Selamat, Tahun ini 4.250 Guru Madin akan Terima Insentif dari Kemenag

Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT) memegang peranan dan kontribusi penting dalam memberikan layanan pendidikan islam non formal bagi anak-anak usia sekolah. Madrasad Diniyah Taklimiyah menjadi jantung pendidikan islam yang dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai lembaga belajar agama islam selain sekolah formal. Sebagian besar anak-anak baik di pedesaan maupun perkotaan belajar untuk lebih mendalami agama islam melalui Madrasah Diniyah Taklimiyah. Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Taklimiyah pada umumnya dilaksanakan pada sore/malam hari setelah anak-anak belajar di sekolah formal.


Di tahun 2017 ini, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berusaha lebih memperhatikan dan menguatkan lembaga Madrasah Diniyah Taklimiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui website resminya, kemenag menginformasikan bahwa tahun ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengalokasikan anggaran dana insentif dan BOP untuk para asatidz serta biaya operasional lembaga.

Kepala Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran untuk insentif para guru Madrasah Diniyah Taklimiyah dengan kuota sebanyak 4.250 orang yang tersebar di Madrasah Diniyah Taklimiyah pusat dan daerah. Selain pemberian insentif, 2000 lembaga Madrasah Diniyah Taklimiyah direncanakan akan menerima bantuan operasional masing-masing senilai 15 juta rupiah.

Lebih lanjut, guru besar UIN Alauddin Makasar ini menjelaskan bahwa upaya ini ditempuh sebagai bentuk apresiasi atas pesatnya perkembangan Madrasah Diniyah Taklimiyah sebagai lembaga pendidikan islam non formal yang sukses menjaga dan melestarikan tradisi pembelajaran agama islam warisan para ulama’ penyebar islam di nusantara.

Perkembangan Madrasah Diniyah Taklimiyah antara lain ditandai dengan semakin meingkatnya jumlah Madrasah Diniyah Taklimiyah unggulan di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Di samping itu, dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi Madrasah Diniyah Taklimiyah juga terus meningkat sejak adanya perda diniyah di hampir 45% kota/kabupaten dari sabang sampai merauke.
Semua Madrasah Diniyah Taklimiyah yang telah terdaftar di database Kemenag telah berbadan hukum dan memiliki NPWP, rekening lembaga, sertifikat pendidikan dan nomor statistik.

Hingga saat ini, ada kurang lebih 80 ribu Madrasah Diniyah Taklimiyah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. 70% di antaranya adalah Madrasah Diniyah Taklimiyah tinggat awwaliyah (awal/dasar), sedangkan sisanya tingkat wustha (menengah) dan ulya (tinggi). Seluruh madrasah diniyah yang ada di Indonesia saat ini tergabung dalam sebuah komunitas yang bernama Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) yang telah tersebar di 28 provinsi di indonesia.

0 Komentar Selamat, Tahun ini 4.250 Guru Madin akan Terima Insentif dari Kemenag

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top