Cara Sederhana Menumbuhkan Kecerdasan Emosional pada Anak

Apa itu Kecerdasan Emosional? Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui dunia batinnya sendiri dan merasa nyaman dengannya. Kecerdasan emosional juga termasuk kemampuan untuk berhubungan secara empatik dengan dunia batin atau perasaan orang lain. Kecerdasan Emosional (selanjutnya disebut "EQ") adalah seperangkat keterampilan yang mengarah pada kesehatan mental, fungsi akademis dan profesional yang lebih baik, fungsi sosial yang baik, kesehatan fisik yang lebih baik dan kebahagiaan personal. Semua orang tua pasti ingin agar anak mereka memiliki semua hal tersebut.

Kecerdasan Emosional pada Anak


EQ berkembang sebagai hasil dari faktor keturunan dan lingkungan. Beberapa anak terlahir dengan "berbakat secara emosional" sejak masa kanak-kanak. Mereka secara alami menyesuaikan diri dengan emosi dan perasaan orang lain. Anak-anak lain terlahir dengan defisit atau penundaan di aspek ini - mereka tampaknya tidak tertarik pada dunia orang lain dan perasaan sejak awal keberadaan mereka. Kondisi tertentu seperti cacat persepsi sosial dan depresi masa kecil, dapat menyebabkan anak tertinggal dalam kemampuan EQ mereka.

Meskipun demikian, lingkungan yang merangsang aspek emosi anak, sebagaimana lingkungan merangsang intelektual anak, akan membantu setiap anak mencapai potensi uniknya. Tinggal bagaimana orang tua dan guru memberi anak pendidikan emosional yang terbaik

Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Anak

Sebagian besar dari kita cenderung menggunakan sedikit kata-kata yang berhubungan dengan emosi dalam hubungan kita dengan anak-anak. Nuansa perasaan yang terkandung dalam kata-kata yang menggambarkan kondisi emosi sangat membantu dan dapat digunakan saat menggambarkan perasaan kita atau perasaan anak.

Kata-kata seperti jengkel, jengkel, frustrasi, cemas, cemas, takut, gelisah, kecewa, terluka, tersinggung, malu, tidak nyaman, tidak yakin, penasaran, tertarik, penuh harapan, peduli, terkejut, gembira, bersemangat, antusias, kecewa, sepi , lembut, tenang, damai, rileks, bosan, marah, panik, dan sombong dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu memberikan pendidikan emosional di rumah atau di kelas. Semua itu merupakan kata-kata yang mewakili perasaan yang dihadapi anak-anak dan orang tua mereka dalam menghadapi kehidupan, yang dirangsang oleh pengalaman, mimpi dan bahkan novel yang pernah dibaca.

Keakraban anak dengan dunia perasaan memungkinkan dia terhubung secara akurat dan sensitif dengan orang lain. Ini membantu anak agar menjauhkan diri dari menyakiti perasaan orang lain dengan kata-kata dan memungkinkannya melakukan kebaikan dalam transaksi interpersonalnya.

Sumber: sarahchanaradcliffe.com
Wikipendidikan
Back To Top