10 Batuan Pembentuk Permukaan Bumi : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya Lengkap

10 Batuan Pembentuk Permukaan Bumi : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya Lengkap

Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN BUMI

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama lapisan litosfer. Batuan terdiri atas campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Oleh karena itu, kerak dan selubung atas bumi terdiri dan bermacam-macam batuan yang umur dan asalnya berbeda-beda.

Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

Induk batuan pembentuk litosfer adalah magma yaitu batuan cair pijar dan bersuhu sangat tinggi yang terdapat di bawah kerak bumi. Magma mengalami beberapa proses perubahan sehingga menjadi batuan. Berdasarkan proses pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Batuan Beku

Batuan beku (igneous rock) adalah batuan yang terbentuk dan magma yang membeku. Secara umum batuan beku mempunyai ciri-ciri homogen dan kompak, tidak ada pelapisan dan umumnya tidak mengandung fosil.

Batuan beku dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu berdasarkan tempat pembekuannya dan berdasarkan mineral penyusunnya.

Berdasarkan Tempat Pembekuan

Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi tiga, yaitu batuan beku dalam, batuan beku korok (gang), dan batuan beku luar.

  • Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuknya jauh di bawah permukaan bumi, yaitu pada kedalaman 15 – 50 km. Karena tempat pembekuannya dekat dengan astenosfer, pendinginan magmanya sangat lambat sehingga menghasilkan batuan yang besar-besar dengan tekstur holokristalin. yaitu semua komposisi batuan disusun oleh kristal yang sempurna.

Ciri-ciri batuan beku dalam antara lain sebagai berikut.

  • Umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan beku luar.
  • Jarang menunjukkan adanya lubang-lubang gas.
Baca Juga :  [LENGKAP] Pengertian Geografi Beserta Konsep dan Ruang Lingkupnya Lengkap

Batuan Beku Korok (Gang)

Batuan beku korok (gang) adalah batuan beku yang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke permukaan bumi. Proses pembekuan magma itu agak cepat sehingga membentuk batuan yang mempunyai kristal-kristal yang kurang sempurna. Misalnya, magma yang mempunyai susunan granit membeku di dalam sebuah gang akan membentuk batuan beku yang disebut porfiri granit.

  • Batuan Beku Luar

Batuan beku luar atau disebut juga batuan lelehan adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Magma yang keluar bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal-kristal batuan. Contoh batuan beku luar adalah riolit dan basalt.

Berdasarkan Mineral Penyusun

Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dibedakan menjadi dua, yaitu mineral ringan dan mineral berat.

  • Batuan Beku Mineral Ringan

Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral ringan biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.

  • Batuan Beku Mineral Berat

Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral berat biasanya berwarna gelap, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit sehingga termasuk hatuan yang bersifat basa.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan (sedimentasi). butir – butir batuan sedimen berasal dan berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air. Butiran-butiran hasil pelapukan atau pengikisan tersebut mengendap secara berlapis yang makin lama makin tebal dan padat. Padatnya lapisan itu disebabkan adanya tekanan atau beban yang terlalu berat. Tekanan yang terlalu lama membentuk agregat batuan yang padat. Karena pemadatan dan sedimentasi itulah endapan-endapan berangsur-angsur berubah menjadi batuan sedimen.

Proses terbentuknya batuan sedimen disebut diagenesis. Diagenesis merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan terjadinya perubahan bentuk (transformasi) dan bahan deposit menjadi batuan endapan. Pengendapan bahan-bahan yang tidak larut dalam pergerakan air tanah menyebabkan terikatnya butiran secara bersama-sama karena adanya proses penyemenan (sementasi). Jenis-jenis semen antara lain kalsium karbonat dan silikat. Silikat dapat mengikat butiran secara bersama-sama menjadi sebuah partikel yang keras.

Setelah penimbunan, banyak mineral yang mungkin berubah menjadi bentuk yang lebih stabil melalui proses rekristalisasi. Perubahan kimia juga merupakan proses penting dalam mempengaruhi sedimen. Dengan adanya oksigen, bahan organik dapat diubah dengan cepat menjadi karbon dioksida dan air. Jika oksigen tidak cukup, bahan organik tidak selalu membusuk (rusak) dan mungkin secara perlahan diubah menjadi karbon padat dalam bentuk gambut atau batu bara.

Baca Juga :  Siklus Air : Pengertian, Aktifitas, Proses, Faktor dan Penjelasannya Lengkap

Batuan sedimen dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu menurut tenaga yang mengendapkan, tempat pengendapan, dan cara pengendapan.

Menurut Tenaga yang Mengendapkan

Menurut tenaga yang mengendapkan batuan sedimen dibedakan menjadi tiga.

  • Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dan pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
  • Batuan Sedimen Aeolis (Aeris), yaitu batuan sedimen yang berasal dan pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
  • Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dan pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.

Menurut tempat pengendapannya batuan sedimen dibedakan menjadi lima.

  • Batuan Sedimen Teristris, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di darat.
  • Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
  • Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
  • Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai.
  • Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah yang terdapat es atau gletser.

Menurut Cara Pengendapannya

Menurut cara pengendapannya batuan sedimen dibedakan menjadi tiga.

  • Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya. Sebuah pengamatan menunjukkan bahwa batuan kerikil atau pasir merupakan potongan sederhana dan batuan dan mineral.
  • Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimia. Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimianya. Contohnya batu kapur.
  • Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan organik. Contohnya terumbu karang.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan, baik secara fisik maupun secara kimiawi sehingga menjadi berbeda dan batuan induknya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan batuan adalah suhu yang tinggi, tekanan yang kuat, dan waktu yang lama.

Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu metamorf kontak (metamorftermal), metamorf dinamo (metamorfkinetik), dan metamorf pneumatolitis kontak.

Metamorf Kontak (Metamorf Termal)

Batuan metamorf kontak adalah batuan yang herubah karena pengaruh suhu yang sangat tinggi. Suhu sangat tinggi karena letaknya dekat dengan magma, antara lain di sekitar batuan intrusi. Contohnya batolit, stock, lakolit, sill, dan dike. Luas zona metamorfosis di sekitar batolit dapat mencapai puluhan kilometer persegi, di sekitar stock sampai ribuan meter persegi, namun di sekitar sill dan dike zona metamorfosis tersebut tidak begitu jelas.

Baca Juga :  Peran Tanah Sebagai Sumber Daya Alam - Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Pada zona metamorfosis banyak dijumpai mineral-mineral bahan galian yang letaknya relatif teratur menurut jauhnya dan batuan intrusi. Makin jauh dan intrusi makin berkurang derajat metafriorfosisnya karena temperatur makin rendah. Mineral-mineral bahan galian yang terjadi melalui proses metamorfosis antara lain besi, timah, tembaga, dan zink (seng) dihasilkan dan batuan limestone dan calcareous shale.

Metamorf Dinamo (Metamorf Kinetis)

Batuan metamorf dinamo adalah batuan yang berubah karena pengaruh tekanan yang sangat tinggi, dalam waktu yang sangat lama, dan dihasilkan dan proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen. Adanya tekanan dan arah yang berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. contohnya, batu lumpur (mudstone) menjadi batu tulis (slate).

Jenis batuan metamorf dinamo banyak dijumpai di daerah-daerah patahan dan lipatan yang tersebar di seluruh dunia.

Metamorf Pneumatolitis Kontak

Batuan metamorf pneumatolitis kontak adalah batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dan magma. contohnya, kuarsa dengan gas borium berubah menjadi turmalin (sejenis permata) dan kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topas (permata berwarna kuning).

Berdasarkan pengetahuan tentang batuan beku, sedimen, dan metamorf serta proses pembentukannya, ternyata terdapat hubungan antarjenis batuan tersebut. Oleh karena itu, dapat dibuat suatu skema tentang daur batuan mulai dan magma yang membeku menjadi batuan beku, kemudian mengalami pelapukan dan erosi, mengalami pengendapan menjadi batuan sedimen, dan selanjutnya mengalami perubahan bentuk menjadi batuan metamorf.

Mekanisme daur batuan di alam dapat diuraikan sebagai berikut.

  • Magma mengalami proses pendinginan sehingga terjadi kristalisasi membentuk batuan beku (batuan beku dalam, gang, dan luar).
  • Batuan beku mengalami pelapukan dan erosi, terangkut dalam bentuk larutan atau bukan larutan, kemudian diendapkan sehingga terjadi proses sementasi membentuk batuan sedimen. Namun, ada pula yang langsung mengalami perubahan bentuk menjadi batuan metamorf.
  • Batuan sedimen dapat mengalami perubahan menjadi batuan metamorfdan batuan metamorf yang mendekati astenosfer dapat berubah lagi menjadi magma atau adanya magma baru yang menjadi batuan beku lagi. Demikian seterusnya.

Baca Juga :