Islam dan Seni

Wikipendidikan - Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Islam itu seni, dilahirkan oleh maha berkesenian, tercipta di lingkungan yang gandrung akan seni. Kalimat tersebut menjadi kalimat pembuka dalam seminar budaya bertemakan “Menafsir Kesenian dalam Agama”. Prof. Mudjahirin Thohir menegaskan, manusia yang mengabaikan upaya memperindah diri, maka patut diragukan keislamannya. Karena sebenarnya Islam sarat akan nilai-nilai estetika. Simak juga artikel sebelumnya tentang Nilai Estetika Kakawin Sutasoma

kesenian islam, seni rupa islam
Masjidil Aqsha, contoh perpaduan islam dan seni arsitektur
Prof. Mudja, sapaan akrab beliau, mengartikan seni itu simple, yakni melakukan hal (walaupun) kecil untuk kebaikan. Ia menyontohkan dengan tingkah laku Nabi Muhammad SAW saat memilih menggunting bagian sorbannya yang akan digunakan untuk Shalat, hanya karena ada seekor kucing yang tengah tidur nyenyak di sorbannya. “Di situlah tingkat religiusitas sejati, mengedepankan belas kasih,”tuturnya. “Sekalipun akan melakukan ibadah, beliau (Nabi Muhammad SAW) tidak ingin menganggu makhluk lain, sekalipun itu seekor kucing.

Dicontohkan pula tatkala seorang ‘muafak’ rela menghadiahkan semua uang dirhamnya yang semula akan dipakai untuk naik haji. Padahal hanya dikarenakan melihat tetangganya sendiri seorang janda dengan tiga anak yatim, sudah beberapa hari tidak makan. “Dia lebih memilih perbuatan manusiawi dari pada mengutamakan egoisme dirinya kendati untuk urusan ibadah formal yang diisyaratkan,” imbuhnya.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Singkirkanlah kerikil maupun duri di jalan”. Hal ini hanya kebaikan kecil, namun lihatlah dibalik itu semua, anda telah sedemikian peduli dengan sesama. “Jangan sampai ada makhluk lain yang terkena luka, meskipun hanya sekecil duri mengenai kaki. Dari situ dapat ditarik kesimpulan, “Jika engkau telah peka untuk hal-hal sekecil itu, pastilah engkau begitu peduli untuk menjaga keselamatan kehidupan makhluk tuhan.” (Fahmi Ashshidiq, lpmedukasi.com)

0 Komentar Islam dan Seni

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top