11 Pengertian Desa Menurut Para Ahli dan UU Pemerintahan Daerah

Posted on

11 Pengertian Desa Menurut Para Ahli dan UU Pemerintahan Daerah

KERUANGAN DESA

Jika kita mendengar istilah desa, yang terbayang dalam benak kita pastilah sebuah tempat atau wilayah yang sepi, ada sawah, jalan setapak, pohon kelapa, dan kehidupan penduduk yang tenteram. Terpikirkan pula oleh kita bahwa desa merupakan wilayah yang dipimpin oleh seseorang yang dipilih langsung oleh warga desanya.

Pengertian Desa Menurut Para Ahli dan UU Pemerintahan Daerah

Pengertian Desa

Secara umum kita mengenal dua arti desa. Pertama, desa diartikan sebagai wilayah pemerintahan terkecil yang merupakan bagian dan kecamatan. Sebuah desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Terdapat pula wilayah yang setingkat dengan desa yang disebut kelurahan. Kedua, desa diartikan sebagai wilayah pemukiman yang memiliki batas-batas tertentu terhadap lingkungannya.

Di dalam kehidupan sehari-hari seringkali antara pemerintahan desa dan kelurahan diangap sama, padahal sebenarnya terdapat perbedan. Salah satu perbedaan tersebut adalah pemimpinnya. Seperti telah disebutkan di atas, desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih oleh warga desa. Sementara itu, kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang ditunjuk dan diangkat oleh pemerintah.

Para ahli sosiologi lebih menekankan perhatiannya tentang desa pada masyarakat desa sebagai suatu unit sosial. Unit sosial yang dimaksud adalah sekelompok manusia yang hidup bermukim secara menetap dalam wilayah tertentu yang tidak sama dengan wilayah administrasi setempat, dan mencakup tanah pertanian yang kadang-kadang dikuasai secara bersama. Pengertian desa antara lain disampaikan oleh ahli berikut ini.

  1. William Ogburn, 1953. Desa adalah keseluruhan organisasi kehidupan sosial pada suatu wilayah dengan batas-batas tertentu.
  2. Sutardjo Kartohadikusumo, 1953. Desa adalah suatu kesatuan hukum yang menjadi tempat tinggal masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemerintahan sendiri.
  3. Misra, 1962. Desa bukan hanya merupakan kumpulan tempat tinggal, tetap juga merupakan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya 50 hingga 1.000 are.
  4. J. Bouman. Desa adalah salah satu bentuk kuno dan kehidupan bersama sebanyak beberapa ribu orang yang hampir semuanya saling mengenal. Kebanyakan yang termasuk di dalamnya hidup sebagai petani, perikanan, dan usaha-usaha yang dapat dipengaruhi oleh hukum dan kehendak alam. Sementara itu, di dalam tinggal tersebut terdapat banyak ikatan keluarga yang rapat, ketaatan pada tradisi, dan kaidah-kaidah sosial.
  5. Bintarto, 1989. Jika ditinjau dan segi geografis, dapat dikatakan bahwa desa adalah hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya Lingkungan yang dimaksud meliputi unsur-unsur fisiografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultur yang saling berinteraksi.
  6. Paul H. Landis. Desa adalah suatu wilayah dengan ciri-ciri sebagai berikut.
  7. Pendudulmya kurang dan 2.500 jiwa.
  8. Memiliki sifat pergaulan hidup yang saling mengenal antarpenduduk.
  9. Memiliki ikatan perasaan yang sama terhadap kebiasaan.
  10. Kegiatan penduduknya bersifat agraris yang sangat dipengaruhi oleh faktor faktor alam, antara lain iklim, topografi, dan sumber daya alam.
  11. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
READ  Desa Swakarya, Desa Swadaya dan Desa Swasembada - Pengertian Beserta Cirinya Lengkap

Berdasarkan definisi-definisi yang telah dikemukakan di atas membuktikan bahwa terdapat bermacam-macam sudut pandang atas pengertian desa.

Sebuah desa pada umumnya terdiri dan beberapa unit geografis dengar batas-batas tertentu yang disebut dukuh, dusun, atau kampung. Penamaan unit geografis itupun tidak sama di setiap wilayah. Sebagai contoh, di Jawa Barat yang disebut kampung adalah dukuh. Akan tetapi, pengertian kampun di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah dukuh atau dusun. Sementara itu, di Indonesia istilah desa berbeda-beda, antara lain gampong atau meunasah di Aceh, huta di Tapanuli, nagari di Sumatra Barat, marga atau mendopo di Sumatra Selatan, wartua di Minahasa, gaukang d Ujung Pandang, dan dusun dati di Maluku.

Baca Juga :