Selasa, 09 Mei 2017

Gerakan Literasi Sekolah dan Semangat Berkarya

Gerakan Literasi Sekolah memiliki peran yang sangat urgen sebagai salah satu program untuk mengembangkan semangat berkarya dan berkreasi di kalangan guru dan siswa menuju Indonesia literat. Gerakan Literasi Sekolah merupakan media mengembangkan kemampuan literasi yang dimulai dengan kegiatan membaca dan menulis.

Gerakan literasi sekolah bukan hanya rutinitas. Sudah waktunya gerakan literasi sekolah menjadi sumber motivasi utama bagi guru dan siswa untuk melahirkan karya-karya yang bermanfaat.


Telah bertahun-tahun lamanya dunia tau bahwa Indonesia merupakan salah satu di antara sekian banyak negara lainnya di dunia dengan tingkat literasi paling rendah. Bila ditinjau lebih dalam, sangat terlambat pemerintah menyadari fakta tersebut. Nyatanya, gerakan literasi sekolah baru belum lama ini dicetuskan.

Dalam upaya mensukseskan gerakan literasi sekolah, pihak sekolah tidak cukup kalau cuma menyediakan sarana berupa perpustakaan dengan koleksi buku yang banyak dan menarik. Namun perlu didukung pula dengan dan desain ruang perpustakaan yang senyaman mungkin.

Guru juga harus terus berupaya meningkatkan literasi siswa melalui proses belajar mengajar di kelas. Menurut Suparno Sastro, kepala SMA Labschool Jakarta, abad ke-21 adalah abad di mana literasi merupakan suatu keniscayaan. Literasi yang baik di kalangan guru, siswa, dan masyarakat akan meminimalisir ancaman hoax, sehingga bangsa kita tidak mudah termakan dan terprovokasi berita hoax.

Baca juga: Penguatan Gerakan Literasi Sekolah Harus Jadi Perhatian Nasional

Kemampuan literasi, terutama menulis, sangat dibutuhkan oleh siswa untuk memenuhi kewajiban mereka dalam membuat karya ilmiah, entah itu paper, artikel ilmiah, atau makalah. Dalam hal ini, guru bisa meminta masing-masing siswa untuk membuat satu karya ilmiah dan membimbingnya sampai selesai.

Siswa akan termotivasi untuk menulis bila guru mampu menginspirasi mereka untuk itu. Dalam hal ini, guru seharusnya aktif menulis, entah di media sosial, blog, atau media arus utama baik online maupun cetak. Dengan membuktikan produktifitasnya sebagai seorang penulis, siswa akan lebih termotivasi untuk menulis.

Disarikan dari Harian Kompas edisi 4 Mei 2017.

0 Komentar Gerakan Literasi Sekolah dan Semangat Berkarya

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top