Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas - PTK

PTK adalah singkatan dari Penelitian Tindakan Kelas. PTK dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui langkah perencanaan, pelaksanaan, dan proses refleksi tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru dalam melakukan proses belajar mengajar di kelas sehingga terjadi peningkatan kualitas hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas atau PTK adalah kegiatan mengamati secara cermat kegiatan belajar melalui sebuah bentuk kegiatan pengamatan (treatment) yang sengaja dilakukan dan dilakukan secara bersamaan dengan berlangsungnya proses belajar mengajar. Dalam hal ini, guru berperan sebagai pengajar sekaligus peneliti.

PTK merupakan implementasi dari konsep penelitian tindakan (action research) dalam dunia pendidikan, khususnya terkait upaya perbaikan perilaku siswa di kelas yang terdiagnosa memiliki beberapa permasalahan.

Alur kegiatan belajar mengajar berbasis PTK

ptk, penelitian tindakan kelas

Penelitian tindakan kelas melibatkan serangkaian alur kegiatan yang sebelumnya telah disusun sedemikian rupa oleh guru atau peneliti. Alur pembelajaran dalam PTK diistilahkan dengan siklus, yang meliputi siklus 1, 2, 3, dan seterusnya. Alur dalam siklus 1 terdiri dari 4 langkah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.
Secara keseluruhan, empat tahapan dalam PTK di atas membentuk suatu siklus PTK yang digambarkan dalam bentuk spiral. Dalam mengatasi atau menyelesaikan suatu masalah dalam kelas, mungkin diperlukan lebih dari satu siklus PTK. Siklus-siklus tersebut saling berkaitan dan berkelanjutan satu sama lain.

Siklus kedua perlu dilakukan ketika masih ada hal-hal yang kurang berhasil dalam siklus pertama. Dengan kata lain, siklus pertama belum cukup mampu secara sempurna menyelesaikan problem yang ada. Siklus ketiga perlu dilakukan ketika siklus pertama dan kedua belum menyelesaikan masalah secara tuntas, dan begitu pula dengan siklus-siklus PTK selanjutnya.

Teknis Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis PTK

Sebelum melakukan pembelajaran berbasis PTK, guru perlu melakukan observasi atau pengamatan awal dengan tujuan untuk : 1) menemukan masalah, 2) identifikasi masalah, 3) menentukan batasan masalah, 4) menganalisis masalah dengan menentukan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab utama terjadinya masalah, 5) merumuskan gagasan-gagasan pemecahan masalah dengan merumuskan hipotesis-hipotesis tindakan, 6) menentukan pilihan hipotesis tindakan, 7) merumuskan judul perencanaan kegiatan pembelajaran berbasis PTK.

Setelah judul perencanaan kegiatan pembelajaran berbasis PTK dirumuskan, langkah berikutnya adalah:

Pertama, menyusun perencanaan (planning). Pada tahap ini, kegiatan yang harus dilakukan adalah : membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP, mempersiapkan fasilitas yang diperlukan di kelas, dan mempersiapkan instrumen untuk merekam dan menganalisis data mengenai proses dari hasil tindakan.

Kedua, melaksanakan tindakan. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan tindakan yang telah dirumuskan dalam RPP dalam situasi yang aktual, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Ketiga, melaksanakan pengamatan. Pada tahap ini, yang harus dilakukan peneliti adalah mengamati perilaku siswa/siswi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memantau kegiatan diskusi/kerjasama antar siswa/siswa dalam kelompok, dan mengamati pemahaman masing-masing anak terhadap penguasaan materi pembelajaran.

Keempat, melakukan refleksi. Pada tahap ini, yang harus dilakukan oleh peneliti adalah mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran, dan mencatat kelemahan-kelemahan pembelajaran untuk dijadikan bahan perbaikan siklus berikutnya.
Empat langkah/tahapan tersebut ketika diaplikasikan di kelas akan berubah menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah perencanaan, tahap kedua adalah melakukan tindakan dan pengamatan secara bersamaan, dan tahap ketiga adalah refleksi.

Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas - PTK

Karakteristik penelitian tindakan kelas dapat diidentifikasi dalam daftar sebagai berikut:
  1. Masalah yang diteliti adalah masalah riil yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan peneliti.
  2. Berorientasi pada pemecahan masalah
  3. Berorientasi pada peningkatan mutu
  4. Urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang
  5. Pengkajian terhadap dampak tindakan
  6. Spesifik dan kontekstual
  7. Partisipatif-kolaboratif
  8. Dilaksanakan berdasarkan siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Selanjutnya diulang kembali dalam beberapa siklus.
Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas – PTK

Prinsip-prinsip yang harus ditaati dalam PTK adalah sebagai berikut:
  1. Pekerjaan utama guru adalah mengajar, dan apa pun metode PTK yang diterapkannya seyogyanya tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar.
  2. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
  3. Metodologi yang digunakan harus reliable, sehingga memungkinkan guru untuk mengidentifikasi serta merumuskanhipotesis secara meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya, serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya.
  4. Masalah yang diusulkan oleh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukan dan bertolak belakang dari tanggung jawab profesional.
  5. Dalam menyelenggarakan PTK, guru harus selalu konsisten menaruh kepedulian yang tinggi terhadap proses dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.
  6. Dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan class room excerding perspective, dalam arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan atau mata pelajaran tertentu, melainkan perspektif misi sekolah secara keseluruhan. Sebagai contoh yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah memperbaiki sekolah dan sistem pendidikan.
Manfaat Penelitian Tindakan Kelas – PTK

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
  1. Guru dan mahasiswa calon guru dapat langsung memperbaiki praktik-praktik pembelajaran agar menjadi lebih baik dan lebih efektif.
  2. Guru dan calon guru dapat meneliti sendiri kegiatan praktik pembelajaran yang dilakukan di kelas.
  3. Guru dan calon guru dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini memiliki keefektifan yang tinggi.
  4. Guru dan calon guru dapat mencari cara atau prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran di kelas dengan cara melihat berbagai indikator keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa.
  5. Menumbuhkan budaya meneliti pada guru atau mahasiswa calon guru agar terjadi inovasi pembelajaran.
  6. Meningkatkan profesionalitas guru, terutama kemampuannya dalam menjabarkan kurikulum sesuai dengan tuntutan lokal, sekolah, dan kelas.
  7. Meningkatkan mutu pengajaran dan hasil belajar siswa berdasarkan temuan langsung dari kelas guru itu sendiri.
  8. Mengembangkan kerjasama atau kolaborasi antar guru di sekolah, dan guru di sekolah lain dalam memecahkan persoalan pengajaran dan pembelajaran.
  9. Membiasakan guru/calon guru untuk melaksanakan pembelajaran berwawasan penelitian (learning through research)
  10. Membiasaka guru/pihak lain untuk memecahkan masalah dan merumuskan program pembelajaran berdasarkan temuan empiris yang kontekstual.
Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas – PTK

Bidang yang dikaji oleh PTK adalah sebagai berikut:
  1. Permasalahan yang menyangkut belajar siswa di sekolah yang meliputi permasalahan belajar dalam kelas, miskonsepsi, dan kesalahan-kesalahan yang ada dalam proses pembelajaran.
  2. Strategi dan desain pembelajaran dalam kelas yang meliputi masalah pengelolaan kelas serta prosedur pembelajaran, inovasi dan penerapan metode pembelajaran, interaksi siswa di kelas, serta peran orang tua dalam proses belajar siswa.
  3. Alat, media, dan sumber belajar, yang meliputi penggunaan media pembelajaran, library, serta berbagai macam sumber belajar yang terdapat di dalam maupun di luar kelas, dan upaya meningkatkan relasi sekolah dan masyarakat.
  4. Evaluasi proses dan hasil belajar siswa dan sistem asesmen. Ruang lingkup pembahasan tema ini terkait seputar masalah-masalah pada evaluasi awal dan akhir pembelajaran, serta pengembangan alat asesmen yang berbasis kompetensi.
  5. Pengembangan pribadi pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan lain, yang meliputi upaya meningkatkan tanggung jawab dan kemandirian siswa, peningkatan konsep diri siswa, dan efektifitas hubungan pendidik, peserta didik dan kedua orang tua di dalam proses belajar mengajar.
  6. Permasalahan seputar kurikulum, yang meliputi implementasi kurikulum baik KTSP maupun K13, interaksi guru-siswa, siswa-materi, siswa-lingkungan belajar, dan sistematika yang digunakan dalam menyajikan materi.
Demikianlah Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi pengertian PTK, alur pelaksanaan PTK, teknis pelaksanaan pembelajaran berbasis PTK, manfaatnya, bidang kajiannya, karakteristik, dan prinsip-prinsip PTK.

Sumber: Buku Pedoman Penulisan Skripsi Jurusan Tarbiyah IAIN Ponorogo 2015

0 Komentar Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas - PTK

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top