Tata Cara Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam. Jika berniat untuk puasa satu bulan penuh, maka yang dihukumi sah hanya puasa pada hari pertama saja. Hal ini berbeda dengan pendapat Imam Malik, yang berpendapat, niat malam pertama dengan niat satu bulan penuh itu sudah dianggap cukup. Jika seseorang menghendaki niat puasa pada malam pertama dengan niat satu bulan penuh sebagai antisipasi ketika dia lupa niat pada malam hari, maka ia harus mengikuti (taqlid) kepada pendapat Imam Malik dalam satu Qadliyah, dan wajib baginya mengetahui secara utuh syarat-syarat dan rukun-rukun puasa versi madzhab Maliki.

Niat puasa Ramadhan adalah:
Contoh Niat puasa satu bulan penuh:

Artinya: “Saya niat puasa untuk seluruh kefardhuan bulan Ramadhan tahun ini karena mengikuti pendapat Imam Malik untuk mengharapkan ridla Allah”.

Dasar hukum

- Hadis Nabi saw:

Artinya: “Barang siapa tidak berniat puasa sejak malam, ia tidak mempunyai puasa”.

- Kitab I’aanatuth Thaalibiin, bab Puasa, hal. 234:

Adapun manfaat me-rapel niyat itu ada dua: Pertama,menurut Imam Malik bahwa rapel niat menjadikan sahnya puasa pada hari dimana seseorang lupa berniat pada malam harinya. Kedua, dengan rapel niat seseorang akan mendapatkan pahala puasa satu bulan penuh meskipun ia meninggal dunia sebelum menyelesaikan kewajiban puasa satu bulan.

Sedangkan apabila puasa sunnah, maka niatnya boleh dilakukan pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. hal ini sesuai dengan hadis Nabi yang diriwayatkan dari '‘Aisyah:


Artinya: “Dari ‘Aisyah Ummul Mu’minin ra, ia berkata: “Pada suatu hari Nabi saw menemuiku dan berkata: “adakah sesuatu (makanan) padamu?” Aku menjawab, “Tidak”. Rasulullah lalu bersabda: “kalau begitu aku berpuasa saja”.

Diulas oleh Kyai Ahmad Syafi'i, dosen IAIN dan INSURI Ponorogo, ketua FKDT kab. Ponorogo sekaligus ketua MWC NU kec. Pulung kab. Ponorogo. 

Baca juga:
Wikipendidikan
Back To Top