9 Kegiatan Sederhana untuk Meningkatkan Literasi Anak

Literasi sangat penting dalam membantu kita memahami dan memaknai dunia. Sejak kita terbangun sampai kita tidur kembali, kita terus-menerus membuat makna dunia di sekitar kita. Literasi secara tradisional dianggap sebagai kemampuan membaca dan menulis. Meskipun dua hal ini adalah komponen penting dari keaksaraan, saat ini pemahaman kita tentang literasi telah berkembang sangat luas.

Alberta Education mendefinisikan literasi sebagai kemampuan, kepercayaan diri dan kemauan untuk terlibat dalam bahasa untuk memperoleh, membangun dan mengkomunikasikan makna dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Bahasa dijelaskan sebagai sistem komunikasi yang dibangun secara sosial dan budaya.

Literasi adalah kemampuan membaca, melihat, menulis, merancang, berbicara dan mendengarkan dengan cara yang memungkinkan Anda berkomunikasi secara efektif. Kekuatan melek huruf tidak hanya terletak pada kemampuan membaca dan menulis, namun juga kemampuan seseorang untuk menerapkan keterampilan ini untuk secara efektif menghubungkan, menafsirkan dan melihat seluk-beluk dunia tempat mereka tinggal.

Pentingnya Literasi untuk Generasi Millenial

Internet memungkinkan kemungkinan pendidikan yang tak ada habisnya, dengan arus informasi yang terus berkembang, kebebasan internet bisa menjadi penghalang bagi anak-anak yang tidak dapat secara efektif menyaring dan menafsirkan konten yang disajikan. Di sinilah peran penting literasi – khususnya literasi informasi – bagi anak-anak abad 21.

Literasi yang kuat adalah kunci terpenting untuk anak-anak dalam memahami dan menafsirkan informasi, yang memungkinkan mereka memanfaatkan internet secara maksimal dan memastikan bahwa jejak digital yang tak terelakkan yang akan ditinggalkan anak-anak, adalah sesuatu yang aman, tepat, dan reflektif.

Cara Memotivasi Pengembangan Literasi Pada Anak


Penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi anak cenderung meningkat ketika orang tua dilibatkan dalam proses pendidikan anak. Ada banyak kegiatan sehari-hari yang dapat dilakukan orang tua untuk mendorong pembelajaran literasi anak, di antaranya:
  1. Berbagi pengetahuan dan memberikan penjelasan pada anak tentang bagaimana anda mengimplementasikan literasi dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Memotivasi anak untuk membaca dan melihat berbagai teks seperti koran, novel, komik, majalah, situs web, dan email.
  3. Memotivasi anak untuk menulis dan merancang sesuatu untuk berbagai tujuan menggunakan media yang beragam.
  4. Membahas beragam jenis teks yang dibuat untuk tujuan dan target pembaca yang berbeda-beda.
  5. Membicarakan hal-hal yang telah anda baca atau anda lihat yang lucu, menarik atau berguna.
  6. Membahas penulis, produser, sutradara atau ilustrator favorit dan apa yang anda sukai tentang mereka.
  7. Membahas kata-kata atau frasa baru dan tidak biasa dan mengeksplorasinya melalui kamus cetak dan elektronik.
  8. Memainkan permainan yang mengembangkan pengetahuan dan kegemaran terhadap kata-kata.
  9. Memanfaatkan sumber daya masyarakat, perpustakaan lokal dan sekolah untuk mendapatkan informasi.
Sejak anak lahir, perjalanan literasi/keaksaraannya dimulai. Kemampuan membaca anak-anak dipelihara melalui keluarga dan lingkungan mereka. Saat bayi tersenyum atau menangis adalah untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka kepada orang tua yang merupakan bentuk kata-kata pertama.
Baca juga: Literasi dalam Lintasan Sejarah
Seiring anak memasuki usia sekolah, ada pembelajaran dan pengembangan kemampuan membaca dan menulis. Anak-anak terlibat dalam proses pembelajaran dengan mengenali berbagai jenis huruf, bentuk kata serta kalimat dalam media cetak dan digital.

Dari sini jelas bahwa baik lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan literasi anak. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi seperti saat ini, tantangan yang dihadapi orang tua dan sekolah dalam meliterasikan anak-anak semakin berat dan kompleks.
Wikipendidikan
Back To Top