5 Kegiatan yang Wajib Dilakukan Guru Sebelum Memulai Pembelajaran

Mengajar di kelas tidak hanya berhubungan dengan kegiatan menyampaikan materi dari guru kepada siswa. Lebih dari itu, guru harus tahu apa saja langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pembelajaran. Sebelum masuk kepada penyampaian materi, ada beberapa kegiatan awal yang harus dilakukan oleh guru. Kegiatan ini lazim disebut dengan kegiatan pra-pembelajaran. Salah satu alasan utama mengapa guru diharuskan menyusun RPP terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas adalah agar guru tidak bingung kegiatan apa saja yang harus mereka lakukan, termasuk di antaranya kegiatan-kegiatan pra-pembelajaran. Pelajari juga 3 Cara Ampuh Membuat Diskusi Kelompok Jadi Lebih Menarik Perhatian Siswa


Di lapangan, masih banyak guru yang tidak sistematis dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Misalnya, kegiatan yang seharusnya dilakukan pada akhir pembelajaran malah dilakukan di awal pembelajaran. Maka dari itulah, penting kiranya untuk mengetahui atau sekedar mengingat kembali kegiatan apa saja yang harus dilakukan guru sebelum masuk pada kegiatan inti pembelajaran.

Image credit by wirahadie.com
Berikut ini 5 kegiatan yang harus dilakukan guru sebelum memulai pembelajaran di kelas.

1. Mengucapkan Salam

Mengucapkan salam adalah kegiatan pertama kali yang harus dilakukan guru ketika baru masuk kelas dan duduk di kursi guru. Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin dan tidak boleh ditinggalkan. Mengucapkan salam kepada siswa merupakan salah satu cara guru dalam menginternalisasikan nilai kesopanan dan religiusitas kepada siswa dengan memberikan mereka pemahaman tentang makna dan esensi memberi dan menjawab salam.

2. Berdoa

Kegiatan kedua setelah salam adalah berdoa. Guru bisa menunjuk salah satu siswa, misalnya ketua kelas, untuk memimpin doa bersama-sama agar pembelajaran berjalan lancar dan ilmu yang didapatkan nanti bermanfaat. Akan lebih baik lagi bila guru memberikan penjelasan lebih lanjut mengapa setiap memulai pelajaran harus berdoa lebih dulu, mengapa berdoa itu penting, dan apa makna serta hakikat doa yang sebenarnya. Langkah ini sejalan dengan penanaman nilai religius dalam konsep kurikulum 2013 yang berbasis karakter.

3. Melakukan Absensi

Setelah salam dan doa, kegiatan ketiga yang harus dilakukan guru sebelum masuk pada inti pembelajaran adalah mengabsen siswa. Di samping sebagai bagian dari data yang digunakan untuk melakukan evaluasi hasil belajar siswa di akhir semester, absensi juga bermanfaat untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Bayangkan seandainya tidak ada absensi, siswa mesti seenaknya sendiri dalam mengikuti pembelajaran, karena mereka berpikir toh membolos pun tidak akan jadi masalah karena tidak ada absen dan guru juga tidak tau akan hal itu. Selain itu, absensi juga bermanfaat untuk mendekatkan pola interaksi dan jalinan komunikasi antara guru dan siswa karena semakin lama tentunya guru akan hafal dengan nama-nama dan sosok siswanya, bahkan karakteristik dari masing-masing siswa.

4. Apersepsi

Apa sih apersepsi itu? Apersepsi pada intinya adalah upaya guru untuk mengaitkan materi pelajaran sebelumnya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Apersepsi juga bermakna upaya yang dilakukan guru untuk membuat materi pelajaran yang pernah dipelajari sebelumnya menjadi lebih bermakna dalam kehidupan siswa dengan mengkontekstualisasikannya dengan kehidupan sehari-hari.

Apersepsi berangkat dari asumsi dasar bahwa materi pelajaran memiliki kesinambungan dan keterkaitan satu sama lain. Maka dari itulah, apersepsi menjadi penting untuk menjembatani pemahaman siswa agar diperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai materi yang sudah dipelajari dan yang akan dipelajari.

Ada banyak teknik apersepsi yang bisa diterapkan oleh guru, mulai dengan memberikan pertanyaan, mendemonstrasikan kegiatan yang merangsang rasa ingin tahu siswa, dan lain sebagainya. Kuncinya adalah guru harus benar-benar memiliki penguasaan materi yang baik. Tidak mungkin guru bisa memberikan apersepsi jikalau dia sendiri tidak paham dengan materi yang sudah dan akan diajarkan kepada siswanya.

5. Menjelaskan Tujuan Pembelajaran

Setiap tindakan pasti memiliki tujuan. Adalah sebuah kesiasian kalau kita melakukan kegiatan yang tidak jelas tujuannya. Kejelasan tujuan (clarity) pembelajaran perlu dicantumkan guru dalam setiap RPP yang mereka buat dan harus mereka sampaikan sebelum memulai kegiatan pembelajaran pada hari itu. Bila tujuan pembelajaran sudah jelas, maka strategi/pendekatan/teknik/metode/media pembelajaran yang digunakan akan jelas pula.

Baca juga 5 Kiat Sukses Mengelola Kelas untuk Guru Pemula

Lima kegiatan yang harus dilakukan guru sebelum memulai pembelajaran sebagaimana telah diuraikan di atas merupakan bagian awal pembelajaran yang penting diketahui oleh setiap guru. Teringat pengalaman saya sewaktu mikro teaching dulu, banyak teman-teman mahasiswa yang masih sering melewatkan salah satu dari lima kegiatan di atas, yang paling sering biasanya doa dan absensi. Apalagi saat ini pemerintah membuka peluang guru bagi para sarjana non-kependidikan, maka saya berharap uraian di atas dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin melakoni profesi sebagai seorang guru.

0 Komentar 5 Kegiatan yang Wajib Dilakukan Guru Sebelum Memulai Pembelajaran

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top