Rabu, 07 Juni 2017

Pengertian Literasi Web dan Manfaatnya untuk Siswa

Membaca, menulis dan berhitung merupakan dasar dari pendidikan. Sementara itu metode untuk mengajarkan ketiga komponen dasar tersebut sangat beragam. Tiga komponen dasar pendidikan itu membekali peserta didik dengan keterampilan yang diperlukan untuk berinteraksi dan berpartisipasi dengan dunia mereka. Dan sekaligus menjadi dasar untuk serangkaian keterampilan yang lebih kompleks seperti pemikiran kritis, kolaborasi, pemikiran nonlinier dan lainnya.
Baca juga: Apa sih Literasi itu?
Seiring dengan semakin berjalannya waktu, kita bergantung pada internet, entah itu dalam mencari berita, berhubungan dengan teman dan keluarga, atau belajar tentang hal-hal yang menarik perhatian kita. Fenomena ini merupakan saat di mana penting mengenali kebutuhan akan bentuk bangunan pendidikan lainnya, yaitu literasi web.

Chris Lawrence dari Mozilla, mendefinisikan keaksaraan atau literasi web sebagai kemampuan untuk membaca, menulis dan berpartisipasi di Web. Keaksaraan web menyentuh berbagai kompetensi, mulai dari penyusunan dan pengkodean hingga memahami masalah privasi online, di mana semua itu memungkinkan siswa melakukan satu hal penting, yaitu terlibat secara bermakna di dunia Internet.

Di abad ke-21, literasi web membuka kesempatan yang sama seperti membaca dan menulis. Siswa yang mampu berkolaborasi dengan teman sebayanya melalui situs Web dapat membawa perspektif baru yang segar ke dalam pekerjaan mereka. Dan siswa yang bisa membedakan informasi terpercaya dan tidak terpercaya akan selalu beruntung daripada yang tidak.

Saat siswa telah literat, informasi menjadi lebih mudah diakses, dan proses belajar menjadi lebih dinamis. Literasi web memberdayakan mereka. Dan untuk alasan itu, maka literasi web adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan dalam pendidikan saat ini. Pelajari juga Peluang dan Tantangan dalam Mendidik Anak Generasi Millenial

Di internet, setidaknya ada dua jenis web, yaitu web dinamis dan statis. Web statis bersifat "read-only", di mana konten di dalamnya hanya untuk dikonsumsi, tanpa kita bisa terlibat di dalamnya. Di sinilah pentingnya literasi web. Siswa harus diajarkan cara membaca, menulis dan berpartisipasi secara online dengan cara terbaik: melalui pembelajaran langsung dan pengalaman.

Web tidak meminjamkan buku teks dan pengajaran melalui papan tulis. Siswa paling siap untuk mencapai literasi web saat mereka mengetik, terhubung, dan berbagi secara aktif saat mereka di dunia online.

Misalnya, ketika seorang pendidik mengajarkan perbedaan antara konten online yang valid/terpercaya dan hoax, siswa harus mampu memilah dan memilih hasil yang ditampilkan mesin telusur. Dan ketika seorang pendidik mengajarkan dasar-dasar HTML, siswa harus membuat satu atau dua kalimat sendiri dan melihatnya muncul di layar. Jika akses internet masih minim, tidak menjadi halangan bagi siswa untuk belajar. Siswa dapat membuat sketsa tag HTML atau membuat storyboard sebuah halaman web dengan pad dan pena konvensional di buku.

Guru juga harus sadar bahwa pendidikan literasi juga terjadi di luar kelas. Beberapa pembelajaran literasi yang paling berharga terjadi saat siswa berkumpul di kantin sekolah, perpustakaan dan ruang keluarga. Seorang pendidik harus cerdas dalam memasukkan literasi web ke dalam kurikulum pendidikan. Para pendidik di Toronto, New York City, India dan China sedang mengajar siswa mereka untuk membuat halaman web, menulis kode HTML dan melindungi privasi mereka.


Mozilla berupaya menciptakan alat dan program gratis dan open source yang memberdayakan pendidik dan siswa. Bulan Juli ini - dari tanggal 15 sampai 31 - pihak Mozilla mendorong setiap orang untuk mengajarkan literasi web melalui pembelajaran langsung. Membantu siswa membongkar bagaimana alamat IP dan pekerjaan privasi online; Mereka membantu siswa menyusun dan merancang proyek mereka sendiri; Dan mereka mengajarkan dasar-dasar HTML. Pihaknya juga melakukan kegiatan lo-fi, sehingga mereka yang tidak mudah mengakses Web masih dapat mempelajari prinsip-prinsip dasar Web. Even ini diadakan sepanjang tahun, dan merupakan cara yang bagus untuk mengenalkan dan merayakan pembuatan dan pembelajaran secara online.

Mozilla juga telah mengembangkan Webmaker, aplikasi Android open source yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten orisinil dalam beberapa menit. Mereka berupaya membangkitkan motivasi siswa dan menunjukkan kepada mereka apa yang mungkin terjadi tanpa mengecilkan hati mereka dengan mekanisme dan UI (user interface) yang kompleks.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top