Inovasi Kelas Maya di Era Pendidikan Abad 21

Baru-baru ini, teknologi yang dirancang dan digunakan secara khusus untuk digunakan dalam dunia pendidikan telah banyak mengubah cara siswa belajar dan memahami banyak hal. Tetutama seperti yang ada di sekolah-sekolah dan kampus luar negeri. Kelas maya atau virtual class seperti Google Classroom merupakan salah satu produk teknologi yang digunakan untuk pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas digital.

Baca juga: 5 Karakter Inti dari Sistem Perkuliahan Online

Kelas maya menjadi pilihan beberapa guru dan dosen sebagai cara untuk meningkatkan peran mereka dalam pembelajaran. Kelas maya atau virtual class biasanya berupa lingkungan kelas berbasis komputer multi user di mana para pengguna dapat berinteraksi satu sama lain di dalamnya.

pengertian, manfaat, kekurangan, kelebihan, kelas maya

Kelas maya memungkinkan guru untuk "membawa" siswa ke lokasi yang tidak mungkin mereka jamah secara fisik. Pembelajaran sains, kedokteran dan matematika merupakan materi pelajaran yang sesuai diajarkan dengan kelas maya ini.

Misalnya, penggunaan kelas maya untuk simulasi prosedur dalam dunia medis dapat didokumentasikan dengan baik, karena memungkinkan adanya kesalahan yang dibuat tanpa konsekuensi bencana seperti dalam simulasi nyata.

Salah satu inovasi kelas maya disebut dengan “Second Life”. Program ini memungkinkan guru merancang, membuat dan mengajar di kelas maya dengan 100 mahasiswa.

Melalui program ini, serangkaian kegiatan kolaboratif digunakan untuk mengenalkan aspek bahasa dan budaya. Misalnya, guru dapat mengenalkan bahasa dan budaya Australia kepada siswa di Indonesia sebelum mereka menghabiskan waktu untuk studi dan bertukar pengalaman di Australia.

Bila dampak dari program Second Life ini diteliti, data menggambarkan peningkatan yang signifikan pada sejumlah bidang utama yang meliputi:
  1. Mengurangi ketakutan dan rasa malu, yang menghalangi eksperimen dalam aktivitas seperti role-playing.
  2. Memungkinkan siswa untuk kembali dan mengulang pelajaran beberapa kali untuk memperkuat pemahaman.
  3. Mendorong interaksi sosial yang lebih baik antara siswa saat mereka bereaksi dan berbagi dunia maya.
  4. Memberikan siswa kendali penuh terhadap akun pribadi mereka, yang mana hal ini berarti mereka bisa mengeksplorasi dan berinteraksi secara mandiri. Kelas maya memungkinkan siswa untuk menciptakan pemahaman mereka sendiri.
  5. Kurangnya petunjuk non-verbal, termasuk bahasa tubuh, gerak tubuh dan ekspresi wajah, menurut beberapa penelitian sebagai komunikasi yang berdampak negatif. Beberapa siswa mengatakan bahwa mereka merasa dibatasi karena mereka tidak dapat menggunakan tangan mereka untuk memberi isyarat. Namun, di kelas maya yang semakin canggih, ada avatar yang bergerak dan merespons dengan cara yang lebih realistis.
  6. Peningkatan motivasi belajar siswa, peningkatan kolaborasi dan konstruksi pengetahuan dan praktik kelas yang lebih baik.
Di masa lalu, siswa dan guru dapat mengakses dunia maya hanya melalui komputer desktop atau laptop. Namun sekarang, mereka juga dapat mengaksesnya melalui berbagai perangkat yang dapat dikenakan di kepala, sehingga memungkinkan adanya pengalaman virtual yang lebih mendalam.

Headset virtual reality seperti Oculus Rift dan HTC Vive sekarang memungkinkan guru untuk merancang lingkungan belajar interaktif dan individu tiga dimensi untuk siswa mereka.
Progam ini membutuhkan keterampilan literasi digital dari para guru. Kemajuan dalam cara berpikir dan mengoperasikan alat-alat teknologi digital semacam ini merupakan pilihan nyata bagi para guru abad 21.

Diolah dari sumber: theconversation.com

0 Komentar Inovasi Kelas Maya di Era Pendidikan Abad 21

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top