Wikipendidikan

Portal Pendidikan Indonesia

Rabu, 16 Agustus 2017

Pendidikan Agama dan Pendidikan Karakter

loading...
Pendidikan agama memiliki cakupan yang sangat luas, sebagaimana fungsi dan tujuannya seperti disebutkan dalam PP RI No. 55 Tahun 2007 di atas, yaitu berfungsi untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama. Sementara tujuannya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan agama tersebut, pendidikan agama setidaknya mengajarkan pengetahuan agama yang meliputi Al-Quran/Hadis sebagai dasar agama, Sejarah Kebudayaan Islam (karena berkaitan dengan sejarah peradaban Islam), Aqidah karena berkenaan dengan keimanan/keyakinan, Fiqih untuk hal yang berhubungan dengan ibadah atau pengamalan ajaran agama dalam konteks ibadah, dan Akhlak sebagai pembentukan budi pekerti luhur, yang di dalamnya termasuk akhlak terhadap Allah, sesama manusia, diri sendiri, dan dengan lingkungan alam semesta. Di samping itu juga harus mengajarkan pengetahuan lainnya (IPA, Matematika, IPS, dan sebagainya), Seni dan Teknologi.


Pendidikan karakter bertujuan membangun kepribadian, watak, dan budi pekerti yang luhur sebagai modal dasar dalam berkehidupan di tengah-tengah masyarakat, baik sebagai umat beragama, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jika kita melihat muatan pendidikan karakter yang demikian, pada dasarnya pendidikan karakter itu adalah pendidikan akhlak terpuji, yaitu pendidikan yang mengajarkan, membina, membimbing dan melatih agar peserta didiknya memiliki karakter, sikap mental positif, dan berakhlak terpuji.

Jika demikian, sesungguhnya pendidikan karakter merupakan bagian dari proses pendidikan agama yang menekankan pada pembinaan mental spiritual dan perilaku. Pembinaan akhlak terpuji dalam pendidikan agama, sebetulnya itulah pendidikan karakter.

Sumber: Moh. Haitami Salim, Pendidikan Agama dalam Keluarga (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hal. 33-34.
loading...
Back To Top