Model Pembelajaran Kolaboratif

Model Pembelajaran kolaboratif adalah salah satu pendekatan pembelajaran dalam dunia pendidikan yang melibatkan kelompok siswa yang bekerja sama memecahkan masalah, menyelesaikan tugas, atau menciptakan suatu produk. Menurut Gerlach, "Pembelajaran kolaboratif didasarkan pada gagasan bahwa belajar adalah tindakan sosial yang alami di mana peserta didik saling berinteraksi satu sama lain (Gerlach, 1994). Melalui percakapan dan interaksi itulah proses pembelajaran terjadi."

Smith dan MacGregor (1992) menyatakan bahwa ada banyak jenis pendekatan untuk pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif didasarkan pada asumsi tentang proses belajar sebagai berikut:

  1. Belajar adalah proses aktif dimana siswa mengasimilasi informasi dan menghubungkan pengetahuan baru dengan kerangka pengetahuan sebelumnya.
  2. Belajar membutuhkan sebuah tantangan yang membuka pintu bagi peserta didik untuk secara aktif melibatkan rekan-rekannya untuk memproses dan mensintesis informasi lebih dari sekadar menghafal dan mengunkapkannya kembali.
  3. Peserta didik mendapatkan keuntungan saat melihat beragam sudut pandang dari orang-orang dengan latar belakang yang bervariasi.
  4. Proses belajar dapat berkembang dengan baik di lingkungan sosial di mana percakapan antara peserta didik berlangsung. Selama latihan intelektual ini, peserta didik menciptakan kerangka kerja dan percakapan yang bermakna.
  5. Dalam lingkungan belajar kolaboratif, peserta didik ditantang baik secara sosial maupun emosional saat mereka mendengarkan perspektif yang berbeda, dan diminta untuk mengartikulasikan dan mempertahankan gagasan mereka. Dengan melakukan hal itu, para peserta didik mulai menciptakan kerangka konseptual mereka yang unik dan tidak hanya bergantung pada guru atau teks.
Dengan demikian, dalam lingkungan belajar kolaboratif, peserta didik memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, mempresentasikan dan mempertahankan gagasan, bertukar keyakinan yang beragam, mempertanyakan kerangka konseptual milik teman yang lain, dan secara aktif terlibat dalam proses belajar mengajar.

Seperti yang dikatakan Smith dan MacGregor, "Implementasi pembelajaran kolaboratif di kelas, kegiatan seperti mendengarkan dan mencatat materi pelajaran tidak perlu dihapuskan sepenuhnya, akan tetapi disinkronisasikan dengan proses lain dalam diskusi siswa dan kerja aktif dengan materi pelajaran." Pada intinya, tujuan utama dari model pembelajaran kolaboratif yaitu menekankan peran aktif peserta didik dalam proses pembelajaran atau student centered.1

Secara teoritis, pembelajaran kolaboratif diyakini dapat meningkatkan kualitas output pendidikan dan aspek psikologis peserta didik.

Dalam kelompok kecil, peserta didik memiliki kesempatan untuk melatih pemahaman mereka dengan orang lain dan bersinggungan dengan konstruksi konseptual teman lainnya.

Agar pengetahuan dapat diinternalisasi dan kerangka kerja terbentuk, sebuah wacana sosial harus dilakukan terlebih dahulu. Wacana inilah yang mengarah pada kerangka konseptual untuk menghubungkan pengetahuan baru (Bruffee, 1992). Seperti yang dikatakan oleh MacGregor, "Pengetahuan terbentuk dari waktu ke waktu, melalui percakapan yang berturut-turut, serta lingkungan sosial dan politik yang selalu berubah-ubah.”
Baca juga: Macam-macam Model Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan
Sementara itu para teoretikus motivasi percaya bahwa model pembelajaran kolaboratif dapat menciptakan lingkungan yang memotivasi siswa dalam pembelajaran. Individu dimotivasi tidak hanya untuk mempelajari materi dan secara bersamaan mendorong semua anggota kelompok memahami pengetahuan secara mendasar. Oleh karena itu, ada kekuatan pendorong yang mendorong hubungan saling ketergantungan positif antara anggota kelompok.2
Wikipendidikan
Back To Top