Cara Membuat Latar Belakang Masalah dan Batasan Masalah dalam Penelitian Kuantitatif

Dalam penyusunan karya ilmiah terutama skripsi, banyak mahasiswa yang masih bingung apa dan bagaimana cara membuat latar belakang masalah dan batasan masalah. Padahal latar belakang masalah merupakan bagian dari karya ilmiah yang paling vital dan harus ada dan jelas. Dalam tulisan ini, kita fokuskan pembahasannya pada latar belakang masalah dan batasan masalah dalam penelitian kuantitatif.

Latar Belakang Masalah dalam Penelitian Kuantitatif


Dalam bagian latar belakang penelitian kuantitatif ini, seorang peneliti menguraikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada objek yang akan diteliti, tetapi peristiwa-peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan (teori). Oleh karena itu perlu menjelaskan secara teoritik mengapa peristewa itu dikatakan ”masalah” dan mengapa penting untuk diteliti.

Apabila peristiwa-peristiwa yang terjadi pada objek yang akan diteliti, jumlahnya banyak, peneliti harus melakukan identifikasi masalah untuk menemukan variabel-variabel penelitian yang akan diteliti, yaitu varibel-variabel dependen.

Dalam bagian ini, setelah peneliti menemukan variabel dependen yang dijadikan sebagai ”masalah" peneiiti perlu mengajukan hipotesis untuk menjawab mengapa ”masalah" itu terjadi. Dari Sini peneliti akan menemukan variabel-variabel independen.

Batasah Masalah dalam Penelitian Kuantitatif

Dalam bagian ini, peneliti harus menjelaskan bahwa karena keterbatasan waktu, dana, tenaga, dan lainnya, maka penelitian sebaiknya dibatasi pada beberapa variabel. Berikut adalah logika perlunya ”batasan masalah” dalam penelitian kuantitatif.

Dari identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada objek penelitian misalnya ditemukan 12 variabel penelitian. Dari 12 variabel penelitian itu, kemudian peneliti membatasi penelitiannya pada beberapa variabel penelitian, misalnya variabel A dan E atau membatasi pada variabel yang skopnya lebih sempit/kecil.

Keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian.

Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari yang diinginkan.

Dalam bab ini juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel (kalau ada) beserta indikator-indikatornya sebagai pijakan peneliti dalam membuat instrumen pengumpulan data.

Referensi: Buku panduan penulisan skripsi fakultas tarbiyah IAIN Ponorogo.

0 Komentar Cara Membuat Latar Belakang Masalah dan Batasan Masalah dalam Penelitian Kuantitatif

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top