7 Rahasia Kesuksesan Pendidikan di Finlandia

Finlandia, semua orang tahu bahwa pendidikan Finlandia terbilang yang paling baik di dunia, mengalahkan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Kesuksesan Finlandia dalam dunia pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari penggunaan teknologi dan media pembelajaran, penataan dan pengelolaan ruang kelas, kompetensi guru yang profesional, kebijakan pendidikannya, dan lain-lain.

Dalam proses pembelajaran, guru sekolah di Finlandia melakukan kegiatan mengajar yang tidak jauh berbeda pada umumnya. Mereka menjelaskan materi, mengajukan pertanyaan kepada siswa, memberikan tugas, dan menangani kebutuhan para siswa.

Baca juga Rahasia Kesuksesan Sistem Pendidikan Pesantren
Para guru di Finlandia memiliki pengetahuan, profesionalitas, dan kepribadian yang baik. Sama seperti kebanyakan guru di belahan dunia pada umumnya. Lantas kemudian, apa rahasia kesuksesan pendidikan Finlandia? Inilah jawabannya:

1. Siswa di Finlandia mendapatkan waktu untuk bermain secara aktif

Periode sekolah berlangsung 45 menit atau 90 menit. Setelah setiap periode 45 menit, siswa mendapatkan waktu luang 15 menit, dan setelah setiap periode 90 menit, siswa mendapatkan waktu luang 30 menit. Selama waktu senggang, siswa pergi keluar untuk berlari-lari sepanjang cuaca tidak terlalu buruk.

2. Guru mendapatkan waktu luang

Meskipun umumnya ada seorang guru atau orang dewasa lainnya yang ditugaskan untuk mengawasi anak-anak selama waktu senggang mereka, bagi sebagian besar guru, inilah saat luang mereka juga.

3. Guru punya waktu yang cukup untuk merencanakan pembelajaran

Guru di Finlandia umumnya diharapkan untuk "mengajar" selama 24 jam seminggu, dan mereka mendapatkan 3 jam seminggu untuk berkolaborasi dan merencanakan pembelajaran.

4. Guru memiliki otonomi

Meskipun ada aturan dari kurikulum, namun secara umum guru diharapkan dan diijinkan untuk memutuskan apa dan bagaimana cara mengajarnya. Guru adalah orang profesional, mereka diperlakukan sebagai profesional, dan diasumsikan sebagai orang yang paling tahu apa yang terbaik untuk kelas mereka.

5. Guru bebas menentukan buku pegangan

Guru diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan buku pegangan mereka untuk setiap kelas dan materi yang diampu. Misalnya ada dua guru kelas yang sama di sekolah yang sama pula, diijinkan menggunakan buku pegangan yang berbeda, meskipun idealnya tidak seperti itu, namun kesamaan buku dalam kelas dan sekolah yang sama bukan persyaratan mutlak. Para guru selalu bisa berkolaborasi dan memilih materi yang paling sesuai untuk mereka.

6. Kursus keterampilan non-akademis

Anak-anak tidak menghabiskan banyak waktu di sekolah untuk mendapatkan pelajaran akademis. Mereka berolahraga 2 jam seminggu, dan 2 jam membahas topik yang meliputi seni, musik, dan kerajinan. Baik anak laki-laki dan anak perempuan belajar bekerja dengan kayu (termasuk penggunaan gergaji, palu, dan atau obeng secara mandiri) dan juga ada pelatihan menjahit. Hasilnya, anak-anak semangat belajar dan guru menikmati kegiatan mengajarnya.

7. Menekankan kebermaknaan

Seorang kepala sekolah di Finlandia berkata, "Sebagai orang dewasa, apa yang anda ingat dari sekolah anda bukanlah apa yang anda pelajari, melainkan apa yang anda rasakan. Dan itulah yang dilakukan seorang guru, untuk membuat anda merasa baik sebagai siswa yang datang ke sekolah dan belajar. Dan tugas saya adalah membuat para guru merasa senang untuk datang ke sekolah dan membuat anak-anak merasa senang belajar."

Selain 7 faktor yang menentukan kesuksesan sistem pendidikan Finlandia di atas, ada banyak orang mengatakan bahwa masyarakat Finlandia adalah masyarakat yang cenderung homogen, dan itulah alasan keberhasilan Finlandia dalam kualitas pendidikan dan kehidupan.

Sekolah Finlandia memiliki tingkat kepedulian yang amat besar pada siswa yang tertinggal. Ada seorang spesialis yang membantu siswa untuk berjuang sehingga mereka dapat mengejar ketinggalannya dengan teman sekelasnya atau kelas lainnya.
Artikel terkait: Pesantren Sebagai Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
Di Finlandia tidak ada jurang kesenjangan yang ekstrim antara si kaya dan dan si miskin, jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Pemerintah bertindak sebagai jaring pengaman atau jembatan yang menyeimbangkan antara orang kaya dan orang miskin. Pemerintah Finlandia menyadari bahwa ketegangan pasti ada, maka dari itulah pemerintah Finlandia memperlakukan orang-orang miskin dan kurang berprestasi secara adil.

Reference: blog.academicbiz.com
Wikipendidikan
Back To Top