Minggu, 21 Mei 2017

Bahasa Indonesia di Queensland 'Sekarat'

Bahasa Indonesia dipelajari di banyak sekolah dan universitas dunia, termasuk yang paling banyak adalah di Australia. Namun kondisi baru-baru ini menunjukkan bahwa di negara bagian terbesar kedua di Australia, Queensland, pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan kampus daerah itu mengalami kondisi yang memprihatinkan. Apa yang terjadi di Queensland ini hanyalah sebagian kecil dari fenomena yang terjadi secara umum di Australia terkait dengan pengajaran bahasa Indonesia.

Dr. Kathleen Turner, direktur dewan bisnis Indonesia-Australia dan duta bahasa Asia untuk literasi dan pembelajaran bahasa Asia di Australia, dalam opininya di thejakartapost (20/04/2017), mengungkapkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan tentang pengajaran bahasa Indonesia di Australia, terutama di Queensland. Kondisi ini menyebabkan para pendidik dan pegiat literasi bahasa Indonesia merasa kecewa, sebab misi pengajaran bahasa Indonesia di seluruh sekolah dan kampus Queensland tidak berjalan mulus.

Kondisi ini bertolak belakang dengan optimisme dari pemerintah negara bagian dan para pembuat kebijakan tentang apa yang dinamakan dengan “Asian Century” atau Abad Asia yang menekankan pentingnya relasi antar negara-negara di Asia termasuk Indonesia. Padahal, santer terdengar bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang menjadi prioritas pemerintah Australia.


Permasalahan yang muncul adalah pembelajaran bahasa Indonesia di lembaga pendidikan Australia tidak dilihat atau kurang diperhatikan oleh pemerintah dan para pengambil kebijakan lokal sebagai aset berharga dalam menguatkan hubungan Indonesia-Australia. Ada penurunan persentase sebesar 60 sampai 70 persen sejak tahun 2008. Silahkan baca juga Bahasa Indonesia vs Bahasa Asing

Pergantian rektor kampus dan kepala sekolah di Queensland turut menjadi faktor penyebab terjadinya perubahan kebijakan dalam program bahasa di kampus dan sekolah menengah. Bahasa Indonesia telah dihapuskan, terutama di lembaga pendidikan yang menawarkan program bahasa China, Jepang, Perancis, dan Jerman. Selain itu, ‘sekaratnya’ bahasa Indonesia di Queensland turut dilatarbelakangi oleh masuknya para pengungsi dari Afrika berbahasa asli Perancis dan adanya Populasi penduduk Jerman di wilayah tersebut.

Image credit by https://www.qld.gov.au
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top