Polemik Kebijakan Full Day School Masih Terus Berlanjut

Kebijakan full day school yang diwacanakan oleh kemendikbud Muhadjir Efendi hingga saat ini masih terus menuai pro dan kontra. Ada sebagian pihak yang pro, namun lebih banyak pihak yang kontra. Selain dianggap akan memberangus eksistensi madrasah diniyah, penolakan atas penerapan full day school juga didasarkan atas berbagai kekhawatiran lain yang dinilai berdampak negatif terhadap keberlangsungan tatanan pendidikan yang telah ada.

Seperti kita ketahui bersama lewat berita dari berbagai media mainstream, kebijakan full day school diatur melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang sebelumnya 6 hari diganti jadi 5 hari saja.


MUI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merupakan dua pihak yang menentang implementasi kebijakan sekolah selama lima hari. KH. Maruf Amin secara terbuka meminta kepada kemdikbud agar menunda dan meninjau ulang kebijakan full day school. Ia menilai, kebijakan tersebut masih terlalu dini untuk diterapkan karena cenderung ditolak oleh mayoritas masyarakat.

Sementara itu ketua umum PBNU Said Aqil Siradj secara langsung telah menemui wapres dan menyatakan penolakannya terhadap kebijakan full day school. Ia menegaskan bahwa kebijakan itu bakal memarjinalkan eksistensi madrasah diniyah dan pesantren. Dengan kata lain, seakan-akan madrasah diniyah dan pesantren dinilai sebagai lembaga pendidikan yang tidak mampu menciptakan anak didik yang berkarakter.

Asumsi kebijakan full day school agar orang tua bisa menjemput anak seusai pulang kerja cenderung mengeneralisir situasi. Padahal, tidak semua orang tua pulang kerja pada sore hari. Selain itu, asumsi seperti itu tidak pro terhadap masyarakat pedesaan yang tidak punya aturan jam kerja yang ketat seperti di kota-kota besar.

Dengan demikian, full day school tidak selalu cocok dan relevan diimplementasikan di semua daerah dan sekolah di Indonesia yang sangat beragam dari semua aspeknya. Bila memang kemdikbud tetap ngotot untuk mengimplementasikan kebijakan ini, dilihat saja seperti apa hasilnya nanti.

Ilustrasi: metrotvnews.com

0 Komentar Polemik Kebijakan Full Day School Masih Terus Berlanjut

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top