Memahami PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) Kemdikbud

Kemdikbud memiliki program yang dinamakan dengan PPK. PPK adalah singkatan dari penguatan pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter merupakan program dari Kemendikbud yang dilaksanakan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia guna menguatkan karakter siswa melalui harmonisasi olah hati berupa etik dan spiritual, olah rasa melalui estetik, dan olah pikir yaitu literasi dan numerasi, serta olah raga yang kesemuanya itu selaras dengan nilai-nilai dalam falsafah Pancasila.

Program penguatan pendidikan karakter (PPK) bertujuan untuk membentuk generasi bangsa yang cerdas, tangguh, dan berkarakter Pancasila. Program penguatan pendidikan karakter berlandaskan pada program Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tertuang dalam Nawa Cita.


Guna menyukseskan program penguatan pendidikan karakter, kemdikbud mengimbau agar semua pihak terlibat aktif di dalamnya. Pihak-pihak yang dimaksud adalah keluarga (orang tua), sekolah (guru dan semua pihak sekolah), dan masyarakat. Tiga elemen ini merupakan lingkungan pendidikan yang oleh ki Hadjar Dewantara disebut sebagai Tri Pusat Pendidikan.

Keberhasilan program penguatan pendidikan karakter sangat ditentukan oleh kerja sama aktif dari tri pusat pendidikan yaitu keluarga, guru, dan masyarakat. Tanpa adanya kerja sama yang baik antar tiga lingkungan pendidikan ini, hasilnya dipastikan tidak akan maksimal.

Meskipun guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan, namun wilayahnya hanya terbatas di sekolah. Sementara siswa tidak sepenuhnya menghabiskan seluruh waktunya di sekolah. Siswa juga menjalani kehidupannya di lingkungan keluarga dan juga masyarakat. Oleh karena itulah penguatan pendidikan karakter akan pincang bila hanya mengandalkan peran guru. Orang tua dan masyarakat pun harus bekerja mewujudkan tujuan penguatan pendidikan karakter sesuai yang tercantum dalam nawa cita.

Pendidikan karakter pada hakikatnya tidak terlepas dari konsep keteladanan. Internalisasi nilai-nilai karakter yang selaras dengan falsafah pancasila akan berjalan efektif ketika tri pusat pendidikan (guru, orang tua, dan masyarakat) telah menerapkan nilai-nilai karakter tersebut ke dalam dirinya, baik secara individual maupun kolektif. Dengan kata lain, peluang kesuksesan program penguatan pendidikan karakter (PPK) akan semakin besar ketika tri pusat pendidikannya telah berkarakter.

0 Komentar Memahami PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) Kemdikbud

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top