua tahu bahwa kecoa merupakan hewan yang kotor, menjijikkan dan keberadaannya menjadikan sumber penyakit bagi tempat yang ia tinggali. Akibat tinggal di daerah yang kotor dan kumuh, kecoa sering kali membawa patogen berbahaya, sehingga sering kali patogen tersebut menyebar ke tempat yang ia singgahi. Hal tersebut merupakan ancaman bagi kesehatan manusia, mengingat kecoa sering kali hidup dan tinggal di sekitar manusia.

Selain sebagai vektor, ternyata kecoa juga memiliki potensi untuk menyebabkan alergi dan penyakit asma, terutama pada anak-anak. Dikutip dari halaman Florida Pest Control, penelitian telah membuktikan bahwa sekitar 45% anak-anak mengalami alergi terhadap kecoa, dan apabila hal tersebut terus berlanjut, maka dapat berakibat buruk yaitu memicu penyakit asma.

Hal ini menyadarkan kepada kita bahwa begitu pentingnya menjaga kebersihan rumah, terutama pada tempat-tempat yang sering kita tinggali. Rumah yang kotor dan berantakan merupakan tempat yang disukai oleh kecoa untuk hidup dan berkembang biak. Maka dari itu, kebersihan adalah salah satu cara yang paling ampuh dalam mengatasi kecoa.

Bakteri dari Usus Kecoa Merupakan Sumber Potensial Senyawa Antibakteri

Banyak orang yang berpikir bahwa kecoa adalah hewan yang menjijikkan dan sebagai sumber penyakit. Oleh karena itu, banyak juga yang mencari cara untuk mengusir, membunuh bahkan membasmi kecoa. Kecoa biasanya tinggal di tempat-tempat kotor, lembap, gelap seperti di kamar mandi, saluran air atau pembuangan, lubang dan sela-sela dinding rumah.

Namun, di balik kehadirannya yang mengganggu bagi manusia, bahaya kecoa bagi kesehatan manusia, ternyata kecoa juga memiliki manfaat bagi dunia kesehatan. Lah, bagaimana bisa kecoa yang kotor, menjijikkan dan sebagai sumber penyakit malah memiliki manfaat bagi dunia kesehatan?

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Letters in Applied Microbiology pada tahun 2018, diketahui bahwa bakteri pada usus kecoa menghasilkan molekul aktif dengan sifat antibakteri yang kuat, serta menunjukkan efek anti amoeba.

Antibakteri adalah suatu senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bahkan mematikan mikroorganisme seperti bakteri yang bersifat merugikan dengan cara mengganggu metabolismenya. Mikroorganisme ini sangatlah berbahaya bagi manusia, karena dapat menginfeksi dan menimbulkan penyakit.

Dengan adanya penelitian ini, telah menunjukkan bahwa adanya sumber baru antibakteria yaitu dari usus kecoa yang dapat menghasilkan molekul dengan sifat bakterisidal dan amoebicidal yang mampu menghambat bahkan membunuh mikroorganisme yang berbahaya bagi manusia. Oleh karena itu, penelitian ini dapat mengarah kepada pengembangan obat tarapeutik.

Kecoa Mampu Puasa Selama Satu Bulan

Kecoa merupakan salah satu hewan berdarah dingin atau yang biasa disebut poikiloterm. Dengan kondisi inilah kecoa mampu bertahan hidup selama beberapa minggu meskipun tidak makan dan minum. Selama pada masa itu tidak ada predator yang memakannya ataupun terinfeksi bakteri atau jamur yang dapat menyebabkan penyakit.

Seperti yang kita kita ketahui, hewan berdarah dingin seperti kecoa mampu menyesuaikan suhu tubuhnya terhadap lingkungan. Jika lingkungan panas atau hangat, reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh akan semakin cepat, sehingga membutuhkan energi lebih banyak. Sedangkan saat suhu lingkungan dingin, maka reaksi kimia di dalam tubuh akan semakin lamban.

Saat makanan tidak tersedia, maka kecoa dapat menghemat energi dengan menjaga suhu tubuhnya serendah mungkin. Oleh karena itu, hal ini memungkinkan seekor kecoa dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama meskipun tanpa makanan dan minuman.

Hidup Tanpa Kepala

Kecoa adalah salah satu hewan yang unik, mereka mampu hidup selama satu minggu bahkan satu bulan tanpa kepala. Bagaimana bisa kecoa hidup tanpa kepala?

Kecoa tidak membutuhkan kepala untuk sistem pernapasan. Kecoa bernafas menggunakan lubang kecil di bagian tubuhnya. Lubang inilah yang berfungsi menyerap oksigen. Oksigen yang diserap tidak dialirkan melalui darah serta tanpa adanya kontrol dari otak. Oksigen tersebut langsung dialirkan melalui serangkaian tabung yang disebut dengan trakea, sebagaimana juga yang terjadi pada hewan serangga lainnya.

Mengutip dari halaman Scienctific American bahwa kecoa tidak memiliki tekanan darah layaknya manusia. Saat kepala manusia dipenggal, maka akan menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah yang besar dan mengakibatkan turunnya tekanan darah. Hal tersebut tentu saja dapat menghambat proses pengangkutan oksigen dan nutrisi ke jaringan. Pada akhirnya akan mengalami kehabisan darah.

Setelah kepala kecoa dipenggal, sistem pada tubuhnya akan menutup bagian leher dengan pembekuan, sehingga pendarahannya dapat terkendali.

Kecoa baru akan mati setelah sekitar satu bulan karena kelaparan akibat tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Kecoa Lebih Tua Dibandingkan dengan Dinosaurus

Hewan yang sering kita temui di rumah ini ternyata sudah ada sejak ratusan juta tahun yang lalu, bahkan sebelum masa dimana dinosaurus hidup. Namun, ukuran kecoa pada saat itu lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan ukuran kecoa yang sering kita temui saat ini.

Kecoa adalah salah satu hewan yang selamat dari persitiwa great dying. Great dying adalah sebuah peristiwa yang terjadi sekitar 252 juta tahun yang lalu, dimana bumi mengalami pemanasan global yang sangat cepat, sehingga memusnahkan sebagian besar hewan yang ada di darat maupun lautan.

Hingga saat ini, kecoa hidup hampir di seluruh bagian bumi dan telah berevolusi dan beradaptasi terhadap lingkungan serta hidup di sekitar manusia.

Spesies Kecoa Terbesar yang Masih Hidup

Megaloblatta longipennis, spesies kecoa terbesar di dunia
(Megaloblatta longipennis, spesies kecoa terbesar di dunia)

Kecoa yang sering kita temui di perumahan mungkin hanya berukuran 1-3 cm saja, dan itu saja cukup membuat kita ketakutan dan geli saat berpapasan dengannya. Lalu, bagaimana jika kita menemukan kecoa dengan ukuran yang besar hingga 10 cm?

Ya, kecoa tersebut adalah Megaloblatta longipennis. Megaloblatta longipennis adalah salah satu spesies yang tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai kecoa terbesar di dunia yang masih hidup hingga saat ini. Panjangnya dapat mencapai 3.8 inchi atau sekitar 10 cm. Bahkan lebar sayapnya dapat mencapai 7.9 inchi atau sekitar 20 cm. Kecoa ini dapat ditemukan di daerah amerika selatan dan tengah, yaitu di negara peru, ekuador dan panama.

Kita bersyukur bahwa kecoa jenis ini tidak hidup di Indonesia. Tidak kebayang rasanya jika kecoa ini hidup dan berkeliaran di dalam rumah kita.

Spesies Kecoa Terkecil di Dunia

Supella longipalpa, spesies kecoa terkecil di dunia
(Supella longipalpa, spesies kecoa terkecil di dunia)

Jika sebelumnya kita telah membahas bagaimana kecoa terbesar di dunia yang masih hidup hingga saat ini, maka selanjutnya kita bahas juga bagaimana kecoa terkecil di dunia yang masih hidup hingga saat ini.

Supella longipalpa atau yang biasa dikenal dengan kecoa bergaris coklat adalah salah satu spesies kecoa terkecil di dunia. Panjangnya hanya mencapai 10-14 mm. Spesies ini masih satu famili dengan kecoa jerman. Distribusi Supella longipalpa sangatlah luas, mereka dapat ditemukan di daerah timur laut, selatan dan barat tengah Amerika Serikat secara umum. Spesies ini juga dapat ditemukan di negara Inggris, Irlandia bahkan negara asia seperti Indonesia.

Ada Sekitar 4000 Spesies Kecoa yang Hidup di Dunia

Kecoa yang sering kita temui hanyalah sebagian kecil dari banyaknya spesies kecoa yang ada. Ada sekitar 4000 spesies kecoa yang tersebar di seluruh dunia (kecuali di wilayah kutub). Dari banyaknya spesies kecoa tersebut, diketahui bahwa hanya beberapa saja yang dianggap sebagai hama.

Kecoa yang populer dan familiar adalah spesies kecoa Amerika (Periplaneta americana), kecoa jerman (Blattella germanica) dan kecoa asia (Blattella asahinai). Di Indonesia sendiri, ada 4 spesies kecoa yang sering dijumpai, baik itu di rumah maupun di tempat-tempat umum. Spesies tersebut adalah kecoa Amerika, kecoa Jerman, kecoa Australia dan kecoa bergaris coklat.

Meskipun Memiliki Sayap, Kecoa Tidak Bisa Terbang

Kecoa memiliki sepasang sayang yang cukup besar, namun sangat jarang kecoa menggunakan sayap tersebut untuk terbang. Oleh karena itu, kita lebih sering melihatnya merayap dibandingkan terbang. Yang bisa dilakukan kecoa dengan sayapnya hanyalah sebatas untuk pendaratan yang sempurna. Saat kecoa melompat untuk turun, mereka akan mengepakkan sayapnya dalam jarak yang pendek, tidak untuk terbang seperti hewan yang punya sayap lainnya.

Kecoa adalah Pelari yang Cepat

Dengan ukuran yang kecil, kecoa mampu berlari dengan sangat cepat, yaitu hingga 5 km per jam. Hal tersebut menunjukkan bahwa kecoa mampu berlari dengan menempuh jarak 50 kali dari panjang tubuhnya hanya dalam satu detik. Jika dibandingkan dengan manusia, untuk menempuh jarak 50 kali dari panjang tubuh, maka membutuhkan kecepatan sekitar 321 km per jam atau 90 meter per detik. Sungguh kecepatan yang luar biasa bukan? Dengan kemampuan ini, kecoa akan dengan cepat menyebarkan bakteri atau patogen ke lingkungan yang ia tinggali.

Bagaimana? Cukup unik bukan hewan yang satu ini? Fakta-fakta di atas hanyalah sebagian dari fakta unik tentang kecoa. Masih banyak fakta unik lainnya yang dapat dibahas. Namun, pada kesempatan kali ini admin hanya membagikan beberapa saja. Untuk kedepannya, InsyaAllah admin akan bagikan lebih banyak lagi fakta unik tentang kecoa maupun hewan lainnya.

Mungkin itu saja artikel yang dapat admin bagikan tentang fakta-fakta unik kecoa. Jika sekiranya artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini ke media sosial teman-teman semua, agar informasi tersebut dapat dapat dijangkau dan dibaca oleh semua orang.

Terimakasih.

Penulis: Hadi Surahman

Posting Komentar untuk "Wow! Ternyata Kecoa Bermanfaat Bagi Dunia Kesehatan? Inilah Beberapa Fakta Unik Tentang Kecoa"