Cara Deteksi Gangguan Bipolar Pada Anak

Jika si kecil mengalami perubahan mood yang ekstrem, bisa jadi buah hati Anda mengalami gejala awal gangguan bipolar. Karena itu, bawa si kecil ke psikolog atau psikiater terdekat untuk mendapat assessment dan penanganan tepat agar gangguan dapat segera teratasi.

Bipolar disorder atau gangguan bipolar kini sedang banyak diperbincangkan. Namun, tak banyak kalangan awam yang mengerti gangguan tersebut.

Gangguan bipolar dapat diartikan sebagai gangguan dalam mengekspresikan emosi. Menurut psikolog klinis dr Hanami MSi Psikolog, gangguan ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal penyebab bipolar ini karena adanya gangguan pada neurotransmitter di otak.

"Gangguan ini berupa kerusakan neurotransmitter yang berfungsi menggerakkan hormon serotonin dan dopamine yang mengontrol emosi."

KENALI GEJALA

Kerusakan ini adalah sebab dasar dari penderita bipolar, namun gangguan ini bisa muncul pada anak juga karena dipicu faktor eksternal. Diantaranya adalah pola asuh yang tidak tepat. Misalnya, orang tua yang kurang komunikatif dan tidak menanggapi keluhan anak. Dengan begitu anak tidak punya penyaluran emosi yang tepat.

Hal ini menyebabkan anak me-repress masalahnya dan menyebabkan stres hingga depresi. Selain itu, anak yang tidak pernah mendapatkan afeksi atau kasih sayang dan mengalami pengabaian juga dapat menyebabkan munculnya gangguan bipolar.

Gangguan bipolar dibagi menjadi 2, yaitu gangguan bipolar tipe 1 yang lebih ringan, dan gangguan bipolar tipe 2, yang lebih berat. Biasanya anak terlebih dahulu mengalami bipolar ringan yang akan memunculkan beberapa gejala.

Yang pertama adalah mood swing, perubahan mood yang sangat ekstrem dan dalam waktu yang cepat. Misalnya, suatu waktu anak dapat merasa sedih, menangis berlebihan, depresi, hingga merasa dirinya tak tertolong, namun tanpa alasan kemudian tiba-tiba anak mengalami episode mania, bisa merasa bahagia berlebihan, termotivasi, dan bersemangat.

“Namun, pada anak harus diamati juga, terkadang setelah menangis, anak bisa langsung tertawa karena ada pengalihan, misalnya ketika diberi barang kesukaannya, nah, ini tidak tergolong gejala bipolar,” imbuh psikolog yang mempunyai dua anak ini.

Anak bipolar juga cenderung impulsif dan sulit dikendalikan emosinya. Tak hanya itu, penderita gangguan ini juga mudah tersinggung sehingga mudah marah.


Pada kasus bipolar tipe 2 yang sudah berat, terkadang akan muncul delusi dan halusinasi. Jika dibiarkan, maka gangguan akan mengarah kepada gangguan skizofrenia. “Bahkan, pada golongan tipe 2, penderita bipolar akan mengalami kecenderungan bunuh diri dan atau bisa juga mengarah kepada split personality atau berkepribadian ganda," kata wanita yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Psikolog Universitas Surabaya ini.

PEMBERIAN OBAT

Untuk meng-handle anak bipolar memang seluruh keluarga harus mendapat psikoedukasi mengenai gangguan ini. Keluarga harus mengalihkan semua stimulus yang dapat membuat anak depresi. Selain itu, pada penderita gangguan bipolar yang parah biasanya akan diberikan obat khusus sebagai penstabil mood.

“Obat ini berfungsi untuk menstimulasi neurotransmitter agar tidak terjadi mood swing. Gangguan bipolar ini sejatinya sama dengan gangguan diabetes atau hipertensi. Tidak bisa disembuhkan, hanya dapat di-mainrance atau distabilkan. Jika sudah mulai stabil, dosis obat dapat dikurangi sedikit demi sedikit,” papar dosen yang iuga konsultan psikolog klinis ini.

Menurut Tanti, obat yang dsiberikan kepada penderita bipolar ini harus dikonsumsi seumur hidup. jika obat dihentikan total, maka dalam kurun waktu 3-4 bulan, tahapan gangguan pada buah hati Anda dapat meningkat.

Sumber: Majalah Nurani edisi 705.

0 Komentar Cara Deteksi Gangguan Bipolar Pada Anak

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top