Wikipendidikan

Portal Pendidikan Indonesia

Selasa, 11 Juli 2017

Cegah Radikalisme dengan Budaya Literasi

loading...
"Literasi merupakan benteng paling ampuh untuk menangkis serangan ideologi kaum radikal, di samping pendidikan tentang agama yang moderat", ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, seperti dilansir tempo.co.

Menurutnya, literasi yang baik akan membantu masyarakat untuk berpikir kritis dan cerdas terhadap segala hal. Masyatakat literat adalah masyarakat terdidik yang mampu melawan serangan radikalisme yang kian membabi-buta dengan cara yang tidak radikal. Melawan radikalisme dengan cara yang radikal akan memunculkan radikal-radikal gaya baru.

Lebih lanjut Haedar menegaskan bahwa literasi merupakan usaha jangka panjang yang harus terus diikhtiarkan oleh seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama.

Peran literasi yang berarti melek terhadap apa saja, terutama melek media dan informasi, menemukan urgensinya ketika begitu banyak ideologi radikal yang disebarluaskan melalui jaringan internet dengan media sosial, web, maupun youtube.


Aksi radikalisme lahir dari pola pikir yang telah diisi oleh ideologi radikal. Entah dari mana dan dari siapa ideologi tersebut masuk ke dalam otak, yang jelas, jika seseorang itu berpendidikan dan literasinya tinggi tentunya tidak akan mudah hanyut oleh ideologi tertentu yang tidak jelas baik buruknya.

Menanamkan kesadaran budaya literasi harus terus dilakukan dan dimulai dari lingkup yang paling kecil yakni keluarga melalui peran orang tua, lebih lanjut lagi ke lingkungan sekolah, dan meluas ke masyarakat umum.
loading...
Back To Top